Kamis, 17 Oktober 2013

[REVIEW] Runaway Ran

“…Gue butuh kerja, segera! I really need the money. Desperately. Gue udah nggak tega kalau belanja pakai duit Bokap. Tapi gue juga nggak mau pensiun dari belanjaaa…” —Katrin (hal. 24)

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 368
ISBN: 978-979-22-60000-7
Harga: Rp58.000,-
I rate it 5/5 stars

Katrina adalah seorang cewek metropolitan yang hobi belanja online—baju, tas, sepatu, novel, komik. Berapa pun harga yang harus dia bayar, dia tidak ambil pusing, dia bisa menggunakan uang subsidi yang diberikan ayahnya yang notabene seorang direktur.

Sampai suatu hari, ayahnya mendadak pensiun. Katrin tidak bisa lagi belanja sesuka hatinya. Katrin yang masih kuliah S2 menjadi tidak enak kalau terus-menerus menggunakan uang ayahnya yang sekarang tidak bekerja lagi, namun ia juga tidak bisa mengabaikan baju-baju dan tas cantik menggiurkan di butik online langganannya. Maka dari itu, Katrin nekat mencari kerja part-time DEMI memenuhi kebutuhan belanjanya.

Kebetulan ada broadcast message di Blackberry: "J.F. Ran, seorang komikus yang menulis komik lucu, nyeleneh, dan terkenal berjudul 4 Hero No Zero, sedang mencari asisten". Katrin pun mengirim CV dan akhirnya diterima menjadi asisten komikus yang ternyata ramah dan ganteng itu.

Sayangnya, sikap ramah Ran ternyata hanya acting saja. Aslinya Ran itu galak dan sinisnya minta ampun! Nggak sesuai sama komik lucu nan nyeleneh yang dia buat. Seleranya juga jelek banget. Masa iya, Viana yang mirip banci, norak, judes, mirip kuntilanak, dan cemburuan itu bisa jadi pacarnya Ran. Hiyyy..

Bisakah Katrin bertahan menjadi asisten Ran? Ada apa dibalik sikap Ran yang judes dan aneh tapi baik itu?

Gila! Sinting! Ajaib! Spektakuler! Kirain cuma Ran yang aneh, tapi ternyata orang sekitarnya juga aneh. Pacarnya ini juga nggak kalah aneh sama dia. Mana pakai acara maksa, pengin sering-sering datang karena takut Katrin berduaan sama Ran. Ya Tuhan, semoga Katrin bisa tahan untuk nggak ngajak cewek itu ke lapangan dan adu ilmu tampar-jambak. Dia betul-betul nggak mau kehilangan pekerjaan ini. (hal. 127)

Satu lagi buku yang bikin aku lupa kalau aku hidup di bumi. (?) Maksudnya gini, setiap aku membaca buku, aku (dan mungkin beberapa dari kalian juga) selalu menciptakan sebuah dunia baru saat membaca, dimana aku menjadi penonton kisah tersebut. Yah, pokoknya pas selesai baca itu aku cuman bisa diam, bingung kenapa udah ada di dapur sambil ngaduk santan padahal tadinya lagi bersenang-senang bareng Ran dan Katrin.

Paragraf selanjutnya akan aku samakan dengan review Goodreads, biasa.. reviewer malas. :p

Sama seperti buku Mbak Mia yang sebelumnya aku baca, yaitu Jun!!!, Runaway Ran juga membuatku puas dan memvonis Mbak Mia sebagai salah satu penulis favoritku. (Pokoknya harus ngumpulin buku-buku Mbak Mia!) Bahasa tulisan yang digunakan Mbak Mia selalu ceplas-ceplos dan apa adanya. Meskipun demikian, buku ini nggak terlihat asal-asalan, malah aku mau bilang kalau buku ini SUPERB!

Melalui tokoh Katrina, kita bisa belajar banyak hal. Sosok Katrina adalah, nggak usah diragukan lagi, seorang cewek metropolitan manja yang hobinya belanja! Lihat tas atau dress cantik dikit aja dia udah nggak tahan pengin beli, sebodo amat harganya sampai dua juta lebih. Lihat novel atau komik cinta-cintaan langsung deh beli. Iya, Katrin ini memang shopaholic sejati. Tapi sifat Katrin yang seperti ini lah yang membuat dia terasa dekat dengan pembaca. Nggak jarang kan kita nemuin karakter yang begini?

Meskipun demikian, Katrin ini orangnya mandiri! Terbukti dengan papanya yang tiba-tiba pensiun dan dia berusaha nyari uang tambahan sendiri demi memenuhi kebutuhan belanjanya. Emang sih, tujuannya agak aneh, tapi tetep aja kan meskipun dia manja, dia mau berusaha sendiri dan nggak mau nyusahin orangtua. Karakter yang begini nih baru cewek sejati! Kalau kalian baca buku ini, kalian pasti banyak nemuin sifat positif Katrin dibalik sifat manjanya itu.

Kalau Ran, dia ini pendendam, punya kepribadian ganda, seleranya jelek banget. Terbukti dari Viana, pacarnya Ran yang mirip banci mangkal. Etapi itu sampulnya Ran doang. Aslinya itu dia baik banget! Superhero! The real hero who also known as The Magic Pen. Meskipun di luarnya dia nggak pedulian banget, tapi dalamnya dia peduli sama orang. Aku mulai luluh sama Ran sejak dia ngebantu temennya Katrin (yah, ini aku nggak ikut-ikutan si Katrin lho ya :p).

In conclusion, ini bukan metropop 'kosong', banyak 'isi' yang bisa kita dapatkan. Dari persahabatan Katrin, Alya, dan Ina. Dari niatnya Katrin yang pengin belanja dari uang sendiri. Kita juga secara nggak langsung dikasih warning hati-hati lho. Nyari kerja itu nggak gampang, jangan langsung tergiur sama gajinya, telusuri dulu asal-usulnya.. kalau nggak selektif, bisa-bisa kita yang bahaya nantinya. Dan jangan jadi orang yang pendendam, karena dendam itu nggak baik, cuman ngasih kesenangan semata, besok-besok kita pasti nyesel udah balas dendam. Pokoknya dengerin wejangan dari Mbak Katrina Citra Cahaya deh, dijamin wejangannya berharga. *EH*

Untuk tipografi, hanya sedikit yang aku temukan di buku ini, yaitu kesalahan nama pada halaman 144. Yang harusnya Iman ditulis Herman. Jadi, Herman-nya double deh. Itu aja sih typo yang aku temuin.

Well done. Terima kasih Mbak Mia Arsjad, karena udah ngenalin aku sama Ran dan Katrina. Makasih juga udah ngenalin aku sama peran antagonis yang bukan cewek cantik badai, melainkan cewek norak badai. Aku suka buku ini. Bacaan yang ringan tapi ada nilainya. Recommended untuk siapa saja! Yang ngaku suka metropop, jangan nggak baca karya Mbak Mia yang satu ini. Sayang banget ngelewatin 4 Hero No Zero! :))

“Kalau kalian semua di sini cuma mau mencari bahan gunjingan, kalian sama aja rendahnya sama orang yang kalian anggap rendah.” —Ran (hal. 184) 
“…Semua yang berlebihan itu nggak baik. Suara yang terlalu keras bisa bikin kita nggak bisa menikmati. Makan terlalu banyak bisa bikin perut sakit. Cinta yang terlalu dalam bisa bikin kita takut melihat kenyataan.” —Katrin (hal. 189)

2 komentar:

  1. Huwehehe banci mangkal...
    Pengen baca, nunggu diskonan. Ahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, seleranya Ran 'keren' kan? ;)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...