Selasa, 25 Juni 2013

[REVIEW] Spell Bound

Sampai pagi ini, aku masih demon dan memiliki sihir yang sangat dahsyat. Berkat mantra pengikat, sihir itu raib. Aku tidak bisa mengakses kekuatanku. Selain itu, yang juga hilang adalah sahabatku, Jenna. Dan ayahku. Dan Archer, cowok yang kucintai. Dan Cal, tunanganku. (Ya, kehidupan asmaraku memang rumit.) —Sophie (page 9)

Judul: Spell Bound
Seri: Hex Hall #3
Penulis: Rachel Hawkins
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Ufuk Fiction
Tahun: 2013 (first published 2012)
Halaman: 396
ISBN: 978-602-7812-05-5
I rate it 4.5/5 stars
Dengan sedih aku mau bilang sejujurnya aku malas melanjutkan untuk membaca buku ketiga sekaligus buku terakhir seri Hex Hall ini. Kenapa? Okay, gapapa ya curhat bentar. Jadi, salah satu 'temen' yang ngotot minjem buku ini tiba-tiba ngetweet aku: “Tahu nggak sih kak, ternyata blablablabla.” Sengaja aku tulis blablabla di sini, aku kan baik.

Yep. Jadi dia tiba-tiba ngasih tahu ‘hal-yang-kalau-akhirnya-pun-aku-akan-tahu-tapi-pengin-tahu-dengan-baca-sendiri’ begitu. Aku langsung kesel. Itu buku belum aku baca lho.. dia seenak jidat ngasih bocoran begitu. Padahal dia udah tahu kalau aku belum baca. Arrrgggghh.. marah? Banget! Luarnya aja aku maafin dia (yaelah.. emangnya dia pernah bener-bener minta maaf hah?), dalemnya.. okay, kadar api neraka itu masih menggelegak. (?)

#StopCurcolPlease

Tapi ujung-ujungnya aku baca juga. Soalnya udah kangen sama leluconnya Sophie. Kangen sama aura menenangkannya Cal. Kangen sama rambut pink Jenna. Dan kangen sama keseksian Archer. :p

Spell Bound menceritakan tentang Sophie yang untuk sementara kehilangan kekuatannya. Hilang? Yep. Ia seharusnya menjalani pemunahan, tapi apa daya pemunahan itu nggak pernah terjadi pada Sophie. Kekuatannya hanya disegel. Dan misi Sophie dalam buku ini adalah memulihkan kekuatannya itu, agar ia bisa menumpas pasukan demon yang sedang dibangkitkan atau kalau memungkinkan, mengembalikan wujud demon itu menjadi wujud mereka yang sebelumnya.

Sophie demon, tapi dia menumpas demon? Bingung ya? Well.. penginnya aku cerita banyak. Tapi nggak mau jadi spoiler. Nah, begitulah gambaran kisah Sophie di seri terakhir Hex Hall.

Berhasilkah Sophie mendapatkan kekuatannya kembali dan menghentikan aksi para demon? Baca deh. Seruuuu!

Di Spell Bound, terjawab sudah misteri tentang keluarga Brannick. Pernah dengar? Keluarga Brannick ini sejak di buku sebelumnya sudah terkenal dengan titel pemburu prodigium. Nah, siapa-siapa saja keluarga Brannick itu? Di sini kalian bakal tahu. Dan aku harus mengakui kalau aku suka sama keluarga Brannick. :)

Tentang Mata? Well.. sayangnya aku belum terpuaskan tentang latar maupun peran Mata di seri ini. Aku bahkan hanya menganggap Mata itu karakter sampingan. Padahal di awal buku aku ngiranya Sophie bakal perang sama Mata yang kejam ini. Ternyata aku salah banget! Yang tadinya di buku pertama dan kedua hanya kuanggap tokoh yang kurang penting, eh, malah dia yang jadi musuhnya. *mijit jidat Siwon*

Okay, seri Hex Hall memang punya banyak twist. Tak terkecuali Spell Bound. Dan menurutku twist-nya pas. Kadang bikin aku ngangap saking kagetnya sama apa yang barusan aku baca. *okay, ini lebay (lagi)*

