Kamis, 25 April 2013

Close-Up Interview: Yulia Dela Dacrea


Oh, hai.. perkenalkan, aku Linda. Tapi nggak pakai embel-embel Skeeter. (?) Jadi, aku di sini dalam rangka belajar interview. Sebenarnya agak kesulitan juga gimana memulai interview yang seru. I’m not that good in starting conversation. Tapi, untuk Bebi apasih yang nggak? Aku nggak akan nyerah belajar kepo nge-interview orang meskipun tugas bikin animasi bakal dikumpul besok sedangkan yang kelar baru buat satu gerakan doang!

Nah, cewek kece yang bakal aku interview kali ini adalah.. *jeng-jeng*

...from Books of Dela :)

Yep, she’s Yulia Dela Dacrea. But you can simply call her Dela. Nggak usah pakai embel-embel mbaksisbrohteteh dst dst. She told me that! X)

Q: Haloooo teteh Dela. :p *sengaja panggil 'teteh'* Ada pepatah yang bilang tak kenal maka tak sayang, jadi.. umm please tell me about yourself! Kalau bisa sih dalam bentuk biodata yang sering kita tulis pas SD di binder temen ituuu. Hahaha. XD
A: Biodata? Wah apa yah? Nama lengkapku Yulia Dela Dacrea. Lahir tanggal 30 Juli 1988. Ini buat apa? Pada mau kasi kado ntar lagi. Apa ngecek keseniorannya? Aku sekarang tinggal di Sukabumi. Alamat lengkap nggak usah kali ya, pada kirim bunga nanti. :D Pekerjaanku sekarang state banker. Credit analyst tepatnya. Kalo hobi sih twitteran. Hahahaha.. Books, magazine, tv series (I love tv) and social media. Klise abis ya.. (aku jadi lupa kan nanya tv series yang suka ditonton itu apa. -_-)
Q: Cita-cita? Apa cita-cita Dela? *lalu nyanyiin lagunya Susan* :p
A: Hehehe, pingin punya perpustakaan gede kayak Belle di Beauty and the Beast dan semua orang bisa pinjem, dan ada scanner khususnya, jadi kalo udah jatuh tempo, bukunya bisa balik sendiri ke perpustakaan ala pake mantra Accio (hahaha ngayal abis). (Accio Nasigoreng! *lagilaper)
Q: Sejak kapan Dela suka baca buku? Dari pertama kali bisa baca kah? Atau dari SMP? SMA? Sejak kenal Bebi? Ceritain dong pengalaman pertama bersama buku..
A: Kenalan sama buku, have no idea juga, kalo kata si mamah sih, dari sejak kecil emang udah bergelut sama buku, pertama kali yang dibaca seinget ingetan aku sih majalah Bobo itu. Sejak usia lima tahunan, ada tetangga aku yang langganan Bobo, terus dibundel, rajin banget deh dia, dan aku suka ngedemprok di rumahnya bacain bundelannya itu, sampe akhirnya aku juga dilangganin. Terus profesi mamah aku sebagai guru, aku suka diajak ke perpustakaan sekolahnya yang menurut aku lumayan lengkap koleksi Enid Blyton-nya. Jatuh cintalah aku sama Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Sapta Siaga dan anak-anaknya Mallory Towers sama St. Clare. 
Q: Ih samaan, aku dulu juga suka baca Bobo. Majalah anak sepanjang masa kayaknya haha. Btw, sampe sekarang masih hobi ke perpus itu kah? :D
A: Untuk perpus sekolah mamaku, sayang banget udah jarang kesana. Tapi terakhir kesana, salut banget koleksinya udah nambah, beberapa ada yang dari koleksi aku juga. *wink* Seneng banget bisa bikin anak-anak suka baca, walaupun dimulai dari fiksi dulu. Keliatan cetek kali ya, baca Lupus, Olga, dll, tapi menurut aku sih better dibanding maen game online atau internetan mulu (padahal ini juga aku suka). 
Q: *jadi penasaran pengin ke perpus itu. :)* Nah, kamu kan suka banget nih sama children literature semacam buku-buku karangannya Enid Blyton dll, sampai sekarang kamu masih suka nggak baca children literature?
A: I really love child book. Apalagi yang bergambar. Jadi waktu kecil, walaupun aku termasuk yang beruntung karena bisa datang ke perpus sekolah dengan koleksi yang lumayan lengkap itu, aku suka iri lho sama temen-temen yang punya buku cerita anak-anak bergambar yang bagus-bagus itu. AGREE! (bukan komik ya, semacam Josie, Click and Bun-nya Enid Blyton --astaga, buku yang itu dimana ya naronya? Mudah-mudahan nggak ilang-- atau buku-bukunya Dr. Seuss). Nah karena dulu jarang banget dibeliin orang tua karena harganya yang lumayan mahal, sekarang pas udah kerja setiap bisa nyisihin uang, pasti beli buku anak-anak deh. Ceritanya sih nabung buat anak aku nantinya, hehehe.. Apalagi sekarang udah banyak online shop kayak Bookdepository atau Open Trolley yang menyediakan buku anak-anak impor dengan harga yang relatif terjangkau. Makin suka deh. 
Q: Sama! Aku juga sebenernya lagi ngumpulin children literature. Meskipun bayangan saat-aku-menikah-dan-punya-anak itu masih jauh sekali hwahaha. #SalahFokus :p Nah, Del.. buku apa nih yang menjadi your-most-favorite?
