Selasa, 10 Februari 2015

[REVIEW] After Rain

"Sekali lagi, coba jawab pertanyaan gue. Are you sure he's the one? Pernah nggak, sekali aja, lo minta dia memilih?" tanya Kean ragu. "Lo atau istrinya?" (hal. 6)

Judul: After Rain
Penulis: Anggun Prameswari
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2013
Halaman: 323
ISBN: 978-979-780-659-0
Harga: Rp46000,-
I rate it 4/5 stars

Seren dan Bara sudah lama menjadi pasangan. Namun, status mereka bukanlah "pasangan normal". Bara sudah beristri, bahkan sudah mempunyai satu anak perempuan. Bukan Seren yang merebut Bara dari istrinya, bukan pula Bara yang keganjenan mendekati perempuan lain setelah beristri. Seren dan Bara sudah berpacaran selama sepuluh tahun, lama sebelum Bara menikah dengan Anggi. Sayangnya, Bara malah menikahi perempuan yang dijodohkan oleh keluarganya itu, bukan mempertahankan Seren.

Meskipun Bara sudah menikah, Seren dan Bara tetap berhubungan secara diam-diam. Sahabat Seren, Kean, sudah berkali-kali menasihati juga menyindir Seren tentang hubungan mereka, namun Seren keras kepala. Sampai suatu hari Bara meminta untuk menghentikan hubungan mereka berdua...

Sanggupkah Seren berhenti mencintai Bara dan menemukan cinta yang memang benar-benar untuknya?

Aku baru sadar. Begitu banyak punggung-punggung yang meninggalkanku jauh di belakang. Seakan menegaskan, tak peduli seberapa cepatnya aku berlari, aku akan tetap selalu ditinggalkan. —Seren (hal. 132)

Sebenernya buku ini masuk daftar to-read tahun kemarin. Tapi karena alasan ini-itu, baru dibaca sekarang. Buku ini merupakan judul buku yang pertama muncul di undian pertama, seolah-olah buku ini udah nggak tahan pengin aku baca. Yah.. buku juga punya perasaan, pemirsah! :) And it was a lovely read for the first book in TBR jar challenge!

After Rain merupakan karya debutnya Mbak Anggun, yang menurutku udah lebih dari lumayan. Aku suka cara penulisannya. Dari awal baca, buku ini udah mampu menyedotku dalam bacaan.. (dan lagi, saat aku baca lagi hujan, jadi yah.. feel-nya dapet!). Aku suka bagaimana Mbak Anggun menggambarkan hubungan Seren dan Bara. Jadi kerasa banget gitu kalau mereka emang udah lama menjalin hubungan. Aku juga suka bagaimana Mbak Anggun menggambarkan hati yang galau di antara keduanya.

But, no! It doesn't mean I like Seren or Bara. Seren tipikal cewek yang mendewakan cinta, mendewakan Bara. Sepinter-pinternya Seren, dia belum berhasil membuatku memasukkannya ke dalam karakter favoritku dalam buku ini. Yang menjadi favoritku malah sahabat baik Seren, yaitu Kean. Entah kenapa sidekick selalu keren, tak terkecuali Kean (yaiyalah sidekick keren, dia kan fungsinya menuntun karakter utama ke jalan yang benar). ;p Reading Kean's line was like being guided to the way of the lights pas lagi tersesat. Elang juga salah satu karakter favoritku selain Kean. Cowok musisi dengan mata tajam tapi teduh trus cuek tapi perhatian gitu emang selalu berhasil bikin gemes! :3 Bara? Dari dulu aku nggak suka sama cowok begini, udah punya istri tapi masih pertahanin pacarnya, mana pacarnya itu jadi korban mulu lagi. Sikapnya di awal emang nggak terlalu ngeselin. Tapi pas di akhir itu sikapnya Bara bikin aku kesel sekesel-keselnya kesel. :'( 

Secara keseluruhan, aku menikmati buku ini. Apalagi setting-nya itu unik: jadi guru baru di sekolah. Aku jarang baca buku yang karakternya berprofesi sebagai guru. Sukaaaaaaa! Suasana tegang dan menyenangkannya jadi guru itu kerasa. Sayangnya, bab-bab awal yang menceritakan tentang hubungan Seren dan Bara terlalu panjang, menurutku. Lalu Elang juga datangnya di pertengahan buku, sehingga Elang lebih terkesan seperti karakter pembantu. *halah, Lin, bilang aja porsi Elang kurang!* :v

After Rain cocok dibaca untuk mereka yang pengin nyantap bacaan ringan. Lebih cocok lagi kalau dibaca sama mereka yang punya masalah seperti Seren. #sorrynotsorry :p Can't wait to read karya Mbak Anggun selanjutnya! ^^

Mungkin yang menurut lo baik-baik itu bukan yang terbaik. Yang menurut kita nggak baik, justru yang sebenarnya terbaik. —Kean (hal. 41) 
Patah hati bukan vonis mati. —Elang (hal. 189) 
Lo pernah denger hukum kekekalan energi? Cinta itu energi, Seren. Lo nggak bisa menciptakan cinta di dalam hati lo, sama seperti lo nggak bisa menghancurkannya. By default, hati setiap orang itu berisi cinta. Makanya, ketika lo patah hati, energi cinta lo berubah bentuk, sama besarnya, menjadi kekecewaan, kebencian, kemarahan. Tapi, nggak mungkin menghapusnya. —Kean (hal. 194)

7 komentar:

  1. aku suka buku ini, suka cerpennya mbak anggun juga :)

    BalasHapus
  2. Buku ini alur ceritanya enak dibaca, ngalir. Bara juga masuk tokoh yang gak aku suka :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, enak. pengen baca karya mbak anggun yg lain. ^^

      Hapus
  3. Karena belum baca bukunya, aku komen soal kaver aja deh. Kavernya bagus. *krik...krik...krik...*

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...