Sabtu, 06 Juli 2013

[REVIEW] Coba Tunjuk Satu Bintang #unforgotTEN

Lucu rasanya, ketika dua orang bersama-sama dalam suatu perjalanan, tapi saling kehilangan. Keduanya berusaha percaya mereka sedang melangkah di arah yang sama, tapi kenyataan menyadarkan, mereka berjalan bersilangan. (hlm. 2)

Judul: Coba Tunjuk Satu Bintang
Penulis: Sefryana Khairil
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2013
Halaman: 208
ISBN: 978-979-780-647-7
I rate it 2/5 stars

Segala perlengkapan pernikahan telah disiapkan. Namun, tiba-tiba saja Dio membatalkan pernikahannya dan Marsha dengan alasan ingin menggapai mimpinya di Hamburg. Siapa yang tidak emosi coba? Hal itu membuat Marsha berang. Ia kesal akan sikap Dio yang egois, lebih memimpikan mimpinya dibanding pernikahan yang sebentar lagi dilaksanakan.

Tiga tahun setelah 'perpisahan' itu, Dio kembali. Berencana untuk menyelesaikan urusannya dengan Marsha yang belum selesai di masa lalu. Namun, apa boleh buat, Marsha terlanjur marah dengan pemuda itu, meskipun rasa cinta itu masih ada. Dio yang awalnya optimis akan mendapatkan Marsha kembali pun, lama-kelamaan menjadi resah karena ternyata sudah ada pemuda lain yang mendekati Marsha, yaitu Andro..

Sanggupkah Dio menyambung kembali ikatan yang pernah 'patah'?

Jika mencintai seperti proses respirasi, lalu mengapa kamu membiarkanku berhenti? (hlm. 1)

Sebelumnya, aku mau bilang terima kasih dulu buat Gagas Media yang udah memberikanku kesempatan untuk ikut serta meramaikan #unforgotTEN. Terima kasih, Gagas! Terima kasih kadonya. Dan.. happy birthday! :)) Satu lagi, aku juga mau bilang maaf, kalau saja review ini terkesan kasar.

#TimeForReview

Sefryana Khairil adalah salah satu penulis yang biasanya menghasilkan karya cantik. Sebut saja Sweet Nothings, salah satu novel yang ratingnya lumayan tinggi! Makanya aku tanpa ragu langsung memilih buku ini sebagai salah satu kado. Yup! Beneran tanpa ragu! Nggak lihat Goodreads lagi. Nggak jalan-jalan ke review orang lagi. Pokoknya langsung comot tanpa pikir panjang. Soalnya penulisnya Sefryana Khairil dan covernya cantiiiiik banget. Taruh saja gambar bintang-bintang sama paduan warna manis begitu, aku pasti langsung tertarik!

Aku memang belum pernah membaca buku karangannya Sefryana. Tapi punya satu bukunya, yaitu Sweet Nothings tadi (dan kemarin-kemarin berencana untuk beli Beautiful Mistakes), yang masih tiduran cantik di timbunan. Jadi ini adalah buku Sefryana yang pertama kubaca. Dan pendapatku mengenai buku ini adalah..

Aku suka gambar-gambar bintang bertaburan di dalam buku. Aku juga suka banyaknya embel-embel Astronomi seperti Orion, Sagita, Bellatrix, dll yang bentuk dan kadar cahayanya tidak pernah kuketahui. Entah kenapa rasi bintang selalu membawa kesan romantis.

Pas baca prolog, aku tertarik membacanya. Berharap ditawarkan kisah yang tidak biasa meskipun inti yang tergambar dari prolog biasa saja. Aku terus berusaha optimis. Menunggu dan menunggu bagian yang paling tidak buat aku senyum-senyum sendiri karena gentlemannya Dio atau mungkin twist dalam cerita. Namun, sampai aku menutup halaman terakhir, aku tidak mendapatkan apa pun. Selesai baca aku cuman bisa bilang: "Udah? Gitu aja?"