A: So far sih susah ya menentukan yang namanya "most favorite" karena banyak banget buku yang bagus di dunia ini, hehehe.. Sebenernya my all time favorite sampai saat ini adalah buku Pillars of the Earth, karangan Ken Follet. Sampai sekarang belum sempat aku review karena kompleksitasnya yang tinggi. Tapi seru! Kalo baca itu bisa seharian, dan nggak bosen kalo diulang-ulang. The truth is I am currently reading its sequel, World Without End. Genrenya fiksi historis mungkin ya.. Kalo untuk buku anak-anak sendiri... errr, Harry Potter series? I know it sounds cliche, tapi Harry Potter itu mungkin buku anak-anak terkeren yang pernah aku baca ya. My favorite is Prisoner of Azkaban, because it's the first Harry Potter book I've ever read (yes, I read it from 3rd novel first =p) and Hermione is really badass at that book. 
Q: Selain child-lit, genre apa aja sih favorite-mu? Aku pengin tahu dong. Kali aja kita se-genre, trus bisa saling kasih rekomendasi. :D
A: Untuk genre favorit, duh, I love everything. Dan kayaknya nggak punya favorit. Apapun aku baca asal ada waktunya (nah ini nih.. ). Saya suka serial detektif, kriminal, metropop, fiksi historis, fantasi, bahkan komik. Yang paling sering saya baca sekarang sik semacam chicklit atau komedi gitu. Alasannya kenapa? Because life is already hard, and we need something to entertain us. Kadang-kadang kalo seharian udah mumet di kantor, pulang ngadepin buku tebel nan eksotis rasanya pingin marah-marah aja, hehehe.. So I prefer light thin book, jadi emang akhir-akhir ini buku-bukunya Ika Natassa dan penulis metropop yang lain jadi favorit saya. 
Q: Oh ya, Del.. aku pertama kali ketemu blogmu itu tahun kemarin, lho. Dan post pertama yang kubaca The Girl with the Dragon Tattoo kalau nggak salah inget. :p Sejak itu aku makin penasaran sama Girl with Dragon Tattoo. Reviewmu menggoda sih. #eaaaa Tapi belakangan kamu jarang posting review. Kenapa? Uhuhuuuu.. kangen reviewmu.. huehehe. >.<
A: Such a shame for me. Memang we have to make time, karena kalo nggak kita nggak bakal punya waktu luang. But I genuinely feel sad when I'm saying aku nggak bisa baca buku sebanyak yang bisa aku baca dahulu setelah aku bekerja dan berkeluarga. It's time to make priorities, dan buku sekarang jadi prioritas kesekian aku dalam hidup. I still love books, tapi ada kewajiban-kewajiban yang harus aku prioritaskan terlebih dahulu. Makanya jangan digetok ya kalo reviewnya sedikit, I'm still trying, time after time. :) 
Q: *5 jempol! Satunya lagi jempol gajah!* *catet* Yeah, make priorities! Kalian denger nggak sih, make priorities! Huahaha. XD (padahal dirinya sendiri lebih mentingin baca novel daripada ngerjain tugas) Well.. nah, Dela sendiri kapan pertama kali gabung sama BBI?
A: My bad, aku lupa pertama kali join BBI kapan. Hehehe.. Yang aku inget sik, waktu pertama bikin blog ini terus blogwalking ke blog buku lainnya, dan kenalan sama beberapa orang, sampai akhirnya di-invite untuk ikutan BBI. Sebenernya waktu itu sempet ragu mau ikut apa nggak, soalnya jadi anggota BBI membutuhkan komitmen yang besar juga, and I thought I can't give such as big commitment at that time. Eh, sekarang juga sik. Pekerjaan aku yang sering memakan waktu 12-13 jam sehari bikin aku wondering, bisa nggak sih aku keep this blog alive. Dan waktu itu aku akhirnya memutuskan, let's give it a try! Dari awal nulis di blog ini kan karena hobi dan kesenangan membaca, kenapa sekarang harus dibikin beban karena menjadi anggota suatu komunitas? Berawal dari situ, akhirnya aku ikut BBI. 
Q: *catet lagi* Apa yang buat Dela tertarik gabung sama anak BBI selain karena kesatuan hobi yaitu membaca buku?
A: Alasan bergabung dengan BBI? It's such an honor to join this precious community! Hehehehe, dari awal I put high hope on BBI, walaupun saya bukan anggota aktif, tapi saya tahu dari awal kalau BBI akan menjadi besar seperti sekarang. 
Q: Menurut pandangan Dela sendiri, gimana pandangan Dela terhadap BBI itu sendiri? *kok cara bertanyanya mendadak formal? -_-*
A: Review dari anggota BBI sangat membantu kalo pusing mau beli buku yang mana. (Atau tidak membantu kalo reviewnya bagus semua, dan jadi pingin beli semua =p), walaupun saya jarang posting review, tapi saya masih suka blogwalking ke blog teman-teman BBI. Selain itu, siapa sih yang nggak suka dapet buku gratis yang bertebaran di giveaway masing-masing anggota BBI? 
Q: Last but not least, apa harapanmu untuk BBI kedepannya?
A: Harapan kedepannya sih, mudah2an BBI bisa semakin besar, semakin banyak anggotanya, berkembang lebih baik, dan menyelenggarakan acara-acara seru lagi. Kopdar yuk! Hehehehehe..

