Sabtu, 08 Juni 2013

Birthday Giveaway 2013!!!

Halooo para blogger yang sedang mantengin blogku, ada berita baik hari ini (yah syukur-syukur membahagiakan). Apa? Apa? Saatnya giveaway, yeay!!!! :D


Tumben kan aku ngadain giveaway. Iya, tumben. Soalnya tumben juga aku ultah tahun ini. (?) -_- Okay, dengan wajah malu-malu berharap diucapin 'Happy Birthday' sama si dia kalian yang baik hati, aku mau mengakui kalau hari ini aku ulang tahun yang ke... errrrrr.. 19 tahun. Hore! *ekspresi datar* Bulan Juni bukan cuman ulang tahunku doang, tapi juga ulang tahun blog-yang-penuh-warna-merah ini (yang kedua.. dua.. dua.. oh duaaa.. (?)). Tapi karena lupa tanggal berapa, ya sudahlah, sekalian aja digabung sama ulang tahunku.

Sayangnya, hadiah giveaway ini nggak semeriah giveaway tahun baru kemarin. Maaf ya. -,- Kenapa? Yah.. kalau tahun baru kemarin kan yang ditraktir nggak banyak. Cuman para blogger pecinta buku doang yang kebagian. Sekarang? Harus dibagi-bagi jatah huehehe. :p #AntaraPelitSamaHemat

Hadiahnya? Okay, jadi aku nggak mau susah-susah milih hadiah. Yang pasti berwujud buku. Dan buku ini merupakan buku favoritku tahun kemarin. Buku yang membuatku bersyukur karena terlahir normal meskipun tidak sempurna. Buku yang membuatku nangis bombay karena nggak tega lihat keadaan si dia yang lahir dengan keadaan 'demikian'. *well.. in the middle of writing this paragraph, my family gave me a surprise! Thankyou my lovely family! So much love for you all!* Nah, aku pengin kalian ngerasain rasa bersyukur itu dengan membagikan buku ini ke pemenang giveaway yang beruntung. Buku apakah itu?

Wonder by R.J. Palacio
a review by me (here)

Yep, Wonder oleh R.J. Palacio! Mau? Silahkan isi Rafflecopter di bawah! Eitttss.. sebelum itu, baca persyaratannya dulu yak.. :)
  1. Peserta giveaway (nggak harus blogger buku) berdomisili di Indonesia dan bisa dijangkau oleh tim ekspedisi dengan mudah.
  2. Follow blog ini via GFC. Oh, ada di sidebar, silahkan cari.
  3. Isi data kalian berupa email dan twitter yang bisa dihubungi kalau kalian menang.
  4. Jawab pertanyaan berikut di comment box (aku baik kan? Pertanyaannya aku bocorin di sini mhihihi): "Jika kamu dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman atau mempunyai saudara/teman yang menderita kelainan tersebut, apa yang akan kamu lakukan?"
  5. Persyaratan lain di Rafflecopter nggak wajib diisi. Yang wajib cuma poin di atas. Tapi kalau 'dikerjakan', peluang untuk menang lebih besar. Dan aku akan sangat senang kalau kalian share giveaway ini di Twitter. Lebih rame yang ikut, lebih seru! :)
  6. TOLONG JUJUR ya! Kalau nggak mau dosa dan ngaku anak baik, jangan curang!
  7. Masing-masing entri akan aku periksa. Entri yang tidak valid akan langsung kuhapus. Nah, yang curang.. siap-siap aja entrinya aku hapus. Sorry..
  8. Giveaway berlangsung mulai tanggal 8 Juni 2013 sampai tanggal 30 Juni 2013. Pengumuman pemenang insyaallah tanggal 1 atau 2 Juli 2013.
  9. Kurang jelas? Feel free to ask me in the comment box or my email: znlinda@yahoo.co.id! :)

Sekarang.. please fill the Rafflecopter below!
a Rafflecopter giveaway

Yang nggak menang Rafflecopter nanti jangan sedih. Karena aku ada hadiah tambahan! Iya, hadiah tambahan! Kali ini bukan buku, melainkan pulsa 20ribu. Lumayan kan? Caranya? Aku akan pilih jawaban peserta giveaway yang paling keren dan berhasil mencuri hatiku. Pertanyaan mana? Ya ituuu.. pertanyaan 'jika kalian dilahirkan seperti August Pullman' yang kalian jawab untuk Rafflecopter juga. Mudah, kan? :)

