Kamis, 30 Januari 2014

[REVIEW] Sepeda Merah: Yahwari #1 & Bunga-Bunga Hollyhock #2 + I Know Who is My Secret Santa

It's gonna be a long post since it contains two reviews and a post dedicated to my Secret Santa. :) It's okay if you don't want to read all the reviews and jump to the I Know Who is My Secret Santa part in the end of this post.


Meskipun ada kesalahan tulisan, meskipun tulisannya tidak terlalu bagus, surat-suratnya sebanding dengan film-film di seluruh dunia. (hal. 53)
Judul: Sepeda Merah Vol. 1: Yahwari
Seri: Bbalgan Jajeongeo #1
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Meilia Kusumadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012
Halaman: 144
ISBN: 978-979-22-8776-9
Harga: IDR 48.000
I rate it 3/5 stars

Di seri pertama Sepeda Merah, kita akan diperkenalkan dengan desa Yahwari (terbagi menjadi Yetdong dan Sedong), salah satu desa rakyat Korea. Bab 1 buku ini mengisahkan desa Yahwari itu sendiri: si tukang pos yang mengantarkan surat ke rumah dengan semak-semak warna khaki, rumah kuning dalam kehijauan, rumah yang bisa dilihat di antara dua pohon pinus siam, rumah tempat kita menanam bunga di kebun kol cina, rumah paling indah di bawah langit berbintang, ada pula rumah nenek yang suka berbicara dengan kata-kata kotor; hari pasar dimana penduduk Yetdong yang menjual hasil panen sedangkan penduduk Sedong lah yang membeli dan menikmati hasil panen mereka; hari perekaman dimana penduduk Yetdong yang tadinya berpakaian biasa ala petani tiba-tiba mengenakan jas, mengira akan ikut direkam oleh MBS. :p

Pada bab 2, kita akan disuguhi dengan Kisah tentang Bunga, kisah yang terkadang mengingatkan kita akan masa lalu. Pada bab 3, kita akan disuguhi Kisah tentang Para Ayah, sedangkan di bab 4 kita akan disuguhi dengan Kisah tentang Para Ibu. Di bab 4, Kim Dong Hwa akan menyuguhkan kisah tentang si tukang pos itu sendiri, dengan nama lain Pembawa Kabar Gembira. Ada masa-masa ketika si tukang pos tidak mempunyai surat untuk dikirim, malam-malam ketika ia insomnia, dan apa yang dilakukan si tukang pos apabila ia merasa jenuh. Bab terakhir berkisah tentang penduduk seberang, kisah tentang orang-orang di Yetdong dan Sedong, ada pula kisah tentang orang asing yang tak sengaja singgah disana.

Ketika menua, kita kehilangan ingatan. Karena itulah kita menggambar semua jejak itu di wajah-wajah kita, agar tidak melupakan apa-apa. Garis yang kita buat sambil tertawa terlihat di dekat mata. Garis sulit yang kita buat sambil menggigit gigi, terlihat di samping mulut. Keriput yang panjang untuk jalan yang panjang, keriput yang pendek untuk jalan yang pendek. (hal. 87)

Banyak kisah di desa Yahwari, baik Yetdong maupun Sedong. Kim Dong Hwa menyampaikan setiap kisah dengan singkat. Meskipun setiap kisah merupakan kisah yang sederhana, setiap kali aku menghabiskan sebuah kisah, ada perasaan hangat setelah membaca kisah-kisah itu. Perasaan hangat yang mau tak mau membuatku tersenyum. Alasanku mengurangi dua bintang di buku ini karena di buku ini belum ada kisah yang membuat emosiku terguncang. Di buku ini aku hanya menemukan diriku tersenyum sepanjang membaca tiap kisah. Belum ada emosi lain yang timbul. Ada sih, yaitu perasaan iri karena... gambar-gambar di buku ini bagus bangeeet, sedangkan aku nggak bisa gambar hehehe. x)