Aku tidak bisa menjudge buku ini berlebihan karena aku belum pernah baca karya Mbak Sefryana yang lain. Cuma ada satu hal yang buat aku heran, Mbak Sefryana ini kan udah pernah menelurkan banyak buku, kenapa Coba Tunjuk Satu Bintang malah terkesan seperti 'karya pertama' seorang penulis, bukan karyanya yang kesekian?

Konfliknya terlalu biasa dan aku agak tidak menikmati saat membacanya. Jadi penasaran, Mbak Sefryana nggak lagi dipaksa buat buku kan makanya ceritanya jadi begini? Padahal ceritanya bisa digali lebih dalam lagi lho, Mbak. :)

Untuk karakter, jujur saja aku tidak menyukai sikap Marsha yang plin-plan. Gengsinya terlalu tinggi sampai-sampai ngelakuin keputusan nekat padahal masih sayang Dio. Dio sendiri kurang kreatif untuk mendapatkan cintanya kembali, juga terkesan sebagai pemuda yang putus asa. Dia belum tahu kenyataannya, eh, udah sakit hati aja. Dio.. kamu harus jadi cowok yang dewasa, okay? Marsha juga, lho. Mungkin Andro, orang ketiga, yang berhasil mencuri sedikit perhatianku, tapi tidak banyak..

Satu bintang untuk latar Astronomi yang kuat dan satu lagi untuk desain sampul yang cantik. Aku berharap lebih pada karyamu yang berikutnya, Mbak Sefryana. Untuk Gagas, semakin sukses dengan buku-buku terbitannya! :D

"Jangan berpijak di tempat yang seharusnya tidak kamu pijaki. Nanti kamu tersesat." (hlm 164)

NB: review ini di-post dalam rangka #unforgotTEN Gagas Media.

8 komentar:

  1. Dari kemarin sama ini udah baca 3 review yang kurang puas dengan buku ini. Isinya dikit banget ya katanya? Sayang banget. Aku belum pernah baca buku-bukunya Sefryana Khairil sih jadi belum tahu juga gaya berceritanya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cuman 200an halaman, sebentar aja kelar. Baca Sweet Nothings deh, kayaknya bagus tuh. Apa mau baca bareng? :D

      Hapus
    2. Meeh... lagi puasa beli buku... Udah dapet buntelan 10 buku, sebelumnya juga baru beli buku belum dibaca. hehehe

      Hapus
    3. Eehh, puasa beli buku juga? Samaan! *semoga berhasil* :D

      Hapus
  2. Wah, bukunya kurang memuakan ya mbak? Saya pernah baca review tentang buku ini (tapi lupa dimana), dan review nya itu bagus banget lah. Dari situ jadi pengen baca buku ini. Tapi sepertinya kurang memuaskan ya? Jadi mikir-mikir lagi mau beli ini. Soalnya saya juga belum pernah baca karyanya Sefryana Khairil sih hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendapat tiap orang beda2, Dyah. Aku kurang suka buku ini karena menurutku bukunya terlalu biasa dan klise. Aku juga lagi bosan sama tema begitu dan pengin dapat sesuatu yang baru. Tapi nggak semua orang pendapatnya sama kayak aku kok. Mungkin aja mereka suka buku ini karena mereka suka baca buku yang ringan2, nggak terlalu njelimet. :)

      Kalau pengin tahu bagus atau nggaknya, coba dibaca sendiri aja. :D

      Hapus
  3. Wah.. padahal aku tertarik sama buku ini dan Coming Home.
    Aku baru sekali baca karya Sefryana, Sweet Nothing. Dan aku ngerasa cukup tertipu rating. hahaha
    Mesti nimbang-nimbang lagi deh kalau mau beli buku ini, kecuali ada diskon gede :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga punya tuh yang Sweet Nothings, tapi belum baca hehe. Menurutmu gimana buku yang satu itu? Wish I can read it soon. Kata temen2 sih lumayan. :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...