Rabu, 25 Juli 2012

[REVIEW] The Hobbit

Judul: The Hobbit atau Pergi dan Kembali
Judul Asli: The Hobbit or There and Back Again
Penulis: J.R.R Tolkien
Penerjemah: A. Adiwiyoto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2002 (first published on 1937)
Halaman: 352
ISBN: 978-686-767-2

Tunggu dulu! Baca review ini sambil mendengarkan musik instrumental jadul! Entah apa efeknya hahaha.

Ah, lupakan. Yang tadi hanya intermezzo!

Dan oh.. apa yang baru saja kubaca? The Hobbit, tentu saja. Bukan hanya sedikit terlambat, tapi sudah terlalu terlambat membaca buku jadul ini. But, better too late than never, right? Lagipula, rugi sekali kalau belum baca buku ini. Rasanya ada yang kurang. :)
a little history of Mr. Baggins (which will continue to LOTR)

Aduh! Aku sudah banyak mendengar lagu tentang pertempuran, dan aku tahu bahwa kekalahan bisa diterima dengan penuh kebesaran. Tapi perang ini rasanya sama sekali tidak mengandung kebesaran. Bahkan tidak menyenangkan, dan mengerikan. Ingin sekali aku tidak terlibat di dalamnya. -Bilbo Baggins

Bilbo Baggins, hobbit yang hidup nyaman dalam liangnya yang megah, benci akan petualangan. Dia lebih suka duduk di dalam liangnya dan membentuk bumbungan asap dari pipanya daripada disuruh berpetualang di tempat yang rawan bahaya. Hidupnya sangat nyaman di liang itu. Terlebih karena banyak makanan. Hobbit ini suka sekali makan.

Suatu hari, seorang penyihir yang bernama Gandalf menghampiri liangnya dan sempat berbicara sebentar dengan Bilbo. Meski sebentar, kedatangan Gandalf yang tiba-tiba itu akan mengubah hidup Bilbo. Bilbo tidak tahu bahwa sebentar lagi ia akan dipaksa berpetualang bersama tiga belas kurcaci!

Esok harinya di jam minum teh, Bilbo kedatangan banyak tamu. Oh, Bilbo tentu saja sangat kesal. Karena dia merasa tidak punya janji untuk minum teh bersama mereka kecuali, oh.. iya, kemarin dia sempat berkata kepada Gandalf untuk mampir di rumahnya hari ini, sekadar minum teh. Tapi ia lupa. Dan lagi.. sekarang ini, mengapa yang datang bukan Gandalf, melainkan kurcaci-kurcaci yang menghabiskan makanannya?

Tunggu dulu! Bilbo tidak sekesal dan sejahat itu. Dia bersedia memberikan semua persediaan makanannya meskipun nantinya dia tidak kebagian apapun. Yang dia khawatirkan hanya 'bagaimana jika makanannya tidak cukup untuk mereka?'.

Tak lama kemudian, datanglah Gandalf dan empat kurcaci. Salah satu kurcaci itu terlihat berbeda dan berwibawa, namanya Thorin. Dia bahkan tidak mengucapkan kalimat basa-basi ke Bilbo. Yah.. kurcaci keturunan bangsawan memang demikian sikapnya.

Kedatangan mereka bukan tanpa tujuan. Mereka, terutama Galdalf—karena ia yang memasang tanda di pintu liang Bilbo kemarin, tentu saja tanpa sepengetahuan Bilbo, agar para kurcaci ini pergi ke liang Bilbo—antusias mengajak Bilbo untuk berpetualang bersama mereka menuju Gunung Sunyi, tempat dimana naga Smaug tinggal. Para kurcaci itu ingin mengambil harta mereka yang dicuri naga itu. Thorin lah yang paling antusias, karena harta itu seharusnya memang milik kerajaannya.

Awalnya, Bilbo menolak. Tapi kemudian, ia ikut juga karena si penyihir Gandalf memaksanya. Maka, dimulailah petualangan Bilbo yang akan mengubah dia dan hidupnya..

