Selasa, 23 Juli 2013

[REVIEW] Rahasia Sunyi #unforgotTEN

Bagaimana bisa terjadi kecelakaan mobil rombongan Kirey Fowler? Apakah kondisi mobil tidak baik seperti yang disebutkan Polda? Benarkah penjelasan Polda bahwa Kirey Fowler mati karena kehabisan darah, tapi bukan karena kecelakaannya?

Judul: Rahasia Sunyi
Penulis: Brahmanto Anindito
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 372
ISBN: 978-979-780-611-8
I rate it 4/5 stars

Penyebab kematian Kirey Fowler tidak diketahui secara pasti. Lachlan Fowler, ayah Kirey, meminta Lautan Angkasawan (yang sekarang statusnya adalah mantan pacar Kirey) untuk menyelidiki kematian putrinya di Pegunungan Kerinci. Lautan pun menyetujui permintaan Lachlan setelah tadinya ia merasa ragu.

Berbekal scrapbook dan MP3 Kirey, Lautan mencoba untuk mengungkap keganjilan kematian Kirey yang masih mengganjal di pikiran Lachlan. Ia tidak sendirian. Dalam menyelesaikan misi ini, ia dibantu oleh pacarnya yang mengidap hemofilia, Tiara. Lautan menyelidiki kasus Kirey dengan cara terjun langsung ke Kerinci, sedangkan Tiara mencoba memecahkan password laptop Kirey untuk mengorek informasi pribadi di dalamnya.

Berhasilkah Lautan dan Tiara mengungkap misteri kematian Kirey di Pegunungan Kerinci yang sunyi namun menyimpan berbagai macam rahasia? Benarkah motif Lachlan memerintahkan Lautan menyelidiki kasus Kirey semata-mata untuk mengetahui bagaimana putrinya itu meninggal?

FYI, Rahasia Sunyi kubaca sepagian ini aja udah kelar. Fiuh, gimana yak? Pokoknya pas buka halaman pertama, nggak mau berhentiii. Berhentinya pas ditengah-tengah buku karena terpaksa harus bersihin kamar mandi. #BerentiCurhatPlease Tapi pas kelar bersihin kamar mandi, lanjut baca lagi doong sampai habis hahaha. :D

Rahasia Sunyi merupakan novel yang mengandung unsur hantu sama hal-hal ghaibnya. Superstition lah.. Agak merinding juga pas baca bagian pintu diketok-ketok sama foto sang almarhum pemilik rumah yang dipajang di kamar Lautan tempat dia menginap. Mana kuburannya pas banget deket kamar dia lagi. Hiyy. Kebayang nggak sih kalau jadi Lautan. Aku sih milih langsung kabur aja dari tuh rumah. Tapi meskipun bikin merinding, aku rasa itu termasuk poin tambahan untuk buku ini. Dalam hati bersyukur juga nggak baca buku ini pas malam hari.

Selain itu, Rahasia Sunyi ini menurutku segar banget, soalnya berlatarkan Kerinci. Jika selama ini latar novel-novel kalo nggak di Jawa atau pun Bali atau malah negeri seberang sana, novel ini berlatarkan Kerinci, yang buat aku jatuh cinta (entah ini faktor bosan sama latar yang itu-itu doang atau gimana aku nggak tahu pasti yak). Pas baca buku ini, aku juga merasa 'dekat'. Mungkin karena aku udah kenal Kerinci, meskipun sedikit. Dulu kan aku tinggal dekat-dekat sono (sering lewat Kerinci pas mudik), mungkin wajar ya kalau aku ngerasa dekat dan nggak asing lagi sama bahasanya. :)

Tema yang diangkat juga nggak biasa, ada unsur mystery-thriller gitu. Jarang-jarang kan penulis Indonesia nulis genre beginian, penerbitnya Gagas lagi. Huehehe setahuku kan Gagas nerbitin kisah lope-lopean mulu tuh, tapi ini different. Dan aku suka. Misterinya nggak pelik-pelik amat sih. Cuman merinding yang di superstition-nya sama pas tahu alasan Kirey kehabisan darah itu karena apa. *remas buku* Tapi tetap saja buku ini menyajikan sesuatu yang berbeda.

Mengenai karakter, Lautan itu tipe cowok yang baik banget. Salut sama Lautan! Udah putus sama Kirey tapi masih aja mau bantuin keluarganya nyingkap kematian Kirey meskipun dia harus ngorbanin nyawa. Dia juga super baik sama Tiara, rela kerja demi dapetin duit buat beli ampulnya Tiara. Kirey ini sendiri meskipun sudah meninggal tapi sosoknya masih hidup di buku. Dari scrapbook, rekaman MP3nya, dan informasi yang berhasil dikorek Tiara, Kirey ini tipe pekerja keras. Aku salut sama Kirey yang nggak kenal lelah demi mimpinya. Sedangkan Tiara, she has a big heart. Dia nggak cemburu atau bekerja setengah-setengah saat mengungkap kematian Kirey. Salut juga sama Tiara yang bukan cewek letoy nan menye-menye. :)

Overall, I like this book. Gara-gara buku ini, aku jadi tertarik baca karya Brahmanto yang lain, yaitu Satin Merah. *masukin ke wishlist* Nggak nyesel deh udah milih buku ini. Thanks Gagas for the book! :)

2 komentar:

  1. hmm, aku sering sih denger nama brahmanto tapi belum beli karyanya, masih jemput rizki dulu ahh... sapa tau dapet dari GA kamu ehehehe :D

    reviewnya gak spoiler dan pas banget bikin penasaran di kalimat "Cuman merinding yang di superstition-nya sama pas tahu alasan Kirey kehabisan darah itu karena apa."

    jadi pengen baca deh, apalagi latarnya anti mainstream gunung kerinci...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay don't stop believing! ^^
      Huehehe iyanih, ada horor2nya meskipun dikit, tapi itu cukup buat aku merinding. Settingnya anti mainstream bangeeeet! Coba deh penulis Indonesia begini semua, nggak melulu settingnya di Jakarta atau di Jawa sana atau malah luar negeri blablabla. Lumayan banget bisa nambahin pengetahuan tentang tempat baru nan indah di Indonesia. *maunya* *sekalian aja beli buku travelling, Lin!*

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...