Selamat mengikuti giveaway! May the odds be ever in your favor. Salam initiates! (?) Hahaha. Good luck, everyone! :D

42 komentar:

  1. selamat ultah ya Linda
    nggak ikutan karena udah punya bukunya :)

    BalasHapus
  2. happy birthdayy Linda ^_^
    sama aku jg ngga ikutan karena udh pnya bukunya, tp belum baca xD
    akan segera baca bukunya deh :))
    all the best wishes for you & your blog yah ;D

    BalasHapus
  3. tezar&stefanie: makasih ucapannya! ^^
    okay, gapapa kok. :))

    BalasHapus
  4. Selamat ulang tahun, Kak Linda! (Meskipun sebenarnya udah ngucapin hehehe.)

    Apa yang akan aku lakukan jika dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman atau mempunyai saudara/teman yang menderita kelainan tersebut?

    Oke... pastinya aku akan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, tentunya aku akan bersikap normal meskipun normal itu mainstream. Tapi pastinya akan ada saat aku bakal bertanya-tanya kenapa aku/mereka seperti ini? Dan saat itu terjadi, aku akan menjauh dari orang-orang, karena... memang sulit untuk terus menjadi kuat.

    (EAAAAAA.)
    (Bagus gak jawabannya, Kak?) (HEH!) (Kemudian didiskualifikasi sama Kak Linda.)

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Normal itu mainstream' satu jenis ga sama 'weird itu keren', Aul? Huahaha. XD

      Hapus
  5. Happy birthday ya kak Lindaa! (aku 15, hehe). Udah punya wonder sih, tapi edisi bahasa inggrisnya dan belom dibaca. Kebetulan temen aku pengen banget buku ini jadi mungkin kalo menang bukunya buat dia :b haha. Terlahir kayak si August Pullman itu mungkin bakalan susah buat percaya diri, tapi pastinya harus berusaha untuk bersyukur dan berpikir positif, semua punya kekurangan dan kelebihan, percaya kalo hidup itu adil jadi jalanin aja. Jadi kayak ceramah gini -_- oke intinya gitu laaah. Visit ke blog ini sangat dipersilahkan :-):-):-) http://nadineisareader.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiknyaa ikutan giveaway buat temen. ^^
      Makasih udah ikutan!

      Hapus
  6. Aku akan melakukan sesuatu yang kelihatannya sederhana tapi susah dilakukan, bahkan bagi orang normal sekali pun, yakni: Bangga pada diri sendiri.

    Kalau kita bangga dengan diri sendiri niscaya (#tsah, bahasaku xp) hal-hal baik lainnya akan mengikuti :)

    Btw, Selamat ulang tahun Linda. Moga makin banyak timbunan bukunya... dan kalau berlebih, boleh dikasih ke aku :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, you have to be proud of yourself!

      Makasih.. amiin semoga timbunan buku kita sama2 tambah banyak. :p

      Hapus
  7. Jika aku terlahir sebagai penderitanya, aku ngga tau apa yg bakal aku lakuim. Tergantung bagaimana orang2 disekitarku memperlakukan aku. Jika mereka bersikap biasa atau bahkan mensupport, aku pasti bisa menjalani hidup layaknya orang normal. Aku bahkan mungkin akan merasa spesial dengan caraku sendiri. Aku akam memanfaatkan perhatian orang2 atas kekuranganku untuk tujuam yg lebih besar, untuk membantu sesama. Aku akan membantu mereka yang punya penyakit sama sepertiku agar mereka juga percaya diri.

    Jika aku punya teman/keluarga yg menderita penyakit itu, tentu aku akam berusaha sebaik mungkin agar orang lain disekitarnya bisa memperlakukan dia dengan baik. Akan akam berusaha untuk memberinya semangat dan tidak berkecil hati. Orang2 seperti itu sebenarnya merupakan ujian juga untuk orang disekitarnya, bagaimana mereka bersikap akan menentukan masa depannya.

    BalasHapus
  8. Happy birthday Kak Linda, salam kenal yaa

    Kalau aku terlahir seperti August Pullman, mungkin aku akan berusaha untuk tidak banyak berhubungan dengan orang lain. Jujur, aku takut kalau diolok-olok (mungkin ini nggak membangun ya, tapi ini jujur). Aku akan lebih mendekatkan diri ke ortu, yang sudah mengenalku dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ..what if your family never support you? *eh :p

      Hapus
  9. Selamat Ulang Tahun Linda..
    Salam kenal, mau ikutan ya :)

    Kalau terlahir sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis berharap mempunyai orang tua yang kuat mental dan tidak 'menyembunyikan' anaknya sehingga aku dapat memupuk rasa percaya diri biarpun tau mempunyai keadaan yang berbeda tapi tidak akan rendah diri dan akan berusaha mempunyai keahlian yang spesial sehingga bisa tetap eksis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar ga normal, yang penting eksis. (?) :D

      Hapus
  10. Selamat ulangtahun, Kak.

