Rabu, 07 Maret 2012

[REVIEW] Rain Over Me

Judul: Rain Over Me
Penulis: Arini Putri
Penerbit: Gagas Media
Tahun: Januari 2012
Halaman: 360
ISBN: 979-780-525-5

Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.

Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu—di antara kita—aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.

Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar bahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu—tapi..., bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?
***

Sejak Kim Hyu-Bin kehilangan ibunya, dia menjadi anak yang bermasalah. Hampir setiap hari badannya, terutama wajahnya, biru lebam karena berkelahi. Ditambah lagi dengan sikap ayahnya yang seolah tak peduli padanya. Perhatian kecil dari ayahnya seperti mencium keningnya sebelum tidur pun tak pernah dirasakan Kim Hyu-Bin sepeninggalan ibunya.

Sampai hari itu tiba. Ayah Kim Hyu-Bin duduk di meja makan dengan pakaian yang rapi. Senyum yang sudah lama tak ia lihat pun bertengger di wajah ayahnya. Hampir saja Hyu-Bin memeluk ayahnya kalau saja wanita dan gadis itu tidak ada di meja makan bersamanya.

Wanita itu, Farah, akan menjadi ibu Hyu-Bin. Pada awalnya, Hyu-Bin tidak setuju. Tetapi, setelah Yuna—anak Farah—memperkenalkan diri padanya, meyakinkan Hyu-Bin bahwa semua akan baik-baik saja, menenangkan Hyu-Bin dengan mata bening dan senyum cerianya, Hyu-Bin merasa Yuna adalah malaikat kecilnya.

Hyu-Bin tidak lagi memedulikan teman yang mengajaknya berkelahi. Hyu-Bin merasa kekosongannya telah diisi oleh celotehan ceria Yuna dan kasih sayang dari ibu Farah. Hyu-Bin sangat bahagia. Terlebih saat melukis sambil menatap langit sore setiap hari bersama Yuna.

(bab: pain)
*terharuuu*

Tapi, hidup tak selalu bahagia. Yuna dan ibunya harus kembali ke Indonesia karena eyang yang berada di Solo sakit. Eyang ingin bertemu Yuna.

Hyu-Bin marah. Ia tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya. Hyu-Bin kembali menjadi anak yang bermasalah sampai ia duduk di bangku universitas.

Ayah Hyu-Bin lama-lama kesal dengan kelakuan Hyu-Bin yang tidak dewasa. Ia menyuruh Pelayan Shin untuk membawa Hyu-Bin ke salah satu restorannya, Little Kim's Restaurant. Hyu-Bin dipaksa untuk bekerja disana. Menjadi seorang pelayan.

Hyu-Bin kesal. Bagaimana bisa ayahnya menjadikannya babu di tempat miliknya sendiri? Ditambah lagi dengan tatapan benci yang sarat permusuhan dari Han Chae-Rin, satu-satunya pelayan wanita disana.

Sekarang, Hyu-Bin sekali lagi menerima permintaan ayahnya. Menjemput tamu ayah di bandara. Hyu-Bin tidak habis pikir. Bukankah ayahnya bisa meminta pelayannya untuk menjemput tamunya di bandara? Hyu-Bin bahkan tidak diberi tahu siapa yang akan dijemputnya.

Hyu-Bin lelah mencari dengan penuh kekesalaan. Dan detik itu pun tiba. Yuna ada di depannya, terseok-seok karena roda koper yang rusak. Hyu-Bin ingin membelai rambut Yuna. Tapi dia tidak bisa melakukannya lagi. Yuna berbeda dengan jilbab itu. Tapi masih tetap sama dengan senyum dan mata beningnya. Hyu-Bin tersadar, dia merindukan Yuna.

