Jumat, 29 April 2016

[REVIEW] James and the Giant Peach #PosBarApril #BBIChildrenBooks

"... Whoever they meet first, be it bug, insect, animal, or tree, that will be the one who gets the full power of their magic! So hold the bag tight! Don't tear the paper! Off you go! Hurry up! Don't wait! Now's the time! Hurry!"

Judul: James and the Giant Peach
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi: Quentin Blake
Penerbit: Penguin Group US
Tahun Terbit: 2007 (first published 1961)
Halaman: 116
ISBN: 978-0-14-192987-3
I rate it 4/5 stars

Tadinya, bocah bernama James Henry Trotter hidup bahagia. Sampai suatu hari orangtuanya dimakan oleh badak yang melarikan diri dari kebun binatang saat mereka sedang jalan-jalan di London.

Hidup James pun langsung berubah 180 derajat. Ia tinggal bersama dua bibinya yang kejam, Bibi Sponge yang gempal dan Bibi Spiker yang kurus ceking, jauh di atas bukit. Di sana, ia tak lagi bisa bermain dengan anak-anak seusianya. Di sana, ia mengerjakan berbagai pekerjaan yang seharusnya tak dikerjakan oleh anak sekecil itu. James selalu diperlakukan seperti budak oleh kedua bibinya yang jahat.

Hingga kemudian datanglah seorang tua entah darimana, menghampiri James yang baru saja jadi sasaran bibinya, menangis di balik semak. Orang tua itu memberikan James sekantong batuan kecil hijau berkilauan seperti kristal, batuan yang hidup. Itu bukanlah benda kecil biasa, melainkan benda kecil ajaib yang akan mengubah hidup James.

Namun, saat James terlalu tergesa-gesa ingin melakukan saran si Pak Tua terhadap benda itu, ia terjatuh, tepat di bawah pohon persik yang tidak pernah berbuah. Batuan kristal itu dengan cepat masuk ke dalam tanah, tidak ada yang berhasil ditangkap oleh James. Dan memang benar, keajaiban pun terjadi...

Pohon persik tersebut akhirnya berbuah: satu buah persik yang semakin lama semakin besar hingga sampai sebesar rumah. Buah persik raksasa itulah yang akan menjadi awal mula petualangan James. Petualangan yang akan mempertemukan James dengan sekelompok serangga raksasa yang juga terkena efek bebatuan kristal tadi..

"There's more power and magic in those things in there than in all the rest of the world put together."

Sebelum lanjutin review, I wanna say: Happy Children's Book Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay!!! :D

Oh, nggak kok, hari ini bukan Hari Buku Anak, cuman mau ngucapin aja karena postingan ini memang berhubungan sama salah satu hari penting itu. ^^ International Children's Book Day itu diperingati pada tanggal 2 April kemarin. Untuk merayakannya, tema posbar BBI bulan ini adalah Children's Book: pokoknya nanti terserah mau posting apa aja asal berhubungan sama buku anak.

Hayuk istirahat bentar baca teenlit young-adult new-adult etc yang biasanya kita baca. Refreshing bentar baca buku anak yang ringan. Asyik lho baca buku anak, lumayan biar berasa balik jadi anak kecil lagi. :p

Tadinya aku nggak niat mau ikutan posbar soalnya beneran lagi males baca buku anak. *ditendang bebi* Sampai tanggal 27 kemarin entah lagi kerasukan apa tiba-tiba bilang ke diri sendiri, "udah deh.. baca aja, lagian nggak ada ruginya. Progress RC-mu ketinggalan jauh lho, Lin! Buku anak itu juga pendek, jadi cepet bacanya. Lumayan banget kan bisa nambah progress?"

Setelah diracuni oleh pikiran diri sendiri saat lagi jalan-jalan sendirian di mall, akhirnya aku mutusin buat ikutan posbar. Sambil makan cheeseburger pepsi sendirian di kaepsi, aku pun ngobrak-abrik e-book dan milih untuk baca karyanya Roald Dahl yang satu ini.