Kisah favoritku di buku satu ini adalah 1) Pagoda Batu: tentang seorang suami yang selalu meletakkan satu batu apabila ia merindukan istrinya yang sudah meninggal, yang lama-kelamaan batu itu akan membentuk pagoda yang menjulang tinggi. Nah, berapa kali dia merindukan istrinya jika ada banyak pagoda batu? :'), 2) Kaus Kaki: kisah yang menyadarkan kita kalau seorang ayah akan memilih untuk mengenakan kaus kaki yang bolong, sedangkan kaus kaki yang bagus dipakai anak-anaknya. Duh.. :'), dan 3) Duda dan Janda: tentang seorang duda yang ingin menyatakan perasaannya pada di janda, tapi malu-malu. Untung si tukang pos mau membantu. Ah, mereka berdua ini manis sekali menurutku. :')

***
Menjadi manusia memang jauh lebih kotor daripada lumpur. Sampahnya hanya perlu diangkat agar segalanya kembali bersih. Namun jejak yang ditinggalkan dengan menjadi manusia tidak dapat dilenyapkan. (hal. 32)
Judul: Sepeda Merah Vol. 2: Bunga-Bunga Hollyhock
Seri: Bbalgan Jajeongeo #2
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Meilia Kusumadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012
Halaman: 176
ISBN: 978-979-22-8777-6
Harga: IDR 48.000
I rate it 4/5 stars

Buku kedua ini dibagi menjadi lima bab. Empat bab pertama dibagi berdasarkan nama musim, sedangkan bab terakhir merupakan Kisah Para Ibu.

Ada kebaikan di setiap musim. Musim Semi adalah musim yang sangat pas untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita sayangi, entah itu kekasih, orangtua, atau anak. Saat Musim Panas tiba, kita bisa dengan puas berjalan di bawah kehangatan sinar matahari pagi, menikmati indahnya matahari terbenam, dan duduk sambil tersenyum di bawah naungan bintang-bintang. Musim Gugur membuat kita bahagia karena warna-warni daun yang berjatuhan begitu indah. Kita bisa berjalan di atas dedaunan kering, menikmati bunyi gemerisiknya yang penuh kebahagiaan. Musim Dingin, meskipun membuat orang lebih nyaman berdiam diri di rumah, ada kebahagiaan yang menelusup di celah angin dingin. Tukang pos yang tetap mengantarkan surat menerima banyak kebaikan di setiap rumah. Seorang ayah yang telah menyiapkan kayu untuk perapian dan banyak buku untuk dibaca selama musim dingin. Tak lupa pula boneka salju dan seluncur es yang menyenangkan. Kalau dilihat-lihat, meskipun musim dingin terlihat sendu, musim ini memiliki banyak keindahan. :)

Untuk para Ayah ini, tidak ada tamu yang lebih penting daripada putri kandungnya sendiri. (hal. 101) 
Ketika aku memandang anakku dengan kedua mataku, aku merasa begitu bahagia sampai tidak memperhatikan omongannya. —Kisah Para Ibu (hal. 155)

Tidak seperti buku pertama, ada lebih banyak emosi di dalam buku kedua. Ada perasaan haru saat aku membaca kisah pertama di bab Musim Semi, Bunga-Bunga Hollyhock. Seorang ayah yang menanam bunga-bunga Hollyhock di sepanjang tepian jalan menuju rumahnya demi menyambut anak perempuannya yang akan datang. Dia bilang itu bunga kesukaan istrinya. Ia menanam bunga-bunga itu supaya ketika anak perempuannya melewati jalan itu, ia seolah-olah sedang menggandeng tangan ibunya. :) Aku ikut merasa marah dan sedih saat membaca Uang adalah Uang. Marah kepada para orang kaya yang seenaknya berkata ingin menyapuratakan Yetdong dan mengubahnya menjadi kompleks pribadi. Mereka seenaknya saja!

