Sabtu, 16 Juni 2012

[REVIEW] The Gates

Judul : The Gates
Penulis : John Connolly
Alih Bahasa : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
Halaman : 320
ISBN : 978-979-22-7821-7

Kalau dua tahun lalu aku menahan nafas karena membaca petualangan David di The Book of Lost Things, maka sekarang aku tergelak karena Samuel di The Gates. Dua buku karangan John Connolly ini sama-sama membuatku jatuh cinta (meskipun sebenarnya cintaku masih untuk The Book of Lost Things) dan memiliki karakter tersendiri. The Gates ini, seharusnya menjadi buku yang menyeramkan menilik dari cover dan judulnya. Awalnya, aku agak ragu membeli buku ini, karena berdasarkan sinopsis, buku ini banyak membahas setan-setan aneh. Tapi, setelah membeli dan membacanya, oh dude.. ini setan atau badut, sih? Hahahaha. Bisa dibilang si setan konyol. Dan seperti setan kebanyakan, berperawakan seram. Namun, disini, setan-setan berperawakan seram ini sama sekali tidak seseram yang kau kira.

Dua malam sebelum Halloween, Samuel dan anjingnya yang bernama Boswell mendatangi kediaman Abernathy, rumah nomor 666 di Crowley Avenue, dengan menggunakan kostum hantu, meskipun malam itu belum Halloween. Dia bermaksud mendahului hari itu, dia pikir itu lebih baik. Ah, dasar anak aneh. Dia akhirnya diusir oleh Mr. Abernathy karena terlalu cepat mengajukan trick or treat dan alasan yang paling masuk akal adalah.. ia merasa terganggu.

Setelah mengusir Samuel, ia segera menuju ruang bawah tanah, dimana Mrs. Abernathy dan pasangan Renfield menunggu dengan jubah hitam di masing-masing badan mereka. Mrs. Abernathy memulai mantranya setelah mereka berempat mengelilingi bintang di lantai bawah tanah itu. Tak lama kemudian, cakram berwarna biru melayang di tengah bintang itu. Cakram biru yang kuat, disertai bau pabrik telur busuk yang mengerikan (dan.. dijamin akan membuat hidungmu menyesal menjadi indera penciuman), dan di dalamnya terlihat bayangan mengerikan akan tanah tandus nan kering.. NERAKA.

Samuel dan Boswell, yang belum beranjak dari rumah itu, menyadari ada yang tidak beres, dan segera berjalan mengikuti bau dan cahaya biru berkilauan di sisi lain rumah pasangan Abernathy.

Di lain tempat, CERN, dimana terdapat Large Hadron Collider atau Penabrak Hadron Besar, tepatnya di ruangan pengamat kerja mesin itu, juga mengalami keanehan yang serupa. Salah satu dari dua pengamat melihat dengan jelas, ada partikel yang memisahkan diri. Dan tak lama setelah itu, ia mengamati kode biner yang berubah secara berantakan, seolah si partikel berusaha menyamarkan jejak yang ia ciptakan.

Dalam waktu yang sama, 19.30 tanggal 28 Oktober, partikel yang terlepas dan cakram biru itu membuat segalanya complicated dan tidak masuk akal.

Samuel dan Boswell, saksi mata kejadian itu, masih mengamati lekat-lekat ruang bawah tanah pasangan Abernathy. Ia melihat dengan kepalanya sendiri, Mrs. Abernathy ditarik paksa ke dalam cakram itu. Dan kembali lagi dalam wujudnya yang beda. Dari luar ia mungkin terlihat seperti Mrs. Abernathy, tapi nyatanya kali ini dia lebih cantik dan.. penuh dengan kekuatan. Matanya berkilauan dengan sinar biru yang menyeramkan. Itu saja sudah membuat Samuel dan Boswell ketakutan. Apalagi pantulan diri pasangan Renfield dan Mr. Abernathy yang menyusul ke bentuk demikian. Tapi tetap saja, Mrs. Abernathy adalah yang paling kuat dari mereka.

Dari dalam lingkaran bersinar itu, tampak makhluk yang memiliki kulit bersisik abu-abu serta tiga jari bercakar menyambar kepala Mrs. Abernathy dan menyeretnya masuk. Mrs. Abernathy bahkan tidak sempat menjerit. (page 43)

Diselimuti rasa takut, Samuel dan Boswell pergi dari tempat itu. Kembali ke rumah, dengan informasi samar namun cukup membuat Samuel merasa hal ini bukanlah hal yang baik. Sesuatu yang buruk akan terjadi. 4 hari lagi, penghuni neraka yang paling ditakuti, Maha Dengki, akan segera datang ke bumi melalui cakram itu. Samuel harus menghentikannya. Tapi, bagaimana caranya? Tidak ada yang membantunya. Tidak ada yang memercayai kisah konyolnya. Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini, kecuali menghindari teror si setan yang mengambil tubuh Mrs. Abernathy.

Samuel juga tidak melihat, setelah semua lampu dimatikan dan ibunya, seperti dia, terlelap di tempat tidur, sosok seorang wanita yang berdiri di gerbang halaman, menatap jendela kamarnya lekat-lekat. Dengan mata membara oleh api biru yang dingin. (page 61)

Sekarang nasib peradaban manusia terletak pada tangan bocah lelaki, anjing kecil, dan setan bernasib sial bernama Nurd..

Aku suka novel yang satu ini. Selain geli dengan nama-nama setan yang aneh dan setan yang berkelakuan aneh, aku juga terhibur dengan adanya si setan sial yang bernama Nurd. Nurd, atau dia lebih suka menyebut dirinya dengan Nurd, Pembawa Petaka Lima Dewa. Disebut demikian karena ia telah menimbulkan kesulitan bagi lima setan golongan rendah, yaitu (spoilery) Schwell, Setan Sepatu Tak Nyaman; Ick, Setan Hal-Hal Tak Menyenangkan yang Ditemukan di Lubang Pembuangan Saat Dibersihkan; Graham, Setan Biskuit dan Kue Cracker Basi; dll. Aku suka tingkah Nurd yang konyol. Yah.. meskipun dia hidup membosankan di tempat buangan bersama pengawalnya, Wormwood, yang tidak asyik sama sekali. Catatan: dia dibuang oleh Maha Dengki! (end-of-spoilery)

Karena novel misteri ini tidak membuatku takut, aku akan memberikan 4 bintang! Kenapa nggak 5 bintang aja, Lin? Yeeee, udah dikasih 4 malah minta 5. Okay, okay, aku jelaskan alasannya. Karena aku tidak suka fisika. Dan.. jujur saja, di awal bab, aku bosan setengan mati karena ada penjelasan teori ini itu, oh well, aku tidak terlalu pintar. Tapi aku memutuskan untuk lanjut membaca, karena firasatku mengatakan, Om John tidak akan menjelaskan teori ini-itu-bla-bla lagi di bab selanjutnya. :) Sudah jelas alasannya? Baguslah, karena aku tidak akan menjelaskan kebencianku terhadap fisika. Kau tahu? Bisa-bisa aku tidak akan berhenti menulis keluh-kesahku akan fisika-dan-bla-bla-bla disini. Hahahaha. :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...