Jumat, 18 Oktober 2013

[REVIEW] Generasi 90an

Kebahagiaan itu sederhana, nostalgia salah satunya, dan di sini mesin waktunya.

Judul: Generasi 90an
Penulis: Marcella FP
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 144
ISBN: 978-979-91-0536-3
Harga: Rp75.000,-
I rate it 4/5 stars

Bagi yang lahir di tahun 1990an atau menjadi dewasa di tahun 1990an, pasti merasa dong ya.. generasi sekarang udah beda sama generasi yang lahir tumbuh di tahun 1990an.

Kalau dulu pas galau yang dinyanyiin ya Tenda Biru atau Sakit Gigi, kalau sekarang ya Someone Like You itu yang di-replay terus menerus. :p Atau kalau dulu lagi bosen dan nggak ada kerjaan, gamebot lah yang dijadiin penghilang stress (meskipun ujung-ujungnya stress juga kalau kalah), kalau sekarang ya tinggal mainin game di ipad (yang bikin mata nempel di gadget).

Ada banyak hal unik, asyik, alay, dan tak terlupakan yang pernah kita lakukan di masa 90an.. dan beberapa dari hal-hal itu sayangnya nggak bisa kita alami lagi sekarang. Yang bisa kita lakukan cuma mengingat kembali kenangan-kenangan itu bersama mereka yang pernah merasakan tahun 1990an.

Gimana caranya? Buku ini adalah salah satunya. Buku yang dibagi menjadi 5 bab ini—what we wear, what we watch, what we hear, what we read, what we play (ini aku nyebutinnya nggak secara berurutan)—adalah salah satu mesin waktu yang bisa membawa kita kembali ke tahun 1990an.

Beli Generasi 90an di toko buku, lalu baca deh sama temen-temen kamu yang sempat ngerasain tahun 90an juga atau sama mama-papa-kakak-mbak atau bahkan tetangga. Dijamin, acara ngumpul-ngumpul jadi tambah asyik karena penuh nostalgia. Dan hubunganmu sama mereka juga pasti tambah deket. Karena kita pernah sama-sama merasakan asyiknya ngumpulin tazos dan jepit ramput yang ada per-nya. Karena kita pernah sama-sama rebutan mau jadi ranger warna apa. Karena kita pernah nonton Tersanjung sampai tersandung batu karang di tengah perjalanan. Karena kita pernah mendengarkan musik atau bahkan merekam musik dengan kaset yang ada roll-nya itu. Karena kita pernah chatting pakai mIRC dan pakai disket yang memorinya nggak seberapa. Karena kita pernah dilarang untuk beli pena yang tintanya wangi, soalnya ada yang bilang kalau pena itu ada narkobanya. Dan, karena kita pernah melewati hari libur serta waktu senggang dengan bermain bersama teman-teman sampai sore, bukannya browsing ini-itu di internet sampai dini hari. :)

Membaca Generasi 90an membuatku (dan kalian juga tentunya) kangen sama masa-masa jadul yang mengasyikkan itu. Dan jumlah halaman buku ini yang sedikiiiiit, sebenarnya nggak cukup untuk merangkum semua hal yang pernah kita rasain di tahun-tahun 90. Meskipun demikian, ada perasaan hangat yang bisa kita dapat sesaat setelah membaca buku ini. Anggap saja seperti cinta lama yang bersemi kembali. :p Kalau kita bacanya sama temen-temen, mungkin kronologinya seperti ini: baca buku bareng, ketawa-ketawa, berbagi kisah masing-masing, selesai baca, diam sebentar sambil senyum dan mata menerawang, melihat teman satu sama lain, lalu tertawa (lagi). Benarkah demikian? :)

Nah, aku sudahi dulu review-ku kali ini. Nanti kalau diteruskan, ujung-ujungnya malah curcol sampai entah berapa puluh ribu kata. :p Tapi kalau masih belum puas sama review ini dan kalian lagi kurang kerjaan, silahkan baca review a.k.a curcolan ala abege kadaluwarsa (alias nggak abege lagi) di link ini. *malah promosi review*

A recommended book! Apalagi untuk mereka yang lahir, tumbuh, pokoknya menjalani kehidupan di tahun 1990an.

Minjem atau beli? HARUS beli! Pokoknya beli sekarang sebelum kehabisan. Biar bisa ditunjukin ke anak cucu nanti. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...