    Saya mau jawab ya, untuk pertanyaannya :D
    Kalau seandainya ada teman atau saudara saya dengan penyakit tersebut, saya akan memperlakukan mereka seperti biasa. Dalam arti, tidak diistimewakan atau khusus.
    Saya pribadi tidak suka kalau ada orang yang seolah 'kasihan' dengan saya kalau sedang sakit.
    Diperhatikan itu menyenangkan, tapi dikasihani kan menyedihkan.
    Jadi, saya akan menunjukkan ke mereka kalau saya sayang kepada mereka sebagaimana adanya mereka, Sekalipun mereka tidak punya penyakit tersebut, saya sayang mereka dengan kadar yang sama.

    Kalau saya yang memiliki penyakit tersebut, saya tidak yakin apakah saya bisa tabah. Tapi, hal yang paling saya inginkan adalah memiliki keluarga yang sama dengan yang saya miliki sekarang. Coz I believe that they will love me the way I am. Mereka pasti akan mendukung saya dan membuat saya cinta diri sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Diperhatikan itu menyenangkan, tapi dikasihani kan menyedihkan."

      Setuju! :))

      Hapus
  11. langsung aja ya.....kalo aku jadi penderitanya ya gak munafik pasti butuh waktu buat bisa meyakinkan diri tentang kondisiku..dan pastinya butuh suport dari orang-orang buat meyakinkan diri bahwa aku bisa hidup meski dengan kondisi seperti ini, tapi kalo teman atau keluarga yang mengalami ya..aku tidak bisa bersikap menutup mata atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa..kita gak boleh memperlakukan dia atau bersikap normal biasa, karena dia tidak biasa,,yang kita lakukan adalah mendukung setiap langkah yang ia akan ambil dan meyakinkannya kalo dia pasti bisa menghadapi semua kondisinya,selain itu yang perlu kita lakukan ya membesarkan hatinya dengan memotivasi dia ..dengan kekurangan dia..pasti akan muncul sebuah evolusi sebuah kelebiahn yang ia miliki yang orang lain tidak miliki..yang membuat dia akan menjadi lebih abaik. :) cuman itu aja yang muncul dibayanganku kak :) sesudahnya...............


    SELAMAT ULANG TAHUUUUUNNNNN :)

    BalasHapus
  12. Pertama-tama Happy Birthday (dulu) buat kak Linda dan blog-nya! Semoga makin banyak pengunjungnya XD
    Untuk jawabannya menyusul ya, karena butuh kreativitas (alah) XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha makasih. Okay, gapapa. :))

      Hapus
  13. selamat ulang tauuunnn, wish u all the best, maap telat hehe ._. oiya, salam kenal juga yaa :D

    kalau aku punya sodara yang berpenyakit kayak gitu, pertama liat pasti agak takut, beneran deh pas nyari penyakit itu di google langsung ngeri sendiri >< tapi kalau udah kebiasaan mungkin aku juga bakal bertindak biasa, ngasih support supaya dia tabah dengan keadaannya, Allah menciptakan sesuatu itu pasti ada hikmahnya, dan orang itu emang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing kan ya? mungkin dia kurang di penyakit ini, tapi coba deh pasti ada suatu hal yang patut dibanggakan darinya, kelebihannya. sesulit apapun itu dicari tapi kita harus yakin, pasti ada.

    dan kalau aku yang menerima penyakit itu, pertama mungkin aku akan sangat malu dan berpikir kenapa harus aku yang kayak gini? tapi mungkin seiring berjalannya waktu aku akan mulai menerima keadaanku dan lebih mendekatkan diri pada Allah. aku gak bisa ngerubah yang lalu, tapi aku masih bisa ngerubah untuk ke depannya kan? aku harus tegar, gak boleh putus asa, aku ini spesial, aku unik dan aku ingin ngebuktiin ke orang kalau aku punya kelebihan. oke fisik aku kayak gini, tapi aku masih punya otak yang bisa aku banggakan dengan rajin belajar. bahkan aku mungkin bisa melakukan suatu hal yang baru, yang bahkan orang sehat gak bisa lakuin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetaplah berpikir positif. *catet deh*
      ^^