Lain lagi dengan kisah Bunga-Bunga Pacar Air, aku merasa berbunga-berbunga menyaksikan cinta antara kedua orang tua itu. Masih manis sekali! Juga antara duda dan janda itu. Aku tidak bisa menyembunyikan senyum saat si duda memberikan hadiah ulang tahun kepada si janda di kisah Surat Cinta. Nah, Surat Cinta ini merupakan kisah favoritku. Lagi-lagi pasangan duda dan janda ini menarik untukku. :p Aku merasa sedih dan marah saat membaca kisah Mangkuk-Mangkuk Nasi, dimana sang menantu membelikan mangkuk nasi cantik dan seenaknya saja membuang mangkuk nasi yang sudah usang tanpa meminta persetujuan sang mertua. Padahal mangkuk nasi itu memiliki harga lebih tinggi daripada mangkuk yang baru, karena mangkuk-mangkuk itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Mangkuk-Mangkuk Nasi ini juga menjadi salah satu favoritku, anyway, karena sifat sang mertua di buku ini sama denganku, suka menyimpan barang-barang yang mempunyai sejarah. :)

Kisah favoritku yang lain sekaligus yang terakhir adalah Ketika Salju Turun, kisah tentang orang-orang tua yang berubah menjadi kekanakan saat salju turun. Kisah yang satu ini berhasil membuatku hampir tertawa. Iya, hampir, karena saat itu aku membaca di dalam BRT. Mau tak mau aku harus menahan tawa kalau tidak mau disangka orang gila. Sudah cukup teman kampusku saja yang memandangku aneh saat aku membaca buku ini kemudian tersenyum sendiri di kampus. :p

***
My thought of those two books:
Aku baru sadar bahwa aku meiliki impian lain sejak menua. Yaitu duduk bersandar sambil memandang matahari terbenam dan menikmati kehangatannya tanpa memikirkan hal lain. —Kim Dong Hwa, Sepeda Merah Vol.2: Bunga-Bunga Hollyhock (hal. 52)
Membaca Sepeda Merah membuatku merindukan suasana damai pedesaan: air sungai yang sejuk dan mengalir deras; para orang tua yang berkumpul di suatu tempat, membicarakan masa lalu atau mengucapkan guyonan satu sama lain; para orang tua yang merindukan anaknya yang tinggal di kota; ladang-ladang sayur; dsb. Rasa rindu yang terobati jika lebaran saja, itupun belum puas karena biasanya aku hanya menetap seminggu di kampung halaman (baru sempat salam-salaman sama kerabat dan tetangga, atau nungguin jajanan lewat di depan rumah, belum lagi baju yang seabrek-abrek untuk disetrika.. kapan menjelajah desanya coba?!). Gara-gara Kim Dong Hwa dan tukang pos yang menjelajah desa dengan sepeda merahnya, aku ingin tinggal di pedesaan di saat aku menjelang tua nanti. Menjauh dari hiruk pikuk kota dan menikmati senja di bukit pedesaan. Damai sekali, bukan? Membayangkannya saja aku sudah merasa damai.. :)

Bagaimana dengan kalian? Mau ikut tinggal bersamaku di sebuah desa yang damai? Bukankah indah sekali kalau para pecinta buku tinggal di satu desa yang nyaman? Pagi hari membaca buku ditemani kicauan burung dan hembusan angin sejuk pepohonan, tak lupa pula segelas air putih atau kopi atau teh (sesuai selera masing-masing lah). Siang hari berkumpul bersama membahas buku yang dibaca pagi ini. Sore hari cukup duduk di atas bukit sambil menikmati matahari terbenam. Malam hari? Silahkan kalau mau lanjut baca atau malah nonton film. Aduh.. membayangkannya saja sudah membuatku tersenyum bahagia begini. Gimana kalau nanti bisa tinggal di desa yang benar-benar seperti itu.. :D

Last but not least, terima kasih Kim Dong Hwa.. untuk kisah di Yahwari yang sederhana dan indah. Satu orang lagi yang aku berikan terima kasih sekaligus peluk cium adalah Santa-ku. Terima kasih karena telah memberikanku buku-buku yang indah ini. Apa balasan yang harus kuberikan, Santa? Apakah dengan menebakmu? Apakah tebakanku benar? Bagaimana kalau tebakanku salah?



