Showing posts with label Mia Arsjad. Show all posts
Showing posts with label Mia Arsjad. Show all posts

Friday, 22 April 2016

[REVIEW] Dil3ma

"Saat yang tepat untuk...? Untuk mutusin gimana perasaan lo sebenarnya? Memangnya sekarang bukan saat yang tepat? Kalau gitu kapan dong? Apa kriteria hari yang tepat? Perlu pertimbangan apa lagi? Nggak tahu, kan? Sama, gue juga, Na. Gue juga lagi menunggu saat yang tepat." (hal. 178)

Judul: Dil3ma
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2009
Halaman: 336
ISBN: 978-979-22-5017-6
I rate it 3/5 stars

BROKEN LADIES merupakan chat-room yang telah mempertemukan tiga cewek di buku ini. Awalnya sih mereka bertiga cuman ngobrol karena sama-sama merasa bermasalah sama cowok. Tapi kemudian mereka jadi sahabat dekat, yang sampai sekarang masih saja dilema tentang persoalan yang sama.

Lura, cewek cantik blasteran yang bekerja sebagai pramugari. Penyakit: punya dendam kesumat sama cowok tukang selingkuh. Penyebab: ibunya ditinggal ayahnya yang brengsek. Lura bersumpah bakal membasmi semua cowok yang bangga banget bisa selingkuhin pacarnya. Dan gara-gara sejarah kelam ibunya itu, Lura susah mau percaya sama cowok, meski dalam hati dia sayang banget sama Robi, cowok yang benar-benar tulus mencintai Lura.

Nania, cewek penggemar rally yang bertampang pas-pasan, anak konglomerat, pemegang salah satu perusahaan majalah ternama. Penyakit: nggak pernah bisa bilang putus ke pacarnya, Reva, yang selaluuu aja minta bayarin ini itu dan ngehina fisik Nania yang pas-pasan. Kenapa nggak bisa bilang putus kalau tingkahnya begitu? Nania takut menjomblo seumur hidup!

Mala, cewek cantik berambut indah (di deskripsinya gitu, entah indah yang gimana, mungkin kayak di iklan sunsilk .-.) yang bekerja sebagai sekretaris. Penyakit: terlanjur cinta sama bosnya, Mas Sis, yang sudah berkeluarga. Mau berenti? Lah, gimana mau berenti kalau udah cinta sampe ke ulu hati, mana si bos janji mau cerai lalu nikahin Mala pula! Janjimu itu, Maz.. (mana janji manizmuuuu~ mencintaikuuu sampai matiii~) :')))

Thursday, 17 October 2013

[REVIEW] Runaway Ran

“…Gue butuh kerja, segera! I really need the money. Desperately. Gue udah nggak tega kalau belanja pakai duit Bokap. Tapi gue juga nggak mau pensiun dari belanjaaa…” —Katrin (hal. 24)

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 368
ISBN: 978-979-22-60000-7
Harga: Rp58.000,-
I rate it 5/5 stars

Katrina adalah seorang cewek metropolitan yang hobi belanja online—baju, tas, sepatu, novel, komik. Berapa pun harga yang harus dia bayar, dia tidak ambil pusing, dia bisa menggunakan uang subsidi yang diberikan ayahnya yang notabene seorang direktur.

Sampai suatu hari, ayahnya mendadak pensiun. Katrin tidak bisa lagi belanja sesuka hatinya. Katrin yang masih kuliah S2 menjadi tidak enak kalau terus-menerus menggunakan uang ayahnya yang sekarang tidak bekerja lagi, namun ia juga tidak bisa mengabaikan baju-baju dan tas cantik menggiurkan di butik online langganannya. Maka dari itu, Katrin nekat mencari kerja part-time DEMI memenuhi kebutuhan belanjanya.

Wednesday, 7 November 2012

[REVIEW] JUN!!!

Judul: Jun!!!
Penulis: Mia Arsjad
Desain sampul: eMTe
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012
Halaman: 208
ISBN: 978-979-22-8760-8
I rate it 4/5 stars

"...Kalo liat dia sekarang, gue kayak nggak pernah kenal dia. Padahal dulu dia sahabat gue. Lo inget kan waktu dia pertama kali ketemu gue? Kalo dia masih nganggep gue sahabat lama, masa reaksinya begitu? Dingin. Mungkin, buat dia jadi anak baik-baik udah nggak keren." -Dira (page 25)
*sebelum kuliah, buat review dulu ahhhh..*

Dira dan Juna bersahabat sejak SMP. Tepatnya, mereka adalah sekumpulan kutu buku--bersama dengan Mayang dan Irwan juga--yang disatukan oleh hobi baca buku dan nonton DVD. Sayangnya, mereka nantinya tidak akan bersama-sama SMA di Jakarta. Mayang akan ke luar negeri, sedangkan Irwan akan sekolah di luar kota. Tinggal Dira dan Juna yang nantinya bersekolah di Jakarta.

Terakhir kalinya mereka berempat berkumpul (sebenarnya mereka tidak menyangka bahwa itu terakhir kalinya mereka berkumpul berempat), Juna sempat meminta Dira untuk ketemuan di taman dekat sekolah Minggu ini. HANYA mereka berdua. Dira pun menyanggupi.

Minggu siang, Dira sudah menunggu Juna selama 4 jam, namun Juna tak kunjung datang. Padahal mereka tidak pernah ngaret bila berjanji. Tapi sekarang Juna malah tidak datang. Tanpa kabar apa-apa pula. Dan memang.. Juna tidak pernah datang lagi, ke taman itu maupun bertemu mereka bertiga. Seminggu. Sebulan. Hingga setahun berlalu. Tidak ada kabar dari Juna!

Masa SMP telah berlalu. Dira menjadi anak baru di salah satu SMA di Bandung. Tanpa diduga, di sana ia melihat seseorang yang dikenalnya. Arjuna! Ya, dia Juna. Salah satu sahabat kutu butu Dira--sekaligus cinta pertamanya. Sahabat yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Refleks Dira menyapa Juna.

Tapi Juna yang sekarang bukan Juna yang dulu. Ia memang sempat terkejut melihat Dira tiba-tiba muncul di depannya. Namun, ia malah berlalu begitu saja dengan ekspresi yang tidak dikenal Dira. Juna sekarang begitu keras dan dingin. Juna juga pemimpin tawuran di sekolahnya sekarang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...