Minggu, 28 Juli 2013

[REVIEW] Bi!

"...Karena semakin kau menolak, sama saja dengan kau mengingkari dirimu sendiri. Dia berasal darimu, maka bisa dikatakan dia adalah bagian darimu." (page 95)

Judul: Bi!
Penulis: Fei
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun: 2013
Halaman: 280
ISBN: 978-602-7742-10-9
I rate it 4/5 stars

Min Jeong tinggal di sebuah hanok tua peninggalan neneknya bersama seorang Appa yang hobi berjudi dan minum-minuman semenjak sang Omma meninggal. Sejak itu ia tak lagi mengandalkan Appa-nya. Belakangan ia kerja part-time, namun lama-lama ia kerepotan juga. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuka usaha kedai kopi dan snack menggunakan food truck.

Suatu hari, ia diberikan bel angin tua oleh teman Omma-nya. Bel angin yang membuatnya merasa damai saat membunyikannya. Ia pun memutuskan untuk menggantung bel angin di dekat gazebo hanok tuanya. Namun, karena ia tidak berhati-hati, tangannya berdarah saat sedang memukul paku dan tanpa sengaja darahnya menetes di bel angin yang ia letakkan di bawah tangga. Min Jeong yang sial terjatuh dari tangga, namun sebelum ia benar-benar terjatuh, sesosok makhluk mengerikan dengan wajah merah dan tanduk mencuat di atas kepala sudah menolongnya. Makhluk itu adalah dokkaebi..

Dokkaebi yang bernama Bi itu ternyata telah terkurung di dalam bel angin selama 400 tahun. Ini adalah fakta yang di dapat Min Jeong setelah Min Jeong sadar dari pingsan dan Bi telah berubah wujud menjadi cowok imut berwajah polos. Fakta ini sudah cukup membuat Min Jeong pusing. Ditambah lagi Bi yang hampir mencengkeram Hyuk (teman yang telah dikenal Min Jeong seumur hidup) saat pertama kali melihat Hyuk. Bi bilang Hyuk itu Lee Gyeon, orang yang telah mengurungnya di dalam bel angin.

Dimulailah kewaspadaan Min Jeong! Menjaga sahabatnya dari kemungkinan serangan Bi. Mencari-cari mudong. Dan bertanya-tanya sebenarnya kenapa Bi bisa terikat begitu kuat dengannya (tiap Min Jeong membunyikan bel angin, Bi sudah ada di dekatnya, padahal orang lain yang membunyikan bel tidak memberi efek demikian).

Kenapa Bi bisa bebas dari kurungannya di dalam bel angin itu padahal Min Jeong tidak melakukan apa-apa? Kenapa ia bisa melihat Bi saat ia memakai gamtu-nya padahal Min Jeong yakin benar ia tidak punya kemampuan khusus seperti itu sebelumnya? Apa sebenarnya yang membuat Bi sampai terkurung di sana? Yang terutama, kenapa Min Jeong merasa kalau ia cukup familiar dengan dokkaebi itu? (page 70)

Love this book! Entah kapan terakhir aku baca buku berlatarkan Korea dan suka sesuka-sukanya. Menurutku daya tarik utama buku ini ada pada sosok Bi, dokkaebi yang ngegemesin. Seperti orang-orang di sekitar Bi yang mendapat energi positif dari keberadaan Bi, buku ini juga terpengaruh oleh eksistensi Bi sejak Hanyang berabad lalu sampai Seoul masa kini. Ah, jadi iri sama Min Jeong yang bisa deket-deket Bi mulu. *nangis envy*

Sosok Min Jeong yang pekerja keras, ganas, hobi nuduh Bi macam-macam, dan nggak menye-menye. Bi yang lucu, rakus, ngegemesin, hobi seenaknya tapi tahu diri dan punya hati. Hyuk yang perhatian dan di awal berhasil buat aku kesengsem tapi di tengah cerita bikin aku kesal dan pengin nendang Hyuk pas banget di bokongnya. Ae Ri, sahabat Min Jeong yang pengertian namun terbutakan oleh cintanya pada Hyuk. Appa-nya Min Jeong yang terpuruk namun mau bangkit lagi (Bi berpengaruh lho). Semua tokoh di buku ini menurutku pas kok. Kalau ada yang ngeselin, ya wajar.