I KNOW WHO IS MY SECRET SANTA


First of all, maaf karena posting-an yang satu ini molor dua setengah jam dari waktu yang telah ditentukan (harusnya di publish jam sembilan pagi tadi). Semalem niatnya pengin buat, tapi karena lagi seru main game, setelah itu ada acara mengantuk-dan-pengin-segera-tidur-saja, maka aku pun gagal membuat review tadi malam. Aku baru menulis review dan posting-an I Know Who is My Secret Santa pagi tadi pas bangun tidur, disambi ngedonlot (film serial dan e-book huehehe) dan bersih-bersih kamar mandi pula. Harusnya selesai jam 9, eh malah selesai jam 11 lewat. :p *dilempar martil*

Next deh ya. Sebelum aku menebak siapa Santa-ku yang misterius ini, ada baiknya untuk pemanasan demi mengingat riddle apa yang diberikan Santa.


Setelah itu, baru deh kita babat satu per satu, hingga akhirnya membentuk nama Santa yang jelas dan belum tentu benar itu. xD

Petunjuk yang menurutku mudah dulu deh. Dari tanda panah yang ada di sebelah kanan dan kiri clue, aku yakin kalau clue-nya dibaca dari kanan bawah ke kiri atas. Lalu, kertas sobekan itu adalah kertas sobekan Periplus Online, yang artinya Santa-ku ini pernah belanja di sana. Okay, yang satu ini sama sekali nggak ngebantu karena yang belanja di Periplus itu banyak, termasuk aku. -_-

Lanjut ke huruf aneh yang ada di dalam tanda panah! Aku nggak tahu itu huruf apaan, karena aku sama sekali nggak pernah ikutan Pramuka (iya, tegak sebentar aja udah capek, dasar manja!). Adikku yang pertama kali bilang kalau itu kode Pramuka, kemudian mama juga yakin banget kalau itu kode Pramuka. Okelah, aku iya-in aja, tapi aku belum sibuk nyari.

Kalau nggak salah waktu itu hari Rabu, beberapa hari setelah mendapat paket ini, baru aku sibuk mengutak-atik Google, nyari kode Pramuka. Sambil nyari kode yang pas, yang waktu itu targetnya sih Kode Morse, aku pun iseng buka Twitter. Saat lagi ngobrol sama anak BBI Palembang di Twitter, tiba-tiba Mas Tezar nongol nanyain si riddle-man. (?) Aku pun langsung kasih tahu riddle-nya sambil masih ngutak-atik Kode Morse yang sama sekali NGGAK cocok sama kode-kode itu. (Waktu itu adik nyaranin nyari 'huruf kotak', tapi pas aku cari, hasil yang keluar malah Cara Bikin Status Huruf Kotak Berwarna di Facebook, dll yang jelas intinya sama aja. Untung nggak ada hasil Cara Membuat Teh Kotak.)

Kemudian, masih di Twitter, Mas Tezar ngasih petunjuk: Santa ini anggota baru BBI dan tinggal diiiimanaaaa gitu, aku lupa. *dilempar sendal sama Santa* Anyway, thanks, Mas Tezar, kalau nggak dibantu, mungkin aku bakal butuh waktu lama untuk menebak Santa, atau mungkin malah nggak bisa nebak. :D

Setelah lama mencari huruf yang tepat, akhirnya pilihanku jatuh kepada Sandi Kotak!


Pertama-tama, berlagak sok pintar aku mencocokkan sandi yang ada di riddle dengan sandi kotak yang aku dapat di artikel. Tahu lah ya aku ini orangnya malas banget kalau disuruh berpusing-pusing ria begini. Mencocokkan riddle dan sandi ini pun aku nggak bisa. Sejujurnya, sandi di riddle pas aku ubah jadi huruf manusia normal jadinya kacau. Aku nggak mau ngasih tahu hasilnya karena itu hasil jelas-jelas ngawur, nggak terbaca, dan bikin aku malu doang nantinya kalau di-publish di sini. -,-

