Rabu, 30 Desember 2015

Wrap-up Reading Challenge 2015 + Mini Review (Part II)

source tumblr. font edited by me.

Yang belom baca postingan Part I, klik link ini yah. Kalo nggak baca yang sebelumnya ya nggak apa-apa juga sih. x) Sebelumnya kan aku udah berbagi tentang TBR Jar Challenge yang gagal itu, nah sekarang aku bakal nge-wrap-up challenge yang udah kuikutin dari tahun kemarin yang nggak pernah berhasil juga, challenge unik yang menggoda banget untuk diikutin, yaitu Lucky No. 15 Reading Challenge. Sekalian nanti project Donate for Comments kucantumin di akhir post—yang mana nanti masih kuedit asalkan belum berganti tahun.

Baiklah, langsung aja yak aku rangkum challenge berikutnya yang aku ikuti tahun ini. ^^

Lucky No. 15 Reading Challenge

master post: here
CHUNKY BRICK
1. Les Misérables - Victor Hugo
Karena tebelnya yang bikin keder duluan, plus embel-embel klasik, aku akhirnya baca buku ini bareng Mas Tezar dan Aul (maksudnya biar ada temen yang senasib). :') Makan waktu lamaaa banget baca buku ini, apalagi pas bagian awal. Rasanya berat pas mau lanjut baca. Tapi... sebagai pembaca yang setia, aku ikhlas pacaran sama buku ini sebulanan lebih. Dan itu bukanlah momen pacaran yang nggak meninggalkan kesan. Aku suka buku ini. Kalau saja aku tergolong pecinta klasik lawas, buku ini bakal nangkring di rak favorit. Sayangnya bukan. Aku suka klasik, asalkan setipe Pride and Prejudice. Kalo Les Misérables sih.. masih terlalu berat untukku. x)

Kapan-kapan mau coba klasik sejenis Les Misérables? Hmm.. boleh deh. Ada yang mau ngajak aku baca bareng? :)

2. The Child Thief - Brom
The Child Thief termasuk buku yang lumayan lama ada di timbunan. Iya... iya... tebelnya buku ini sebenernya nggak terlalu menakutkan kok, soalnya tulisannya gede-gede. Cepet habis sebenernya. Alesan aku nunda-nunda baca cuman karena persepsi nanti tangan bakal pegel banget pas baca ini (yang ternyata emang pegel). xD Aku dapet hidayah mulai ambil buku ini dari timbunan harta setelah nonton Once Upon A Time Season 3. Disitu kan ada sosok nakal si Peter Pan unyu, jadi aku mulailah baca The Child Thief. Kalo kalian suka fantasi, baca deh The Child Thief! Aaaak.. suka!

SOMETHING NEW
3. Fight for Love - Orizuka
Buku ini tipiiiis banget. Tapi termasuk asyik! Alesannya cuman satu: Starlet dan keluarganya yang somplak abis! xD

4. Four: A Divergent Collection - Veronica Roth
Ini kubaca setelah rasa kesalku ke Allegiant agak mereda. x) Sebagai pecinta Four dan Uriah garis keras, rasanya wajib banget aku baca buku ini. Kalian yang ngaku sayang Four, hayuk dong baca ini jugaaa! *berasa sales* Eh tapi aku nggak akan mau tanggung jawab kalau nantinya kalian bakal lebih cinta Four seusai baca ini. x)

SOMETHING BORROWED
5. Girls & Tech - Ollie (buat review dikit di gutrits nih)
Pinjem dari Novi, biar aku nggak terlalu ketinggalan info IT. Buku ini ada plus minusnya. Plusnya, dari sini kita bisa nambah pengetahuan tentang dunia IT yang biasanya bikin orang jiper. Aku sendiri pas habis baca ini jadi semangat meski pas besok semangatnya ilang lagi dan bukannya ngelanjutin bikin program malah sibuk fangirling! Minusnya, agak ngebosenin. Tadinya aku pikir buku ini bakal penuh warna dan gambar-gambar lucu (yakali.. emang ini buku mewarnai, Lin?!) yang biasanya ada di buku pengembangan diri. Eh, ini malah banyak banget tulisannya. Sesek nafas sendiri aku baca buku pengembangan diri yang isinya rata-rata tulisan. :'( *mental anak kecil*


IT'S BEEN THERE FOREVER
6. Delirium - Lauren Oliver
Rasanya Delirium pantes banget masuk ke daftar ini. Hayo tebak udah berapa lama? Sejak awal tahun aku gabung di BBI! xD *tebak-tebakan sendiri* *ketawa sendiri* Pas baca buku ini.. hmm leh ugha temanya. Cinta merupakan penyakit. Di ulang tahun ke 17, harus menjalani program pembersihan diri dari virus yang bernama cinta. Plis deh.. meski cinta bikin sakit hati, kalo nggak ada cinta mau jadi apa manusia di dunia ini nanti?! Aku nggak bisa fangirling doooong!!! Well.. aku cukup menikmati buku ini. Awal-awal biasa aja. Momen menegangkannya baru dikit. Pas lembar-lembar terakhir juga seru. Cuman aku kaget banget pas baca bagian terakhir, like... "what?! What happened? Itu tadi kenapa? Kok bisa gitu sih? Kan kasihan.. yaelah sialan!" gitu. :)))

Ah, akhirnya Delirium kebaca juga setelah bertahun-tahun. Maaf karena terlalu lama mengabaikanmu dipojokan timbunan hartaku, Sayang. :* Tenang.. sebentar lagi kamu dapet kawan, namanya Pandemonium (baca: ada timbunan yang secepatnya akan datang kalo nggak out of stock).