Prolog dibuka dengan Hanyang 1415, lalu cerita berlanjut dengan masa sekarang, yang membuat aku suka. Tadinya aku memang kaget pas buka bab berikutnya udah bukan dinasti Joseon lagi, padahal tadi udah seneng-seneng dapet buku yang berlatarkan dinasti Joseon. Ah, tapi tak apa. Toh, aku langsung suka dan ketagihan baca pas buka bab peralihan jaman itu. Membaca Bi! benar-benar tidak bisa membuatku berhenti. Penasaraaan.. hahaha. :D

Aku suka karya tunggal pertamamu ini, Fei! Dan aku nggak akan ragu untuk baca karya tunggal Fei yang lain. Kapan mau menelurkan karya lagi? Hehehe. Sedikit tebersit harapan Fei akan menulis karya yang berlatarkan Korea lagi, tapi banyakin dinasti Joseonnya atau mungkin kasih lagi peran dokkaebi/gumiho/makhluk unik sejenis. Aku kan hobinya memang begitu. Baca buku atau nonton drama Korea yang ada makhluk aneh-anehnya bisa memberikan rasa nikmat tersendiri. :)

Laki-laki, ibarat anak ayam yang baru menetas, harus dibiarkan berusaha mendobrak sendiri cangkang telurnya sampai ia bisa keluar dari sana, supaya ia nantinya bisa tumbuh lebih kuat. (page 252)

NB: listed on my What's in A Name Challenge 2013

10 komentar:

  1. belum pernah nih baca karya Fei yang sendirian, baru baca yg Bubble Love yg duet sama Lia Indra :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku buku ini lebih keren daripada Bubble Love. Ceritanya ringan dan asyik. Kadang aku ngakak juga sama tingkahnya Bi! Baca deh, Sulis. :D

      Hapus
  2. Keren nih kayaknya, jadi penasaran pengen baca >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ayooo dibaca! Fresh from the oven only from Fei! :D

      Hapus
  3. Pengen banget bisa baca buku solonya kak Fei, sampe sekarang belum terwujud juga, ceritanya bagus sampe bisa ke zaman dinasti-dinasti gitu, pasti risetn bener-bener detail deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, di sini ada setting zaman dinasti juga. Sayangnya cuman sedikit. *penggemar berat korea jadul*

      Hapus
  4. Reviewnya bagus banget. Jadi makin pingin baca buku ini.Tapi, sayangnya bukuku yang aku beli online nggak datang-datang, padahal udah lebih dari sebulanan. Hikz...hikz... ini aku yang sial krn error di pengiriman atau akunya yang kena tipu, g tahu jg.
    Lupain, de!
    Yang jelas, review ini ngasih tahu aku seluk beluk buku dengan sangat apik. Tapi, kalau boleh kasih saran, kasih tahu kelemahan dari buku ini juga dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebulan? Tokonya dikontak lagi aja, Dian. Nanti ruginya di kamu, lho. :(

      Errr.. entah ya apa kekurangannya, aku nggak begitu nangkep sih. Mungkin ada tapi aku sendiri nggak tahu apa. -,-

      Kalau Dian pengin nanya kenapa aku nggak ngasih buku ini 5 bintang padahal suka banget sama bukunya, jawabannya: gini deh, ada dua jenis buku bagus. Yang satu bagus banget sampai aku susah move on dari buku itu, ada juga buku bagus tapi ya sekadar bagus aja. Nah, Bi! masuk ke golongan nomer dua. Aku suka bukunya tapi sekadar suka doang hehehe.

      Hapus
  5. Hai, Kak.. salam kenal :)

    wahh,, aku juga udah baca buku ini.
    tapi aku ngga terlalu suka. kayak kurang greget aja ceritanya :D

    btw, reviewnya bagus, Kak. ngga terlalu panjang, tapi menarik.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung selera aja, Sita. :D

      Salam kenal juga hehe. Makasih. :))

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...