      Hapus
  14. Happy birthday kak Linda ^^
    Semoga semua yang indah terus muncul di hidup kakakk *ciehh* *salam kenal btw xD*

    Kalo aku terlahir dgn Mandibulofacial Dysostosis, aku bakal.. 1. pusing nyebutin nama sindromnya. *ditendang*
    tapi yang pasti aku orang yang minder, jadi so pasti I will hate myself. I will definitely do. Aku bakal down se-down-downnya, serius. Lah habis ga ada sindrom apa2 aja aku orangnya minder, gimana kalo punya? *jadi curcol*

    tapi aku yakin kalau aku dikasih kesempatan seperti itu pada akhirnya aku akan ngerti bahwa yang diatas punya rencana yang paling indah, paling perfect buat aku. Belum lagi pasti ada dukungan keluargaku yang aku percaya sayang sama aku :') *brb nyari tisu* kekeke

    nah kalo untuk saudara/temen.. yang pasti tetep support dan mendoakan. mengingatkan supaya tetap menghargai diri sendiri. memotivasi, menunjukkan kalau masi ada orang2 yg sayang sama dia bagaimanapun keadaannya :D
    dan mungkin aku kasih buku wonder kali ya, biar bisa relate.. hehehehe

    BalasHapus
  15. "Jika kamu dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman atau mempunyai saudara/teman yang menderita kelainan tersebut, apa yang akan kamu lakukan?"

    Selamat ulang tahun Kakak!!! Semoga apa yang diinginkan bisa terkabul, ya?!
    Kalau aku menderita Mandibulofacial Dysostosis aku pasti shock, tapi mau bagaimana lagi, aku harus menerimanya dengan iklas, dan berusaha hidup seperti orang normal walaupun aku tidak terlihat normal. Tapi jika itu temanku, aku tidak akan menganggap dia tidak normal, aku akan menganggap itu biasa dan memperlakukannya seperti orang biasa juga. Aku tetap akan di dekatnya dan tak akan meninggalkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. beneran nggak akan ninggalin temen? *eh :p

      Hapus
  16. Jika aku dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis aku tetep bersyukur pada Tuhan , karna walau aku menderita penyakit itu tapi aku berterimakasih karna udah lahir di dunia. Aku akan tetep percaya diri walau mungkin orang lain melihat aku aneh , kasihan , atau mungkin dicemooh. Karna Tuhan pasti punya rencana lain walau aku menderita itu.AKu juga berharap orangtuaku tidak menyesal punya anak yang menderita penyakit itu.

    Kalau aku punya temen yang menderita itu , aku akan mendukungnya. Karna pasti dia dicemooh orang lain , dia juga mungkin tersiksa , atau menyesal.

    BalasHapus
  17. walau telat, saya tetap bilang 'selamat hari tanggal lahir' yaaa ^^


    Jika saya dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman, yang saya lakukan hanyalah bersyukur. Sebab Tuhan memberi saya kesempatan untuk hidup, walau fisik saya demikian. Sesuatu yang paling berharga di dunia ini ialah kesempatan hidup dan menikmati indahnya dunia. Okay, mungkin keluarga saya agak ‘kerepotan/seram/muak/apalah’ dengan kondisi saya, namun saya akan berusaha untuk tetap bersemangat dan tersenyum pada dunia. Saya harus mampu membuktikan bahwa saya dapat berguna bagi orang lain. Sebab manusia diberi kesempatan hidup, selain untuk menyembah Sang Pencipta, juga bertujuan berguna bagi manusia lainnya. Saya akan mengajarkan pada banyak orang akan indahnya rasa bersyukur dan bagaimana menjalin sebuah keikhlasan dan ketabahan dalam diri. Juga mengajarkan bahwa bukan keindahan fisik yang utama, namun keindahan hati dan sikap.

    Bila mempunyai saudara/teman yang menderita kelainan tersebut, yang akan saya lakukan ialah berusaha sebaik mungkin menjadi sahabatnya, orang yang ada di sampingnya saat dibutuhkan. Kelainan seperti itu bukan pintanya, namun menjadi takdir Tuhan. Saya yakin Tuhan hanya memberikan cobaan pada orang yang tepat dan kuat. Bila saudara/teman saya mengalaminya, maka mungkin Tuhan berpendapat ia sosok yang kuat. Dan saya akan terus berada di sampingnya agar dia tak merasa sepi, sebab manusia hidup sebagai makhluk sosial, bukan makhluk yang kesepian. Darinya, saya akan mengambil banyak hikmah. Bahwa kesabaran dan rasa syukur ialah kekuatan terbesar manusia dalam menjalani hidup sebaik mungkin.