Akhirnya, aku pakai cara bodoh (dulu dan sekarang pun masih kalau aku nyebut 'jalan cepat' untuk nyelesaiin soal matematika itu 'cara bodoh', aneh ya? ._.) aja. Aku nggak membuang sandi kotak dari pikiranku. Urusan sandi kotak itu nanti, setelah selesai pakai rumus mudahku. :p Info yang aku dapat tadi: Santa ini anak baru di BBI, dia juga tinggal di Jawa (sekarang inget). Jadi, aku buka data BBI Versi 2.0 dan mencari target yang sesuai. Aku mencari nama dengan jumlah huruf yang sama seperti yang ada di riddle. Aku inget banget waktu itu nyarinya nggak lama, cuman cocokin dua atau tiga nama, lalu ketemu yang pas. Dan saat aku cocokin ke sandi kotak yang ada di riddle, COCOK!

pencocokan nama dengan huruf yang sama

My dear Santa, are you ready to be revealed by me?
*sombong*
*kalau salah, mukamu mau ditaruh mana, Lin?*

Berdasarkan penelitian Kecocokan Nama Santa dengan Sandi Kotak dan Stalking Postingan Santa dimana Aku Menemukan Bukti bahwa Santa Memang Belanja di Periplus, aku pun yakin kalau Santa-ku adalah...

SANDRA CATTELYA

Santa, benarkah itu namamu? Atau aku telah keliru? *sok puitis* Aku tunggu pengakuanmu besok, ya. ^^

much love for Santa,
Linda.♥


30 Januari 2014: Postbar Secret Santa: Review&Guessing
Sepeda Merah Vol.1 dan Vol. 2 by Kim Dong Hwa

14 komentar:

  1. haha, pemecahan riddlenya unik banget. aku tahu itu sandi pramuka, tapi awalnya nggak inget juga sandi apa (anak-pramuka-setengah) ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu aja ga tahu, Lu, apalagi aku yang buta banget sama Pramuka.. xD

      Hapus
  2. Aku juga ketawa baca pemecahan riddlenya. Cerdas dan kreatif, lin

    BalasHapus
  3. keren bangeeeet...aku juga ga pernah tahan ikut pramuka, clueless deh beneran hahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihihih doakan tebakanku bener ya mbak.. :p

      Hapus
  4. karena aku ga pernah ikut pramuka, aku ga bs nebak deh hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ga bisa nebak mbak, itu aja setelah dibantu masih pake cara barbar. x)))

      Hapus
  5. baru tahu ada sandi beginian di pramuka...
    padahal sukses ikut pramuka siaga smpe kecamatan zaman esde dulu *tutupmuka*

    semoga benar ya linda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah... jadi ini bukan sandi pramuka? *garuk2 aspal* ;_;

      Hapus
  6. aku gak bisa berhenti senyum! pipiku sakit. hahahaha.
    aku gak ngerti kenapa pada nyangka ini sandi pramuka, soalnya aku ikut pramuka juga gak lulus jadi apa2. hahaha. dan yang hebatnya lagi, tebakan siapa santanya BENAR ih! hhehehe. (eh, ini udah waktunya revealing myself belum sih? #antiklimaks)

    linda, itu kode freemason atau dikenal juga sebagai kode mason. sebelum kamu dan orang2 mikir aku antiagama dan semacamnya (hahahhaha), aku dapet kode itu dari komik Detektif School Q (tau gak? yang komikus Detektif Kindaichi juga) dan sebenernya kode itu udah sering dipake juga di mana2, kayak di The Da Vinci Code, komik Detektif Conan, dll. Malah sebenernya awalnya aku mikir kodenya bakal gampang banget dipecahin (well, kalo udah tau kuncinya sih). hhehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaaa Sandra! *peluk ah*
      Makasih bukunyaaaaa! *peluk lagi*

      Jadi itu beneran bukan kode pramuka? *jedotin kepala*
      Aku jadi inget pas kamu nongol di blogpost-ku yg pamer riddle itu aku malah ketawa-ketiwi ga jelas. Sekarang malah ngakak beneran. *lah*

      Oh.. caraku nebak jauh dari freemason ya. Lebih tepat dibilang free-ngawur. x)

      Once again tengkyuuuuu. *peluk Sandra sampe ga bisa napas* xD

      Hapus
  7. hahahaha, keren deh kepikiran buat sandi, aku juga g ngatu itu sandi apa, ikut pramuka juga nggak tapi keren bisa mecahinnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha ini dibantu juga sih, Sulis.. ^^

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...