Aku takjub melihat huruf-huruf aneh yang diperkenalkan di awal buku, sebelum bab satu. Itu adalah kesan pertamaku. Takjub. Apa memang benar demikian huruf yang digunakan para kurcaci pada masa itu? Jujur saja, meskipun sudah aku pelajari dan pelototi, aku tetap tidak mengerti bahasa itu hahaha. It’s unique! I wonder if I could talk to one of them. Lucu kali ya, ngobrol sama kurcaci. Seneng aja ada yang lebih pendek daripada aku. *eh*

Di bab awal, aku geli sendiri menyaksikan Bilbo yang kebingungan saat melihat kedatangan kurcaci. Oh, tidak, dia tidak mengusir mereka. Bilbo sopan sekali. Mempersilahkan mereka masuk dan menawarkan teh serta beberapa makanan. Nah, berbicara dengan Bilbo mungkin asyik juga. Karena dia lebih pendek daripada kurcaci. (?)

Okay, cukup basa-basinya.

Aku yakin kalian sudah mengenal J.R.R. Tolkien. Sebut saja karyanya yang berjudul The Lord of The Rings itu, pasti kalian mengangguk-angguk ngerti atau bahkan ada yang sok ngerti. Ya, inilah asal mula LOTR itu.. Menilik dari karya-karya Tolkien yang lain, sudah pasti karyanya yang satu ini well-writen dan sanggup mengajak kita ikut merasa berpetualang di samping Bilbo. Meskipun ini buku jadul dan usianya lebih tua dari The Lord bla blab la tadi, buku ini tetap asyik dinikmati sepanjang zaman dan cocok untuk segala usia. (aduuuh.. aku ini ngomong apa sih?)

Di buku ini, tentu saja terdapat troll, goblin, dan serigala ganas yang disebut Warg yang menambah nuansa fantasi semakin kental dan asyik. Juga ada peri. Beberapa dari mereka ada yang baik dan ada yang jahat. Meskipun pada awalnya kita menebak-nebak Bilbo dan kawan-kawannya akan bertemu dan bermusuhan dengan makhluk fantasi di kalimat awal paragraf ini, serunya petualangan mereka dikejar-kejar goblin dan yang lain sungguh tak terduga dan sanggup membuatku meringis ngeri. Oh.. Bilbo dan para kurcaci itu hanyalah makhluk kecil.. Kasihan sekali mereka. Dan yang paling membuatku deg-deg-an adalah saat Bilbo bertemu dengan Gollum. Apa itu Gollum? Entahlah.. baca sendiri saja. :p

Aku juga suka syair-syair yang dilontarkan para kurcaci. Juga syair para goblin, meskipun syair mereka terdengar kejam. Syair para peri juga bagus. Aku ingin tahu bagaimana iramanya saat mereka menyanyikan syair-syair itu. :)

Salah satu syair:
Pecahkan gelas dan retakkan piring!
Tumpulkan pisau dan bengkokkan garpu!
Remukkan botol sering-sering.
Itulah yang dibenci Bilbo Baggins selalu!

Sebaiknya review ini tidak usah diperpanjang lagi. Takutnya aku jadi spoiler karena sekarang di otakku berkelebatan bayangan Bilbo dan para kurcaci yang sedang berpetualang.

So, I give 5/5 stars! Recommended for all people. :)

6 komentar:

  1. Satu-satunya yang kubenci dari J.R.R. Tolkien, adalah dia tidak bisa berhenti menyeretku untuk hadir dalam setiap pertualangan yang di hidangkan.

    5 dari 5 bintang untuk buku-buku J.R.R. Tolkien

    salam kenal :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Novel-novelnya bikin ketagihan, ya? :D
      Salam kenal juga, Neno..
      :)

      Hapus
  2. wahh aku juga suka banget sm The Hobbit :DD tp masih belom sempat baca seri LOTR :( Salam kenal! nice review btw ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga belum baca. :(
      Salam kenal juga, Stef. Thanks udah mampir. :)

      Hapus
  3. aku belum selesai baca buku ini karna cuman minjam di rental buku. bukan karna bukunya yang gak bagus, tapi karna aku baru bisa muncul semangat bacanya kalo aku beli tuh buku, lalu di baca, kalo sekedar minjem, aku gak jamin deh bakalan selese :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya beda ya punya sendiri sama minjem itu gimana. Aku kalau minjem buku trus suka banget sama bukunya biasanya langsung pengin beli buku itu sendiri!!! *salah satu penyakit* xD

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...