    :') terharuuu

    salam manis,
    @argalitha

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Sebab manusia diberi kesempatan hidup, selain untuk menyembah Sang Pencipta, juga bertujuan berguna bagi manusia lainnya."
      Yep. Nggak ada yg diciptain dengan sia-sia. :)

      Hapus
  18. Barakallah ya.. :)

    setiap orang pasti tidak ingin menderita Mandibulofacial Dysostosis.. tapi jika itu terjadi padaku atau saudaraku.. Yang pertama yang harus di lakukan adalah, menerima dan mencintai diriku sendiri. Menerima bagaimana pun keadaannya.. jika sebagai saudara, kita pun harus menerima dan mendukung si penderita. Dengan begitu, kepercayaan diri akan tumbuh. Rasa syukur pun tak terlewat untuk di panjakan.. Karena, memiliki kesempatan untuk hidup di dunia ini pun, adalah sesuatu yang sungguh luar biasa :)

    BalasHapus
  19. Happy belated birthday Linda, I wish you health and happiness for all time.

    Jujur aku gugling dulu untuk tau penyakit itu. Dan bagaimana kalau aku dilahirkan dengan penyakit Mandibulofacial Dysostosis/.

    Hmmm, jujur aku ini orang yang pesimis dan sinis, jadi aku gak mau munafik. Pastinya aku akan sering merasa dunia ngga adil dan nangis mengutuki keadaan diri sendiri, tapi itu semua balik lagi ke lingkungan keluarganya. Kalau keluarganya paham, mengerti dan supportif sama sang penderita dan mengajarinya untuk menerima keadaan tersebut, maka sang penderita (misalnya aku) pasti akan baik-baik saja. Maksud aku baik-baik saja, aku akan tetap tegar, optimis dan percaya diri sebagaimana mereka yang normal dan berusaha membuat hidup itu indah dan membuat diriku berguna untuk orang lain, misalnya menjadi inspirasi bagi mereka yang memiliki penyakit sejenis. Memang lebih mudah dikatakan tapi menurutku semua itu balik ke lingkungan. Manusia baik normal atau tidak bagaimana sikap mereka dalam menghadapi dunia, semua balik ke didikan dan kasih sayang dalam keluarga.

    Kalau ada orang dekat aku yang menderita penyakit Mandibulofacial Dysostosis, aku akan mendukung dia agar tetap percaya diri. Caranya dengan tidak membedakan perlakuan terhadap dia dan orang lain. Lalu aku akan perkenalkan dia ke teman2 aku, jadi biarkan dia tau kalau aku nggak malu sama dia, malah aku akan banggakan kalau seandainya dia cerdas :) Dan seandainya ada yang mengejek dia karena keadaannya, aku akan membelanya, karena prinsipku adalah say no to bully

    BalasHapus
  20. Follow blog ini via GFC >>> sudah , nama akunku Sari Widiarti
    email : kontak.sari@gmail.com
    twitter @MentionSari
    jika aku dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis, pertama aku bakal minder, iya.. aku orngnya sensitif. Tapi disitulah aku harus bangkit karena aku ingin disamakan seperti orng kebanyakan. Akan aku bukikan jika aku juga manusia yang berharga dan memiliki potensi di dalam diriku, jadi aku tak ingin diremehkan orang lain.

    Terimakasih. ^_^
    sudah aku isi itu helikopternya :D

    BalasHapus
  21. Hallo, salam kenal dan selamat ulang taun ya.. sukses selalu ^^

    Jika aku atau saudaraku ada yang menderita Mandibulofacial Dysostosis pasti semua itu tidak akan mudah untuk diterima, dan pasti yang dilakukan adalah menyalahkan keadaan dan terpuruk namun disaat seperti itulah yang diperlukan adalah dukungan dari orang-orang tercinta dan juga lingkungan, Agar tidak ada rasa menjadi yang 'berbeda' diantara yang lainnya. Karena pada dasarnya semua manusia itu sama. Pasti mempunyai kekurang dan juga kelebihan.
    Aku bakal bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk berada di dunia, walau dengan segala keterbatasan yang kumiliki,jika aku sanggup dan mampu aku akan mengabdikan diriku untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

    Terima Kasih ka ^^

    BalasHapus
  22. Kalau aku dilahirkan sebagai penderita, aku akan tetap bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Aku tahu mungkin aku tak sempurna seperti manusia lainnya, dengan keadaan yang 'menyeramkan'. Namun, bagaimanapun keadaan itu, aku akan tetap bersyukur. Bukankah keindahan hanyalah hal yang tak seberapa/ Tergantung bagaimana amalan-amalan kita.