Karena sebelumnya aku udah kenalan sama Matilda dan keluarga The Twits, aku nggak kaget lagi pas nemuin berbagai hal aneh nggak masuk akal yang ada di bukunya Roald Dahl. Contohnya seperti orangtua James yang tiba-tiba dimakan badak ngamuk di tengah keramaian kota London, lalu keajaiban buah persik yang tiba-tiba muncul di pohon yang tadinya nggak pernah berbuah sama sekali. Yang bikin aneh itu, ukuran buah persik ini beneran gede banget! Segede rumah kali yak, bahkan mungkin lebih gede. Dan serius bikin ngiler! Aku kelametan sendiri ngebayangin nyicip buah persik yang seger begitu pas Palembang lagi anget-angetnya giniiiii..

Dan nggak cuman buah persik raksasa aja keajaiban aneh yang tiba-tiba muncul di halaman rumah bibinya James, melainkan juga serangga-serangga raksasa yang tinggal di dalam buah persik raksasa itu, serangga-serangga yang menunggu kedatangan James. :D

Siapakah mereka? Sini deh kukenalin satu-satu.

Old-Green-Grasshopper. Belalang tua yang menurutku adalah ketua dari kawanan para serangga raksasa, karena memang dia yang paling waras. Hobinya memainkan musik. Kalau ia sudah memainkan musik, nada-nada serupa biola asli sanggup ia perdengarkan. *ceileeeh bahasanya baku amat!* xD Lalu ada Miss Spider dan Ladybird, serangga betina yang membuat James nyaman saat pertama kali James menginjakkan kaki di dalam buah persik raksasa itu. Aku mikirnya mereka berdua ini seperti pengganti ibunya James. Paling suka sama Miss Spider deh! Kisah mirisnya beneran bikin aku memandang laba-laba dalam pandangan yang berbeda. Ini semua gara-gara terlalu baper pas dengerin kisahnya Miss Spider. xD

Kemudian ada Silkworm yang selalu tidur dan Glow-worm yang dengan senang hati bersedia jadi lampu gratis. Oh, dan jangan lupakan Centipede dan Earthworm yang selaluuuu aja bertengkar. Centipede ini hobi menyanyi, dan di antara serangga lain, dialah yang paling cerewet. Dia juga rempong abis kalo ngurusin sepatu boot-nya yang banyaknya bejibun itu. Centipede ini seneng banget nakut-nakutin Earthworm yang emang dasarnya penakut. Earthworm sendiri benci banget sama si Centipede, sampai-sampai dia malah bersyukur kalo Centipede celaka. xD Nah, kalau tadi aku nggak lagi memandang laba-laba dengan sebelah mata, lain halnya sama lipan. Beneran aku masih serem lihat lipan, apalagi belakangan sering banget muncul di kamar mandi. Rasanya pengen kutabok melulu sampe benyek pake sendal, sama kayak aku pengen nabok mulut si Centipede di buku ini. .-.

Gimana? Mereka pada absurd-tapi-asyik semua, kan? Yakin nggak mau kenalan? :p

Untuk takaran buku anak, menurutku ini bagus dan cukup menghibur, gak seperti Matilda yang agak kasar dan The Twits yang bikin emosi. Selain menghibur, buku ini juga ngajarin anak-anak untuk nggak berhenti berharap. Sesulit apa pun keadaan yang dihadapi, percayalah pasti nanti ada jalan keluarnya. Yah, jangan berharap aja! Berusaha juga dong kayak James yang pinter dan berani. ;)

review ini dimaksudkan utk
PosBar BBI bulan April 2016

4 komentar:

  1. Aku juga baca Roald Dahl! Hehehe, pensaran baca apa lagi dari dia, mungkin bisa dengan buku ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaaa! Ini aku rencananya mau baca BFG habis ngelarin Hugo Cabret. ^^

      Hapus
  2. waaah ini salah satu buku roald dahl yg masih ditimbun dan belum sempet dibaca XD bener, buku2 roald dahl selalu penuh kejutan, absurd tapi seru ya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari tiga buku roald dahl yang udah kubaca, ini favoritku. :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...