Jumat, 21 September 2012

[REVIEW] So, I Married the Anti-fan

Judul: So, I Married the Anti-fan
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penerbit: Penerbit Haru
Edisi: Indonesia
Tahun: 2012
Halaman: 540
ISBN: 978-602-98325-4-9
I rate it 3.5/5 stars

Gara-gara tidak sengaja membuat masalah dengan Hu Joon (artis terkenal di Korea), Lee Geun Yong dipecat dari perusahaan majalah tempatnya bekerja. Hal ini membuat Geun Yong yang awalnya memang tidak suka Hu Joon, jadi tambah kesal dan benci melihat artis itu. Dia melakukan segala hal untuk mendapatkan pekerjaannya kembali. Mulai dari protes ke atasannya, menyebarkan gosip tentang Hu Joon, hingga mendatangi kantor manajemen Hu Joon.

Tindakan Geun Yong yang ceroboh itu mengundang perhatian masyarakat, terutama remaja yang nge-fans berat sama Hu Joon. Pernah ia dihajar sampai babak belur karena menyebarkan gosip tentang Hu Joon di depan kantor Hu Joon oleh para fans-nya. Hal itu membuat Geun Yong semakin membenci Hu Joon. Apalagi muncul berita di internet tentang dirinya.

Lee Geun Yong? Siapa ya? Ah, perempuan sakit jiwa itu?

Di tengah kehebohan ini, PD Han (seorang PD yang biasanya menangani variety show) menggunakan kesempatan untuk meraup keuntungan. Ia berusaha untuk menemui Geun Young--yang sekarang sudah dijuluki sebagai anti-fan Hu Joon--dan mengajaknya untuk mengikuty variety show So, I Married the Anti-fan. Awalnya Geun Yong setuju dikarenakan uang kontrak yang ditawarkan sangat besar. Tetapi, ketika ia mengetahui artis yang akan bersamanya di variety show tadi, Geun Yong terkejut dan khawatir akan menolak tawaran tersebut. Ia akan melakukan proses syuting bersama Hu Joon. Menjadi manajer Hu Joon selama beberapa bulan dengan kamera yang terus mengikuti mereka.

Mampukah Geun Yong bertahan dalam dunia So, I Married the Anti-fan yang rumit? Hidup dengan sosok Hu Joon yang dingin dan misterius itu terkadang membuatnya takut, sekaligus penasaran. Ditambah lagi fans Hu Joon yang tidak setuju akan variety show ini dan mereka tak segan-segan akan menghajar Geun Yong apabila Geun Yong melukai Hu Joon sedikit saja. Bukan hanya itu, hidup Geun Yong juga menjadi jauh dari kata nyaman sejak saat itu hingga ia ingin sekali menangis.

Satu kata untuk novel ini: drama korea bangeeeeeet!!

Pernah nonton drama Korea, kan? Nah, seperti itulah perasaanku saat membaca novel ini. Novel asli dari penulis Korea ini cukup menghibur. Dari sini kita bisa tahu bahwa kehidupan seorang artis itu penuh lika-liku. Penuh rahasia. Dan tentu saja penuh sensasi. Selain itu, di buku ini kita akan ditunjukkan mengenai arti anti-fan yang sebenarnya. Benarkah seorang anti-fan selalu menjelek-jelekkan sang artis dan berusaha untuk melukai artis itu? Bisa saja iya, bisa pula tidak.

Sosok Geun Yong yang ekspresif, besar mulut, dan frontal ini sanggup membuatku terkikik geli. Lucu saja melihat tingkahnya yang aneh itu. Apalagi film kesukaannya yang kebanyakan bertema zombie. Gila zombie, itu dia si Geun Yong. Dia sosok anti-fan yang jarang ditemui di kehidupan nyata. Yah, kalau jaman sekarang anti-fan itu sikapnya pengen ngehancurin mulu, ya. Kalau Geun Yong beda, dia anti-fan dalam segi positif. Bukan sosok anti-fan yang cocok menjadi momok bagi para artis. Dia aneh bin lucu gitu muahahaha.