Want to know her more? Ayo yang suka kepo merapat. :p Lets visit Dela on her other blogs here or following her tumblr here. :)

Terima kasih Del, udah mau aku wawancarain. Huahaha maaf banget ini pertanyaannya dikit dan cetek semua. Tadinya masih pengin nanya banyak, tapi apa daya pertanyaan-pertanyaan keren malah muncul di saat terakhir, sama seperti tugas yang baru terasa nikmat kalau dikerjain pas deadline. *eh

Terima kasih juga untuk BBI yang lagi ulang tahun bulan ini. Kalau aja Bebi itu manusia, mungkin dia bakalan dapat banyak pahala: acara bagi-bagi buku gratis melalui giveaway, menjalin silaturahmi antar anggota BBI melalui Close-Up Interview yang seru dll dll. *lalu langsung peluk cium Bebi hahaha* :))

P.S.: Blue=me, red=Dela.
P.S.: Posting-an ini dibuat dalam rangka Close-Up Interview Anggota BBI.
P.S.: link interview anggota BBI lain dapat dilirik di sini.
P.S.: intip juga Ziyy yang udah nge-interview aku di sini. :p

7 komentar:

  1. wuah tanggal lahirnya deket ama aku xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. ciyeeeeeee. Berarti traktiran bulan Juli dobel! :p

      Hapus
  2. Dela di Sukabumi ya? kayaknya member BBI di sukabumi baru Dela seorang deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo dari info yg kudapet, kayaknya iya deh mbak.. :D

      Hapus
    2. Waktu pertama kali jadi anggota BBI masih domisili di Jakarta, sekarang uda pindah lagi ke Sukabumi karena kerjaan pindah-pindah. BTW, Linda, thanks a lot ya, bacanya fun banget :D

      Hapus
  3. salam kenal Linda dan Dela

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...