Omong-omong soal cara Hawkins meramu cerita, nggak usah ditanya, dia emang Ratunya buat aku terhipnotis. *eaaa terhipnotis, lebay* Tapi tapi tapi.. jokes-nya Sophie agak berlebihan di sini. Bukan! Bukan berlebihan ngucapin jokes, tapi frekuensi dia ngucapin jokes itu. Kelihatan banget kalau Sophie stress berat. Dia juga dalam kondisi galau. Di satu sisi, dia sayang sama Cal. Dia juga mencintai Archer. Errr.. but still a better (much much better) love story than Twilight, eh?

Aku cuman mau bilang.. Spell Bound buat aku patah hati dan bahagia sekaligus. Oh, sebenarnya nggak bahagia-bahagia amat sih. Tapi tetep aja, aku suka seri Hex Hall.

Menamatkan Spell Bound seolah-olah nggak bisa dengerin racauan Sophie yang konyol lagi, nggak bisa memperhatikan Cal yang pendiam lamat-lamat (oh, aku cinta Cal! Cal! Cal!), ngacak-ngacak rambut Jenna, dan merasakan cinta Archer yang dalam ke Sophie. Benarkah cuma sampai di sini? *barusan hampir nangis* *iya, aku tahu aku lebay!* *lalu nyanyi 'Cinta Sampai Disini'-nya D'Masiv (?)*

Sebagai buku terakhir, menurutku Spell Bound sudah cukup memuaskan dan memberikan kesan yang dalam (dalam banget malah! *ambil tisu* *buang ingus*). Scenes berjuang mendapatkan kekuatan Sophie kembali maupun usaha untuk menumpas demon lebih seru daripada bagian-bagian seru di kedua buku sebelumnya. Posisi aku pas baca entah udah kemana-mana. Nggak bisa baca calmly dengan satu posisi dalam jangka waktu beberapa menit doang. Pendek kata, buku ini nggak bisa buat kita membaca dengan anggun.. (?)

Pemirsa sekalian.. I always love reading fantasy mixed with YA genre. And this series is one of those amazing stories. Jadi, aku dengan senang hati merekomendasikan buku ini untuk kalian yang penggemar fantasi sekaligus YA. Yes, this series is "impossible-to-put-down".. :)

Akhir kata, meskipun seri ini udah tamat, karakter-karakternya bakal tetap hidup di sini.. *nunjuk hati* (tabok aja nih reviewer sekalian biar dia nggak melulu meracau!) Ah.. I'll miss you all so much: Sophie, Cal, Jenna, Archer, Elodie, etc. Sekarang aja udah kangen huahahaha. *ambil tisu lagi* :')

“Waktu bukanlah sesuatu yang tetap, Sophia. Setiap keputusan bisa membimbing kita menyusuri jalan yang berbeda…” —Torin (page 96) 
“Aku suka padamu, Sophie. Sangat suka. Selama beberapa waktu, kupikir mungkin lebih dari itu. Tapi kau mencintai Cross… Jadi, kurasa yang ingin kukatakan adalah sebagai orang yang bertunangan denganmu, aku menyesal kita tidak menjadi lebih dari sekadar teman. Tapi sebagai temanmu, aku ingin kau bahagia. Dan kalau Cross yang kau inginkan, aku tidak akan menjadi penghalang.” —Cal (page 322)

14 komentar:

  1. Hmmm ini buku yang dulu kutunda-tunda beli karena nunggu diskonan eh taunya Ufuknya problem. Sekarang bukunya jadi jarang ditemui dan belum terbeli sampe sekarang .Huwaaa!!! Penasaran sama endingnya, walau udah tau jg sebenernya *korbanspoiler*

    Btw, ada School Spirit kan sekarang tentang keluarga Brannick. Kayaknya seru tapi tau deh siapa yang bakal terjemahin ke bahasa Indo. Hix!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hah? Ufuk kena masalah apa mbak? *telat tau* Mbak korban spoiler juga? Yaudah senasib deh kita. Tos dulu lah hahaha. :D

      Huwaaaa mau mau mau! Semoga masalah Ufuk cepet kelar, biar bisa diterjemahin. Aku udah kangen aja sama tulisannya Hawkins! >.<

      Hapus
    2. Ufuk kan.. bubar.. gara-gara pemiliknya pecah kongsi, tapi salah satu katanya sih masih mau bikin percetakan gitu.. Kalo ga salah.. makanya ga jelas nasib novel2 series yang belum diterjemahin gimana.

