Kamis, 12 Juli 2012

[REVIEW] Catching Fire (The Hunger Games #2)

Judul: Catching Fire
Series: The Hunger Games #2
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2010 (First Published 2009)
Edisi: Indonesia
Halaman: 424
ISBN: 978-979-22-5981-0

"Buku ini jauh melebihi perkiraanku. Sama serunya dengan The Hunger Games, tapi lebih mengena di hati... Luar biasa. Kau bakal rela begadang membacanya." -Stephenie Meyer, penulis Twilight Saga

I counldn't agree more with Stephenie Meyer. Buku ini jauh lebih seru dari buku pertama. Tepatnya, lebih miris..

Kemenangan. Pemberontakan. Ancaman. Pengorbanan. Pertunangan. Quarter Quell. Percikan api yang diciptakan Katniss Everdeen telah tersulut.

ALERT: this review probably contains spoiler for those who haven't read the previous book yet.

Aku berharap bisa kembali ke hidup lamaku. Karena jika kurenungkan kembali, hidupku yang dulu tampak sangat aman dibanding sekarang, padahal aku kaya raya dan terkenal, juga sangat dibenci oleh para penguasa di Capitol. -Katniss Everdeen (page 14)

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang The Hunger Games ke-74 bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

"..Tampaknya penata gayamu bisa meramal masa depan dalam pilihan pakaiannya. Katniss Everdeen, gadis yang terbakar, kau sudah mencetuskan api, yang dibiarkan tanpa pengawasan, percikan api itu bisa jadi kebakaran hebat yang menghancurkan Panem," kata Presiden Snow. (page 31)

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan. Satu-satunya cara meredam keinginan penduduk untuk memberontak adalah dengan membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya...

Siapa lagi yang akan gagal kuselamatkan dari pembalasan Capitol? Siapa lagi yang bakal tewas jika aku tidak memuaskan keinginan Presiden Snow? -Katniss Everdeen (page 51)

Aku harus selamanya mencintai Peeta. Capitol akan memastikannya. -Katniss Everdeen (page 54)

Katniss rela bertunangan dengan Peeta, demi keluarganya dan penduduk distrik, meskipun dia juga menyayangi Gale, sahabatnya. Akan tetapi, tidak semudah itu meyakinkan Presiden Snow. Ketika ancaman demi ancaman menghantui hidupnya, datang ancaman terbesar. Katniss dan Peeta sekali lagi menjadi peserta dalam The Hunger Games ke-75, yang juga berarti Quarter Quell ke-3. Bertarung dengan sesama pemenang The Hunger Games yang masih hidup!

Gale milikku. Aku miliknya. Gagasan lain di luar itu sama sekali tak masuk akal. -Katniss Everdeen (page 134)

"Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat bagi para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup." -Presiden Snow (page 191)

Well, kalau sebelumnya aku hanya jatuh cinta pada Peeta. Kali ini aku lebih jatuh cinta padanya. Caranya melindungi Katniss sampai ia rela kehilangan nyawanya sendiri. Caranya bersikap pada Katniss, meskipun Katniss masih sedikit alergi terhadap Peeta, tapi Peeta tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa. Oh, Peeta..

"..Mimpi-mimpi burukku biasanya tentang kehilangan dirimu," kata Peeta. "Aku baik-baik saja setelah aku sadar kau ada di sini." (page 100)

Dan.. Katniss. Aku tidak tahu harus bilang apa. Dia masih jadi yang paling tangguh. Meskipun ancaman demi ancaman datang di hidupnya, dia tidak menangisi ancaman itu terus-menerus. Nggak menye-menye. Egois demi kepentingan orang yang dicintainya. Dan selalu menjadi dirinya sendiri.

My favorite scene:

Menjelang sore, kepalaku berbaring di pangkuan Peeta, membuat mahkota dari bunga-bungaan sementara Peeta memainkan rambutku, dia bilang dia sedang berlatih membuat simpul. Setelah beberapa saat, kedua tangannya diam tak bergerak. "Apa?" tanyaku.
"Aku berharap bisa membekukan saat ini, di sini, sekarang juga, dan hidup di sini selamanya," katanya. (page 266) 


Aku rela membaca buku ini seharian, sampai tengah malam pun aku rela. Berkali-kali aku mengucapkan astaga, ya ampun, oh why?, kasihan Katniss dan Peeta, dan aku benci Capitol! saat membaca buku ini. Berbagai kemirisan ada dimana-mana. Aku jadi berpikir bahwa Presiden Snow bukan manusia, melainkan binatang. Binatang yang selalu haus kekuasaan. Aku berharap Katniss memenggal kepalanya dan memotong lidahnya! Itu lebih baik. Tapi, apa daya..

The Hunger Games ke-75 ini disebut juga Quarter Quell ke-3 karena Quarter Quell biasanya diadakan 25 tahun sekali. Dan biasanya, ada tema tertentu di Quell ini. Dan tema tahun ini adalah seluruh pemenang The Hunger Games sebelumnya yang masih hidup menjadi peserta Quell. Aku berani jamin, kali ini lebih seru daripada The Hunger Games sebelumnya. Kasihan Katniss dan Peeta. Tidak mungkin kan mereka berdua sekaligus menang tahun ini?

Aku rela memberikan 5/5 bintang untuk buku kedua ini. Very recommended untuk mereka yang rindu akan pertarungan. Ah.. aku sudah tak sabar menonton film-nya tahun 2013 nanti. :)

Psstt.. tadi malam aku memimpikan The Hunger Games! Hahaha.

4 komentar:

  1. I know right! Peeta is just amaazing <3

    BalasHapus
  2. bener banget gak sabar buat filmnya di November 2013!!! Aaaaaak. >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trailernya keren bgt lho! Aku merinding pas lihat trailernya~

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...