Senin, 19 Maret 2012

[REVIEW] Visi Celestine feat. [REVIEW] Manusia Setengah Salmon

Kemarin aku baru saja selesai membaca dua buku yang memiliki perbedaan yang sangat jauh. Dari segi penulisnya saja sudah berbeda.

James Redfield: Visi Celestine
Raditya Dika: Manusia Setengah Salmon
Apalagi gaya mereka berbicara melalui halaman-halaman yang kelaparan. Sangat berbeda! Meskipun demikian, aku tidak bisa bilang kalau yang ini lebih baik dari yang itu, begitu pun sebaliknya.

***
(buku yang kubeli tahun 2008, dan baru punya niat baca sekarang.)
Judul: Visi Celestine (The Celestine Vision)
Penulis: James Redfield
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2008
Halaman: 312
ISBN: 979-22-3839-5

Ini sama sekali bukan novel. Buku ini adalah buku tentang pengembangan spiritual. Pemahaman akan hidup yang memiliki visi dan misi. Kita dituntun untuk mengenal diri kita, menarik lebih banyak perhatian ke lingkungan di sekitar kita, dan berhubungan dengan orang lain.

Ini adalah buku terberat yang pernah aku baca. Bahkan, masih lebih asyik membaca buku Matematika dan Biologi. Meskipun demikian, ada beberapa bagian yang aku suka dalam buku ini. Bagian dimana aku langsung berpikir dan mengangguk menyetujui sang penulis. Bagian mengenai kenyataan hidup yang memang sering terjadi di kehidupan kita. Misalnya: bertemu orang yang sama berulang kali tapi kita tetap tidak berani memulai pembicaraan, gelisah akan arti mimpi di malam hari, menanyakan hal yang absurd, berpikir mengenai hidup setelah mati, dan memulai hubungan dengan seseorang tapi kemudian muncul konflik yang membuat kita memutuskan untuk keluar dari hubungan itu.

Kita semua pernah merasakan jenis cinta yang membutuhkan objek: orangtua, pasangan, anak, atau teman. Cinta yang menjadi tanda adanya keterbukaan terhadap pengalaman transenden adalah jenis cinta yang lain. Cinta ini hadir tanpa fokus spesifik, ia mengalir secara konstan dan menjaga semua emosi kita yang lain agar tetap seimbang. (page 143)

Gara-gara televisi, radio, dan komputerisasi, sekarang dunia tampak lebih kecil daripada sebelumnya sepanjang sejarah manusia. (page 193)

Andai saja penulis menjelaskan setiap bagian dengan bahasa yang tidak kaku dan bersahabat, aku yakin aku akan memberikan 5 bintang untuk buku ini. Now, I just can give 3.5 stars. :)


***

Judul: Manusia Setengah Salmon
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2011
Halaman: 246
ISBN: 979-780-531-X

Seperti karya Raditya Dika sebelumnya, buku ini masih mengisahkan kehidupan Raditya Dika sendiri, keluarganya, dan bahkan teman/pacarnya. Bisa kita bilang ngumbar aib juga, sih. -___-

Tapi, seluruh bab yang Bang Dika sampaikan melalui tulisan bukan asbun doang. Ada maknanya. Dan makna dari setiap cerita itu ngena banget di-aku. Inilah yang membuat aku selalu ngacungin 5 jempol (4 jempol sendiri, 1 jempol sapi) untuk karya-karya Bang Dika. Selain kisah berupa pesan moral, ada juga halaman Emoticon, Serupa tapi Emang Beda, dst. Halaman-halaman ini aku anggap sebagai iklan. Kenapa? Si Bang Dika kayaknya iseng doang nulis halaman begitu. Tapi aku suka. Hihihi. *ketawa sendiri*

Sebaiknya, semakin bertambah umur kita, semakin kita dekat dengan orang tua kita. (page 133)

Orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan. (page 245)

This book worth 4.5 stars. :D

***

Dua buku ini memiliki nilai lebih dan kelemahan tersendiri. Saat membaca Visi Celestine, aku ingin cepat-cepat selesai membacanya. Sedangkan saat membaca Manusia Setengah Salmon, aku merasa kurang. Ingin membaca lebih.

Aku membaca dua buku ini secara bersamaan dengan harapan saat aku mengantuk membaca Visi Celestine, aku bisa mencegah rasa kantuk dengan membaca Manusia Setengah Salmon. Dan hasilnya.. aku tertawa sampai sesak padahal tadinya mata cuman punya daya 3 watt.

Meskipun demikian, kedua buku ini memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama mengisahkan realita. James Redfield dengan bahasa ilmiahnya, Raditya Dika dengan bahasa gaulnya. Keduanya sama-sama menuntun kita untuk mengerti arti hidup dan kehidupan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...