Sejak kedatangan Yuna, konflik hati bermunculan. Antara Hyu-Bin, Yuna, Chae-Rin, dan Jeon-Seuk.
***
Aku membaca buku ini sejak Februari. Sempat macet, sih. Tapi macetnya bukan karena novel ini kurang menarik, melainkan saat itu aku 'maling' baca di Gramedia. Hehehe biasaa.. mental mahasiswa. Belum sanggup beli, ujung-ujungnya baca buku yang sampulnya udah kebuka. Kasihan.. -,-

Yoon Jeon-Seuk menatapku tajam dari ujung matanya. "Biasa dengan rasa sakit bukan hal yang bagus." ujarnya dengan nada sedih. "Itu tandanya kau sering merasakannya."
"Ya," desahku. "Tapi setidaknya hal itu membuatku sedikit lebih kuat." -Yuna (page 210)

Sekarang.. alhamdulillah ya suswanto banget. Udah sanggup beli dan baca dengan nyaman. :D

Setelah selesai membaca novel ini, aku bingung. "Apa aku membaca novel dengan judul yang salah?"

Setelah aku teliti lagi, tidak ada unsur hujan yang menjadi ikon novel. Kesedihan sang tokoh juga tidak mendukung judul. Mengapa tidak diberi judul Afternoon Sky saja? Seperti novel yang ditulis Yuna. Apa mungkin aku yang kurang peka?

Well.. lupakan soal judul. Sejujurnya, aku tidak bisa berhenti membaca novel ini. Ceritanya ringan. Yah.. meskipun aku sudah sering membaca cerita dengan teman seperti ini, aku tetap saja salah terka. Sotoy banget nebak ini nebak itu. Dan ternyata, dugaanku di awal sampai akhir cerita salah semua. Dasar bego!

Aku paling geregetan sama Chae-Rin dan Yuna. Entah kenapa aku paling nggak suka sama tokoh yang mau tapi malu. Ayolah.. cinta itu untuk diperjuangkan, bukan untuk direlakan! *cuci otak*

Hyu-Bin. Cowok ini bodoh sekali. Dia bahkan tidak tahu perasaannya sendiri. Selalu terlihat kaku dan dingin. Aku ingin sekali mengajarinya tersenyum untuk setiap orang. Bukan hanya tersenyum untuk orang tertentu saja. Yah.. meskipun sudah ada Chae-Rin yang mengajarinya. *psssstt.. ini rahasia ya. Aku selalu menginginkan seorang kakak seperti Hyu-Bin!*

Yoon Jeon-Seok. Ah.. cowok romantis ini. Cowok idaman setiap wanita. Awalnya, aku kesal pada Jeon-Seok yang tidak pernah bisa move on. Padahal, banyak gadis yang lebih cantik dan baik daripada Chae-Rin. Ingin sekali aku menoyor kepalanya. Mengatakan padanya bahwa masih ada aku. (lho?) -_-

"Kau terlihat cantik. Tapi akan lebih cantik bila kau menjadi dirimu sendiri." -Kim Hyu Bin (page 262) 

Dari awal terlihat oleh mata, novel ini sudah menyita perhatianku. Sampulnya itu, lho. Cute bangeeeeet! Warna biru, lagi! Aku senang akhirnya bisa membacanya dengan tenang di rumah, bukan membaca di deretan buku di Gramedia sambil dilirik sinis sama pegawai disana.

Sejauh ini, Rain Over Me cukup bagus. Hanya saja, bahasa yang digunakan kurang luwes. Mungkin karena ini novel pertamanya Mbak Arini. Tapi, idenya keren, kok! Sayang sekali banyak typo berterbaran. Editornya lagi ngantuk kaleee.. -_-

Last but not least, I wanna give 4 stars. But, because of the typo yang parah, aku kasih 3 bintang aja deh. :)

2 komentar:

  1. haloo linda,aku juga tertarik dg buku ini waktu ke gramed beberapa minggu yang lalu cuma setelah baca review ini kayaknya penuh dg konflik dan kurang mudah dicerna bahasa dari novel tsb,jadi bingung mau beli atau gak brb *showeran* btw harganya brp ya?aku lupa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. *mbb* ceritanya lumayan, tapi aku kurang suka hehehe. harganya 45ribu. :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...