FREEBIES TIME
Rata-rata buku yang dapet gratisan termasuk buku tebel dan ngangkat topik berat pula. Aku tak sanggup, Mama! Kategori ini: GAGAL. :'(

BARGAIN ALL THE WAY
Kenapa waktu itu aku nggak baca Lips Touch, ya? Oh, kalau nggak salah sih, aku lagi males.. *ditendang bebi*


FAVORITE COLOR (BLUE, FOREVER BLUE!)
7. Station Eleven - Emily St. John Mandel
*pause agak lama*
*mencoba mengingat-ingat*
Kalau nggak salah buku ini nyeritain tentang wabah flu yang menjalar kemana-mana. Bertahun-tahun setelah wabah, beberapa tempat tak tertinggali, banyak mayat bergelimpangan, tapi ada beberapa tempat yang berpenghuni. Manusia hidup berkelompok. Tapi nggak jarang juga ada manusia yang saling membunuh. Di tengah-tengah sunyinya alam paska wabah, segerombol karnaval mampir dari satu tempat ke tempat lain, menampilkan Shakespeare dll. Semacam hiburan di dunia abu-abu. Pas baca buku ini rasa sepi dan desperatenya itu kerasaaa banget! Aku sempet mau udahan aja karena lelah baca depan pc. Tapi pas mau udahan, ada aja yang ngalangin. Contohnya pas kisah tentang buku Station Eleven milik si (lupa namanya) diceritain (iya, di sini Station Eleven itu semacam komik). Buku yang secara tak langsung menghubungkan banyak tokoh di buku ini. Selesai baca, rasanya pengin meluk tapi ga bisa. Ada yang mau kasih aku paperback-nya? xD

8. Interlude - Windry Ramadhina
Ini udah aku ceritain di postingan sebelumnya, ya.

FIRST INITIAL
Tadinya mau baca Snow Flower and the Secret Fan-nya Lisa See untuk kategori ini, tapih... tapih... aku sama sekali nggak tergerak bahkan untuk sekadar nyentuh bukunya doang. :') Maaf, iya aku minta maaf. Aku tahu aku salah. :"

SUPER SERIES
9. Allegiant (Divergent #3) - Veronica Roth (link review)

OPPOSITES ATTRACT
10. Before I Go to Sleep - S.J. Watson (link review)

RANDOMLY PICKED
Ini juga gagal. Aku lupa nyimpen bukunya dimana. :')

COVER LUST
11. In A Blue Moon - Ilana Tan
Bukan penggemar berat Ilana Tan. Tapi... duh.. sampulnya cantik bangeeeet. Iya, beli buku ini cuman karena naksir sampulnya doang (ya emang maksud dari Cover Lust ini begitu kan yah?). Dan nggak berharap bakal naksir-naksir amat. Tapi, ceritanya maniiiis banget. Salah satu love story termanis yang aku baca tahun ini.


12. To All the Boys I've Loved Before - Jenny Han
Sampul buku yang satu ini juga cantik banget! Aku seneng banget pas Penerbit Spring nerjemahin buku ini, sampulnya sama pula sama yang asli. Terjemahannya juga enak dibaca. Nggak rugi beli. Selain sampul yang cantik, isinya juga cantik. Aku sayang banget sama Gadis-gadis Song ini. x) Btw, Lara Jean dan Peter kemungkinan besar bakal masuk dalam kategori pasangan favoritku tahun ini.

WHO ARE YOU AGAIN?
13. CoupL(ov)e - Rhein Fathia
Silahkan baca di postingan sebelumnya (lagi), ya. :p

ONE WORD ONLY!
14. Katarsis - Anastasia Aemilia
Yang ini juga. Hihihih. *blogger pemalas* :p

DREAM DESTINATION
15. London: Angel - Windry Ramadhina
London digambarkan sebagai kota yang diselimuti hujan. Aku suka hujan, karena hujan adalah sahabat baik kopi dan buku. Alasan klasik, ya? :p Dan bukunya Mbak Windry yang satu ini menurutku sudah berhasil membuat aku merasa sedang diselimuti hujan (tiba-tiba) di London. I hope someday I can spend my days here even just for a week, dan mungkin nggak akan keberatan ditawari sarapan oleh Madam Ellis di Madge. ^^

Kesanku tentang challenge satu ini masih sama: mengasyikkan. Mungkin aku akan ikutan challenge ini lagi, kapan-kapan, yang artinya bukan tahun depan. Tahun depan aku mau istirahat ikutan challenge dulu, deh, biar nggak merasa dikejer-kejer terus. xD

***

Project: Donate for Comments

master post: here

Karena postinganku tidak banyak tahun ini, donasi yang aku kumpulkan pun jadinya sedikit. :'( Sedih dan merasa bersalah banget. Kalian masih bisa lho komentar dipostingan mana aja, lumayan buat nambahin donasi, mumpung belom ganti tahun. x)

Update: Setelah direkap ulang, jumlah komentar yang kudapat tahun 2015 lalu sebanyak 65 komentar (iya sedikit). x) Jumlah tersebut akan kukalikan Rp500,- dan kusumbangkan ke masjid dekat rumah (karena lagi malas nyari kontak Oky—host yang sekarang sedang sibuk—untuk menggabungkan hasil donasi).

Sekian laporan challenge yang aku ikuti tahun ini. Seperti yang aku bilang, nggak berhasil, nggak gagal juga. :p Kalau kalian? Gimana challenge yang kalian ikuti tahun ini? Sukses? Setengah berhasil? Atau malah gagal? Tenang.. khatam atau nggaknya challenge yang kamu ikuti bukan menjadi penentu gagal atau berhasilnya sebuah challenge. Penentunya itu kalo kita have fun selama mengikuti challenge. *teori sotoy* Sekian. xD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...