      Hapus
    3. Oh my.. huaaaa nasib Unearthly gimana ini? Aku suka sama buku ituuu.. >.<

      Hapus
    4. Aku punya Unearthly, Once a Witch, sama Winterlicht yang lanjutannya ga kluar2. HUWAAA!!!!

      Hapus
    5. Aku punya Unearthly sama Once a Witch doang sih. Dan gegara tahu kabar ini, nanti dulu deh baca Once a WItchnya (rrrr padahal ngebet pengin baca). Kalo Unearthly udah terlanjur bacaaaa. *nangis*

      Winterlicht kayaknya belum pernah kamu ripiu deh mbak. Penasaran hahahaha. :D

      Hapus
  2. Baca komentar dari review ini malah bikin shock...
    huhuuhu ufuk ternyata ada masalah??
    baru tahu aku, makanya aku heran kok ga pernah share info di fb ataupun twitter soalnya dulu sering ngadain kuis..
    jangan lagi-lagi salah satu penerbit hiatus kaya matahati, setelah patah hati vampire academy mandek di seri 4 sampai sekarang T^T
    semoga ufuk ga kaya gini, masih ada seri The Infernal Devices yang aku ikutin dan seri ketiganya Clockwork Princess belum diterbitin sama ufuk :(

    kalau Seri Hex Hall ini aku udah lengkap punya dari februari tapi belum kebaca juga sampai sekarang buku ketiganya dan masih terpajang manis di rak buku.
    Kalau kamu males baca karena spoiler, lain cerita sama aku,
    aku males baca karena emang penyakit yang suka nimbun buku baca belakangan
    hahaha
    padahal buku yang seri ketiga aku sengaja minta kado sama temen pas ultahku bulan februari itu *temen ga tau diri* XD
    walaupun belum baca aku juga udah tau endingnya gimana juga ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya begitu. :'(
      Hwahaha aku belum baca Vampire Academy, belum punya juga bukunya. Tapi rencanya mau minjem aja sih. #inikodeya? :p

      Ayodooong dibaca. Sayang banget dijadiin timbunan doang hehe.
      *padahal sendirinya juga suka nimbun buku*

      Hapus
    2. vampire academy aku juga minjem kok...huahaha
      dulu pernah ada niatan buat koleksi, eh malah seri ke 5 ga terbit2 :'(

      belum ada panggilan buat baca spell bound, biasanya timbul hasrat membaca kalau seolah-olah bukunya melambai2 buat minta dibaca
      *eaak* *apadeh* XD

      Hapus
    3. Sama, tadinya aku juga pengin koleksi. Tapi pas tahu penerbitnya.... *ehem* yaudah gagal ngoleksi. Ujung2nya nyari pinjeman atau nyari ebooknya aja sekalian. :D

      Hwahaha itulah salah satu alasan kenapa ada begitu banyak buku ditimbunan. xD

      Hapus
  3. suka dgn review buku ini,, walaupun belum pernah baca :(
    tapi, seperti-sepertinya ending-nya menarik nih..
    tertarik mau komen di review yg ini ya krn aku suka dgn bahasa yg sbg penyampai cerita (ciee.... ehem!!)
    dan satu lagi karena aku suka dgn 'Quotes' di atas :)
    semoga buku ini bisa cepat dlm genggaman aku.. Amiin..hehee :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay, satu lagi yang tertarik baca Spellbound! Eh, buku sebelumnya udah baca dong ya? Wajib tuh! :D

      Hapus
  4. aq belum namatin seri ini *nangis dipojokan*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cupcup, ditamatin gih, sayang banget kalo bacanya nanggung gitu. ^^

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...