Jumat, 27 Juli 2012

[REVIEW] Love, Aubrey

Judul: Love, Aubrey
Penulis: Suzanne LaFleur
Penerjemah: Ary Nilandari
Penerbit: Penerbit Matahati
Tahun: Desember 2010 (first published 2009)
Halaman: 256
ISBN: 978-6029625530

Apa yang kau lakukan jika suatu hari, keluargamu meninggalkanmu selamanya dan yang tersisa hanya kau dan ibumu? Apa pula yang akan kau lakukan jika ibumu juga melarikan diri dan meninggalkanmu di rumah sendirian, tanpa meninggalkan apapun? Bahkan berpikir dua-kali untuk meninggalkanmu pun tidak. Bagaimana perasaanmu? Marah? Sedih? Kecewa? Atau bahagia karena rumah ini hanyalah milikmu? Tidak ada adik kecil yang mengganggu. Tidak ada suara apapun kecuali kau, TV, dan dering telepon yang menyebalkan. Kau juga bisa menghabiskan semua makanan di kulkas dan lemari penyimpanan lain tanpa harus berbagi. Setiap hari kau di rumah. Sendirian. Pagi, siang, dan malam, kau makan makanan yang sama sambil menonton TV, kemudian tidur. Itu itu saja. Bagaimana perasaanmu? Bosan? Ingin berteriak? Oh, semoga saja keadaan kita tak pernah seburuk ini.

Demikianlah yang terjadi pada Aubrey. Lewat kisahnya, kita bisa menyimak kesendirian Aubrey setelah ditinggal keluarga yang sangat ia cintai. Anak kecil berumur 11 tahun ini dihadapkan pada kenyataan hidup yang benar-benar keras. Perjalanan yang dilalui Aubrey mengajarkan kita arti kehilangan dan menerima.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Dear Aubrey,
    Aku tahu kau mengenalku dengan baik. Meskipun dalam hal ini adikmu, Savannah, yang lebih sering dekat denganku. Ya, seperti yang aku katakan tadi, kau mengenalku. Aku Jilly, teman khayalan kalian berdua. Setidaknya anggap aku sebagai Jilly.
     Aku tahu tentang kecelakaan itu. Benar! Kecelakaan yang menimpa keluargamu belum lama ini. Aku juga tahu Dad dan Savannah pergi untuk selamanya. Menyedihkan. Seandainya aku benar-benar temanmu yang nyata, aku akan memelukmu dan berkata semua akan baik-baik saja. Meskipun aku dan kau tahu semuanya tidak akan baik-baik saja di awal.
   Aku tahu keluargamu kacau balau sejak kecelakaan itu. Mom terjerat dalam dunianya sendiri. Tidak memikirkanmu. Hingga di suatu pagi, ia pergi meninggalkanmu. Tanpa pamit. Dan tidak kembali. Bisa dibilang Mom merasa hancur. Dan kau merasa bahwa Mom lebih sayang Savannah dan tidak menerima dirimu. Sekali lagi, jika aku temanmu yang nyata, aku akan ke rumahmu dan mengurusmu, itu pun jika aku sanggup untuk memasak makanan yang lezat. Serta mengganti semua makanan basi yang ada di dalam kulkas. Aku turut bersedih, Aubrey. Tapi aku tidak punya uang untuk membelikanmu bahan makanan yang baru. Beruntung kau mempunyai 40 dolar. Dan kau juga beruntung karena Gram mengunjungimu serta membawamu ke Vermont, kediaman Gram.
    Aku harap kau baik-baik saja di rumah Gram. Aku dengar kau punya tetangga yang baik hati di sana, Bridget. Aku akan sangat bahagia jika kau bisa berteman dengannya dan melupakan kesedihanmu. Seharusnya kau tahu masih banyak orang yang mencintaimu. Begitu juga dengan aku. Aku mencintaimu. Jaga dirimu baik-baik, Aubrey. Semoga suatu hari nanti kau akan bahagia.

Love,
Jilly
--------------------------------------------------------------------------------------------
Miris sekali nasib Aubrey. Sudah terjatuh, tertimpa tangga pula (hemm.. bener ga nih pepatahnya?). Setelah ditinggal Dad dan Savannah, Mom yang depresi pun turut meninggalkannya, dalam pengertian berbeda. Yaitu kabur dari rumah.

Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika aku di posisi Aubrey (jangan pula aku menjalani hidup seperti dia). Rasa takut, sedih, dan kecewa pasti merayapiku tanpa belas kasihan. Bagaimana pun, Aubrey masih kecil. Dihadapkan pada kondisi seperti itu pasti membuat mentalnya kaget. Dia selalu mual dan ingin muntah jika ada kejadian yang mengingatkan dia pada keluarganya. Dia benci teman-temannya yang menatapnya dengan pandangan aneh. Beruntung dia bertemu Bridget dan Marcus.

Buku yang menceritakan tentang keluarga, persahabatan, dan kekuatan untuk memaafkan ini asyik untuk dinikmati. Ceritanya masih fresh dan mengalir. Dibumbui beberapa flashback; kenangan keluarga Aubrey yang sukses membuatku merasa kasihan terhadap Aubrey.

Sayangnya, si penyusun cover kurang teliti. Perhatikan ikan di dalam jambangan. Menurut buku ini, ikan yang dipanggil Sammy itu berwarna biru, tapi mengapa ikan yang di cover berwarna merah? :( Ditambah lagi dengan kesalahan kalimat yang di-italic. Seharusnya kalimat ini tidak usah di-italic, karena kalimat ini bukan menunjukkan masa lalu Aubrey. Dan salah satu kalimatnya menggunakan tanda kutip double di satu sisi tapi di sisi yang lainnya tidak.
Aku mendengar tangisan kecil. Danny. Dia merengek di pangkuan Bridget. .... mengayun-ayunkannya dalam gendonganku. ""Shhh." (page 209)
Seharusnya:
Aku mendengar tangisan kecil. Danny. Dia merengek di pangkuan Bridget. .... mengayun-ayunkannya dalam gendonganku. "Shhh."

Tadinya, aku ingin menghadiahi 5/5 stars. Tapi, berhubung ketidaksesuaian cover dengan isi buku dan beberapa kesalahan dalam penyusunan teks, maka aku hanya memberikan 4/5 stars.

2 komentar:

  1. Memang lagi suka sama buku yang terjemahan begini, menurutku lebih enak dibacanya, apalagi cerita nya selalu fresh ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Love, Aubrey bagus lho. Lumayan untuk bacaan selingan. Ceritanya nggak terlalu berat juga. :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...