Perempuan itu kembali mengomel. Aku terenyak karena mengenal betul suaranya. Perempuan itu. Ibu...Si bocah perempuan terlihat ingin menangis, menggigit bibir bawah kuat-kuat untuk menahan perasaannya. Wajah bocah itu. Wajahku... (hal. 15)
Judul: Dramaturgi Dovima
Penulis: Faris Rachman-Hussain
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 232
ISBN: 978-979-22-9528-3
Harga: Rp40.000,-
I rate it 3/5 stars
Menjadi anak seorang reporter terkenal, Seruni Said, bukanlah hal yang membanggakan maupun menyenangkan bagi Dovima Said. Sejak kecil ia dididik dengan keras oleh ibunya. HARUS menuruti apa yang dikatakan ibunya. Seruni Said lah yang mengatur hidup Dovima. Hingga Dovima tumbuh menjadi seorang reporter yang cerdas seperti Seruni. Cerdas, namun keras.
Nah, aku rasa sampul buku ini begitu tepat menggambarkan pribadi Dovima dan Seruni yang nyaris sama. Dovima memiliki kekerasan hati Seruni. Dovima menjadi seorang jurnalis cerdas dan cekatan. Dovima boleh mempermainkan cinta sesuka hatinya seperti halnya yang dilakukan sang ibu yang kini telah menjadi single parent. Namun, dia juga berbeda dari Seruni. Hati Dovima keras karena disana ada luka yang disebabkan oleh ibunya sendiri, bukan egoisme.
