Kamis, 27 Juni 2013

[REVIEW] After School Club

"Hei, lo, kan, udah dapat nilai bagus, terus kenapa elo masih ikut kelas ini?" tanya Putra. Sekarang anak-anak terdiam, sementara Mario tampak berpikir.
"Hmm.. kenapa, ya?" katanya bingung.
"Kalo gue sih, gue seneng banget bisa ada di kelas ini. Gue enggan meninggalkan kelas ini. Teman-teman gue yang paling berharga ada di kelas ini," sambar Ruby membuat beberapa anak mengangguk-angguk setuju. (page 45)

Judul: After School Club
Penulis: Orizuka
Penerbit: Bentang Belia
Tahun: 2012
Halaman: 244
ISBN: 978-602-9397-40-6
I rate it 5/5 stars

Gara-gara nilai fisikanya turun tiga kali berturut-turut, Putra diharuskan mengikuti pelajaran tambahan di After School Club. Masalahnya, anak-anak di After School Club itu dikenal sebagai anak-anak bego, dodol, dan tentunya.. norak. Putra yang selama ini dicap sebagai salah satu anak populer tentu saja ogah-ogahan disuruh gabung sama anak-anak dodol itu. Namun, dengan cara apa pun, Putra tidak bisa menolak maupun berhenti dari keharusan mengikuti pelajaran tambahan, kecuali nilai Fisikanya telah mencapai angka 70.

Dimulailah ‘petualangan’ Putra di kelas After School. Dari diberikan kursi spesial oleh anak-anak dodol, dikerjain habis-habisan (well.. yang paling gila di sini adalah duo Mario dan Ruby, yang nggak kembar tapi kembar.. gilanya), menyembunyikan kenyataan kalau dia berada di kelas anak-anak dodol itu, sampai dikejar-kejar ketua After School Club, Cleo. Putra tidak tahu pasti bagaiman nasib seterusnya di kelas itu, yang pasti adalah.. hidup Putra tidak akan sama lagi..

Salah satu buku yang rela kubaca pas dini hari. Satu lagi buku remaja khas Orizuka.. fresh, ringan, dan membuat aku merindukan masa SMA. :)

Ikut merasakan galaunya Putra memilih jurusan, masuk IPA, IPS, atau Bahasa, sedangkan orangtua ‘maksa’ banget pokoknya ‘harus’ masuk jurusan blablabla.

Lalu ada masalah cinta.. pedekate hahaha (duh, Cleo-Putra). Pas jadian penginnya di sms, ditelepon, diucapin “Goodnight” lalu “Sweet dream” huahahaha. Lucu banget kalo inget gaya pacarannya Cleo-Putra yang agak alay, tapi begitulah remaja yang baru gede. Sempat ngerasain gitu juga soalnya hahaha. Jadi aku maklum aja sama tingkah Cleo yang pengin diperhatiin Putra. #SalahFokus

Ada pula ‘setan-setan’ yang memimpin keonaran di kelas, kalau yang satu ini.. sebut saja Ruby dan Mario. Nggak habis pikir sama ulah mereka berdua. Bawaannya pengin ketawa mulu. Tuh manusia kena bom nuklir kali ya, bisa gila dodol begitu hahaha.

Kalimat-kalimat di buku ini mengalir, nggak maksa. Aku menikmati membaca buku ini dari awal sampai akhir. Dan aku merasa kurang! Pengin baca lebih banyak lagi kisah tentang anak-anak dodol ini setelah naik kelas 2. Aku suka cara Mbak Orizuka menyampaikan pendapat tentang IPA, IPS, dan Bahasa tanpa menyela atau mendukung salah satunya melalui kisah After School Club ini. Jadi kita bukan membaca buku remaja yang ‘kosong’, melainkan memiliki nilai. :)

Selain mengenai tiga jurusan yang sering dipandang sebelah mata sama kebanyakan orangtua tadi, Mbak Orizuka juga menyampaikan nilai persahabatan. Duh.. jadi iri berat sama After School Club yang seru! Pengin banget ngerasain sekelas sama Ruby+Mario yang ‘ancur’ banget. Zia yang melulu tebelin bedak di mukanya (yang jadi bulan-bulanannya Ruby). I'm wondering both Ruby and Zia will finally be a couple. Aku rasa kelas XI IPS 2 bakal gempa bumi tiap hari. *ngakak* Cleo yang jadi Ratunya lagu dangdut Putri Panggung pas karokean (oh, plus goyangannya mameen), Putra yang cuek bebek dan ‘oon’ banget kalau menyangkut urusan cewek, dan Panca yang kesadarannya selalu hilang, juga ilernya selalu keluar pas lihat Rachel. Seru banget pastinya kalau bisa ngumpul sama mereka!!!

Omong-omong, tiap kali aku lihat tingkah Ruby dan Mario, tiba-tiba inget Fred dan George Weasley.. Okay, ini random banget sebenernya hahaha. *nyengir* #AbaikanSajalah

Ah.. suka banget sama After School Club! Recommended buat siapa aja, terutama remaja. Bacaan yang ringan ini cocok buat kita yang lagi puyeng dan stress. Mempan dibaca setelah ujian (kayak aku). :D

"Biasanya cinta nggak lihat tipe. Lo bisa suka sama seseorang walaupun dia bukan tipe lo." —Cleo (page 109)
"Ingat, kalau kalian memang punya cita-cita yang hanya bisa dipenuhi dengan masuk jurusan IPA, jangan menyerah hanya gara-gara kalian tidak suka pelajaran eksak. Begitu pula pada jurusan IPS dan Bahasa. Jangan menyerahkan cita-cita kalian pada hal-hal remeh seperti itu," kata Ramli. (page 154)

4 komentar:

  1. Pertamax!! :D Aku udh baca buku ini, n KEREN XD karya kak Ori emang mantap ya ;3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orizuka emang keren nulis bukunya. Dia salah satu penulis Indonesia favoritku! :D

      Hapus
  2. Ini bagus bukunya Lin? Aku beli di obral Madiun Rp12.000,00 >.< aku baca bukunya I For You, bagus. Jadi pas ada sale ini langsung beli deh, padahal sebenernya aku nggak yakin buku yang ini bakalan bagus, soalnya cover itu kekanak-kanakan banget.. *su'ujon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku bagus kok, mbak. Cuman ceritanya rada teenlit, soalnya karakternya anak SMA semua. Tapi asyik kok, nggak ngebosenin! Baca buku ini jadi kangen masa2 konyol di SMA. :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...