    BalasHapus
  23. aku gak bisa bayangin diri aku sendiri mbak dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis, seriusan gak berani bersyukur banget bisa lahir dengan keadaan normal, jadi saya coba dari sudut pandang saudara/teman saya yang mengalami Mandibulofacial Dysostosis. pastinya sedih banget ya liatnya, pasti susah menjalani hidupnya didrpan orang lain, bukan tidak mungkin dia mendapat cemoohan dari orang lain,, yaa setidaknya saya sebagai saudara memberi support agar semangat menjalani hidup,menemaninya & memberi dorongan kepercayaan diri bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, memberi nasehat bahwa didunia ini kita terlahir sebagai pemenang, walaupun tidak dalam kondisi yang normal. Tuhan memberikan kita kesempatan buat nelihat dunia, bagaimanapun keadaan kita tetap bersyukurlah bahwasayan kita lah pemenangnya..

    pokoknya tdak patah semangat menjalani hidup ini dalam kondisi apapun, karena masih ada orang-orang yang sayang sama kita, jadi jangan buat orang yang ita sayang merasa kecewa dengan keegoisan kita dengah tidak menerima pemnerian Tuhan

    BalasHapus
  24. jika aku punya penyakit seperti August Pullman ini... naudzubillahimindzalik deh, tapi klo berandai-andai aku akan menetapkan motto: i love myself no matter what. Aku tetap percaya diri, dan jika aku dijauhi atau diolok-olok oleh orang lain aku akan membalasnya dengan kebaikan, seperti apa kata idolaku Justin Bieber: kill them with kindness. Yeah, i'd love to do that. Aku juga akan menunjukkan ke mereka bahwa orang tak sempurna sepertiku tidak dapat dipandang sebelah mata dengan menjadi anak yg berprestasi dan membanggakan orang tua.
    Aku juga selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, agar kelak hidupku berubah menjadi sempurna di akhirat nanti.

    Dan jika ada orang disekitarku yg mempunyai penyakit seperti itu, aku akan memberi motivasi padanya dengan cara membacakan buku inspiratif tentang orang-orang tidak sempurna seperti dirinya secara rutin. Aku juga akan menjadi sahabat baiknya dan dapat membuatnya bersikap terbuka padaku hingga aku tahu kehidupannya, mengerti tentang apa yg dirasakannya, juga derita yg ia alami baik dari dalam dirinya atau dari lingkungan sekitar seperti bullying dari teman, pendiskriminasi-an, dikucilkan di masyarakat. Khusus kasus bullying aku akan membelanya sebisa mungkin karena aku sangat benci tindakan bullying.

    BalasHapus
  25. Met ultah ya lindaa...
    saya ngak ikutan abis pake Rafflecopter, ribet bet..
    wish you all d'best dan smoga acara giveaway kamu juga ramee ya :)

    BalasHapus
  26. Alles gute zum Geburztag kak Linda ({})

    Jika saya dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman, saya tidak tahu hendak berbuat apa. Kemungkinan ketika saya masih berusia belia, saya belum mengerti apa yang terjadi pada diri saya. Dan ketika saya sudah bisa mencerna 'keadaan' saya yang sebenarnya, saya hanyalah bisa bersyukur atas anugrah Allah SWT karena walaupun keadaan saya 'istimewa' dibandingan manusia normal lainnya, saya tetap bisa menghirup hangatnya dunia. Melaksanakan kewajiban terhadap Sang Pencipta. Dan... Saya berharap orang-orang disekitar saya akan menerima keadaan saya. Saya tidak masalah jika harus homescooling, asalkan anggota keluarga menyayangi saya sepenuh hati. :')

    Jika saya mempunyai teman ataupun saudara yang dilahirkan sebagai penderita Mandibulofacial Dysostosis seperti August Pullman, saya akan berusaha menjadi orang terbaik dihidupnya. Memberikan motivasi dan semangat hidup semampu saya. Mengingatkan padanya akan 'jalan istimewa' yang Allah berikan melalui dirinya. Yang pasti, saya tidak akan menjauhinya. :')

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...