Hu Joon. Dibalik sikapnya yang dingin dan misterius itu, sebenarnya dia ini penyayang banget. Dan selalu ingin melindungi orang yang dia sayangi, salah satunya gadis yang tak sengaja dilihat oleh Geun Yong saat itu (yang menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Geun Yong). Tapi, jujur saja.. di awal bab, aku agak gimanaaa gitu sama Hu Joon. Overprotective tapi nggak bisa ngelindungin. Masih aja ngotot padahal dia nggak bisa berbuat apa-apa. Iyalah nggak bisa ngapa-ngapain, lawannya kan setan! Sedikit kekanakan juga dia ini.

Iya, jadi saingannya Hu Joon itu setan banget. JJ namanya. Selalu aja iri sama Hu Joon. Heran, deh, ini orang nggak ada habisnya ya ngerusak hidup orang. Meskipun frekuensi JJ disini terbilang sedikit, aku sudah benar-benar muak sama si JJ. Apalagi kalau kehadiran JJ disini sama seperti frekuensi Hu Joon dan Geun Yong? Hemm.. mikir-mikir dulu mau beli obat penenang atau something dulu deh. Nggak kuat nahan nggak nampol tu orang.

Karakter yang paling aku sukai adalah Ji Hyang, manajer setia Hu Joon. Huaaaa.. Ji Hyang ini dewasa banget. Cocok jadi manajer Hu Joon. Saling melengkapi lah mereka berdua ini. Ji Hyang sudah seperti seorang kakak bagi Hu Joon. Aku jadi kepingin punya kakak seperti Ji Hyang. Bijak banget.

Eun Jeong memaparkan novel ini melalui sudut pandangnya sendiri sebagai seorang penulis. Penulisannya mudah untuk diikuti, tapi ada beberapa bagian yang sempat membuatku bingung. Entah aku yang kurang konsentrasi atau Eun Jeong yang kurang teliti. Disamping itu, pemaparan mengenai beberapa hal juga kurang efektif. Sebagai contoh ada paragraf yang terlalu panjang. Padahal bisa dibagi jadi 3 paragraf. Agak pusing juga baca satu paragraf sepanjang satu halaman gitu. -,-

Typo-nya syukurlah hanya sedikit. Aku cuman nge-detect 3 typo, sih.. Kalau sebenarnya lebih dari 3, itu artinya aku yang kurang teliti hehehe. :p
1) Geun Yong memintta maaf sambil membungkukkan badannya badannya 180 derajat. (page 27) Ini bukan sepenuhnya typo. Tapi aku bingung sama yang di-bold itu. 180 derajat? Kalau membungkukkan badan 90 derajat aku masih ngerti, tapi kalau sampai 180 derajat? Nggak kebayang. -,-
2) "Benar aku harus pagi dari sini?..." (page 70) Seharusnya: pergi.
3) Tetapi Hu Joon bahkan tidak memedulikan perkataan Hu Joon. (page 192) Ini kesalahan nama. Seharusnya: Tetapi Hu Joon bahkan tidak memedulikan perkataan Geun Yong.

Selain itu, aman-aman saja membaca buku ini. Aku merekomendasikannya bagi pecinta drama Korea. Ayo, dibaca! Tunggu apa lagi? :))

At last, ada beberapa quotes yang aku dapat dari buku ini.
'Kulit'-nya bisa berubah menjadi apa saja, tapi kalau tidak ada 'isi'-nya, percuma saja, tidak akan bisa bertahan lama. Yang paling penting adalah dirimu sendiri. -Ji Hyang(page 84)
Lupakan saja apa yang terjadi di masa lalu. Kau tahu apa yang terjadi kalau kau hanya memikirkan masa lalu? Rasanya seperti terkurung di sebuah ruangan. Berkompromilah dengan kehidupan. Bukankah itu hal yang indah? -PD Han (page 122)
Seperti dalam perang, kalau kita berpikir akan mati, maka kita akan mati. Namun, kalau kita yakin dapat terbang, pasti kita juga dapat bertahan hidup. Karena bisa saja tiba-tiba muncul sayap di punggung kita. Siapa tahu. (page 422)
Cemburu itu seperti melon. Tidak ada nutrisinya. (page 485)

2 komentar:

  1. "saingannya hu-joon setan banget" lol tapi bener mbak :D novel-novel kim eun jeong emang drama korea banget ya, bikin greget hehe. denger-denger SIMTAF ini mau dibikin drama ya? sudah baca cheeky romance ? sama-sama gregetnya loh :D btw teliti banget ngedetect typo :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum bacaaa. Belum punya bukunya hahaha. >.<

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...