Sabtu, 26 Mei 2012

[REVIEW] Kimi Wo Shinjiteru (Believe In You)

Judul : Kimi Wo Shinjiteru (Believe In You)
Penulis : Rina Shu
Penerbit : DIVA Press
Tahun : 2012
Halaman : 351
ISBN : 978-602-191-221-8

Here we are
On earth together
It's you and I
God has made us fall in love
It's true
I've really found
Someone like you
Will it stay
The love you feel for me
Will you say
That you will be by my side
To see me through
Until my life is through
Well in my mind
We can conquer the world
In love you and I
You and I, you and I...
I'm glad
At least in my life
I've found someone
That may not be here forever
To see me through
But I found strength in you
Cause in my mind
You will stay here always
In love you and I..

Shira, seorang gadis yang bekerja sebagai jurnalis sebuah majalah, cantik, enerjik, menarik, tapi mengidap polio sejak kecil yang menyebabkan ia di pandang sebelah mata oleh orang sekitarnya. Kecuali teman sekantor yang sudah lama dekat dan kenal dengannya. Suatu hari, partner kerja yang klop dengan Shira, Mas Dewo, memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut. Jadilah Shira kehilangan partner kerjanya yang memiliki tugas mengambil gambar setiap kejadian yang akan diliput oleh Shira dan perusahaan itu. Sebenarnya Shira sangat kehilangan, bukan hanya karena Mas Dewo partner kerjanya selama ini, melainkan juga karena Mas Dewo orang yang sangat baik yang sudah banyak membantu Shira.

Acara perpisahan Mas Dewo pun diadakan oleh Alena, bos mereka. Acara malam itu diawali dengan makan di restoran sushi kemudian karaokean. Ini semua untuk menyenangkan Mas Dewo yang memang suka sushi dan karaokean. Di restoran sushi itulah, Shira bertemu dengan cowok berwajah khas Asia yang tampan namun jahil. Tidak ada satu pun orang kantor yang mengenalnya, hanya Alena. Mungkin teman Alena, kan?

Shira tidak mengambil pusing hal tersebut sampai si cowok Asia itu mengomentari cara Shira memakan sushi. Shira tentu saja kesal. Dia ini siapa? Selain itu, cowok Asia yang tak dikenal itu mengajak Shira joget saat karaokean. Lagu cinta satu malam pun dinyanyikan cowok Asia yang aneh itu. Dan Shira pun joget dangdut dengan terpaksa. Rasa kesal setengah mati menyelubungi hati Shira.

Gadis yang aneh, tetapi cantik juga.. -Reiga (page 32)

Orang ini, selain hobi ngatur ternyata juga hobi memaksa orang. Siapa sih ia? -Shira (page 37)

Keesokan harinya, seiring dengan perginya Mas Dewo, pengganti Mas Dewo pun datang hari itu pula. Yang membuat Shira tambah kesal dan merasa dunianya hendak kiamat (agak lebay memang) adalah saat dia mendapati ternyata pengganti Mas Dewo adalah si cowok Asia yang memanggilnya gadis sushi. Sejak hari itu, pertengkaran mereka yang tidak penting dimulai. Sebenarnya dimulai sepihak. Shira membenci cowok Asia itu. Dengan alasan yang tidak jelas dan aneh, menurutku. Sedangkan si cowok Asia ternyata mencintai Shira..

Reiga, si cowok Asia yang tertarik pada Shira, melakukan berbagai hal agar hubungan ia dan Shira membaik. Tapi apa daya, Shira selalu menolak niat baik Reiga tanpa alasan yang jelas. Yang ada hanya marah, sinis, marah, sinis doang. Hal itu lama-lama membuat Reiga lelah. Bersamaan dengan lelahnya perasaan Reiga, ia menerima beasiswa dari Jepang. Ia pun dilema antara mengejar mimpinya atau mempertahankan gadis sushi yang susah diraih itu.

Tetapi, ternyata penantiannya itu sia-sia, ia sudah bosan dan memikirkannya membuatnya ingin muntah karena terlalu jenuh. (page 230)

Shira sendiri dilanda kebingungan. Reiga pernah menyatakan cinta padanya, belum lama semenjak ia mengenal Reiga. Dia bukan tidak menyukai Reiga. Dia takut patah hati lagi. Dia takut apa yang kerap dilakukan Yuza, mantannya yang sudah menikah itu, terjadi lagi. Dia takut membuka hati. Dia mengunci hatinya kuat-kuat. Melarang hatinya sendiri untuk menerima sosok Reiga. Adapun disaat ia galau, ia selalu mencurahkan isi hatinya pada sahabat terbaiknya sejak kecil, Rana, yang juga cacat seperti dirinya tapi Rana memiliki keadaan yang lebih sulit daripada Shira. Dengan Rana lah Shira bisa menjadi dirinya sendiri, merasa bahagia lagi, dan hidup kembali.

Tapi tetap saja. Meski ada Rana, luka lama itu tidak pernah hilang. Masih bersarang di hati Shira. Menghalangi Reiga untuk memasukinya. Nah, dengan ditolaknya Reiga berkali-kali oleh Shira, bagaimana perasaannya yang mulai lelah akan Shira? Apa mungkin dia masih akan mempertahankan cintanya pada seorang gadis sushi yang selalu mematri hati dengan pertahanan terkuatnya setiap hari? Padahal dia bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik mengejar mimpinya dengan beasiswa itu. Kelanjutannya baca sendiri. :)

***

What can I say? This book is entertaining, but, I don't really like it instead of the main character itself, Shira. Entah kenapa sosok Shira ngebuat aku gemes. Kalau suka sama Reiga ya udah akuin aja. Malah jual mahal. -,- *kok malah aku yang sewot?*

Pokoknya sepanjang jalan cerita aku pengen banget masuk ku dalam buku dan marah ke Shira sejadi-jadinya. Maunya dia apa sih? Si Reiga, cowok sesempurna itu, tulus cinta sama dia. Eh, dianya malah kabur, gitu. Seharusnya dia mampu menjalani masa depan tanpa terpaut keras dengan masa lalu. Masa lalu itu buat dijadiin pelajaran dengan tekad bisa nyari yang lebih baik (kayak Reiga, contohnya). Bukan malah dijadiin senjata buat nyiksa diri sendiri.

And.. well.. Reiga is soooo damn patient! Pengen rasanya bilang ke Reiga, "Si Shira nggak usah lo kejar lagi, deh. Percuma. Tuh cewek cuman ngabisin tenaga sama bensin mobil lo doang. Mending juga sama gue, mumpung lagi available.." *eh*

Kalau saja nggak ada si Rana, pasti dari kemarin-kemarin udah nggak mau baca buku ini lagi. Si Rana itu tipe cewek yang keren banget. Padahal Shira bisa belajar sama temannya yang lebih menderita dari dia itu, kan? Dasar Shira aja yang nggak manfaatin kesempatan. Adapun kisah si Rana ini ngebuat aku menangis dalam hati. Kisah cinta Rana dan Gillian itu, ya ampuuuun, entah kata apa yang bisa aku tulis yang tepat menggambarkan cinta mereka. Huehehe, they're just so sweet!

Sebenarnya buku ini cukup menarik dan menghibur, tapi sayang gara-gara sikap Shira yang over itu, novel ini jadi terkesan memaksakan karakteristik Shira. I just can give 3 stars for entertaining me today. :)

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...