Jumat, 31 Juli 2015

Opini Juli: "Side-kick Characters"

Errrr... hai...

*melambai-lambai kaku*
*bersihin sarang laba-laba*
*bersihin butiran debu*
*bersihin masa lalu...*

Kenalin namaku Linda. Status: blogger murtad, udah tiga bulan nggak apdet blog, yang mau jitak kepalaku dipersilahkan. :'( Isi dari intro kali ini bukanlah satu juta seratus sebelas ribu seratus sebelas alasan, karena dibalik semua alasan nggak ngeblog itu sebenarnya satu, malas. Sesibuk-sibuknya seseorang, kalo udah niat pastilah dia bisa meluangkan waktu paling nggak sejam sehari untuk apdet blog, nyicil gitu buat review. Tapi kalo udah sok sibuk, nggak niat pula, wallahualam gimana mau apdet blog, mandi aja sekali sehari.

But here I am now, berbekal masker hitam topi hitam kacamata hitam dan baju serba hitam demi menutupi diri dari rasa malu karena tiba-tiba muncul di Opini Bareng dengan intro yang nggak jelas dan susunan kalimat yang dijamin bikin yang baca sesak nafas karena kepanjangan, akhirnya bersedia dan niat juga untu apdet blog. Kebetulan masih bulan Juli, masih bisa ikutan Opini Bareng (dimana udah buat dari pagi dan baru di-publish siang ini, iya lama banget).

source: tumblr, edited by me (tambah tulisan ya lumayan)
by the way, happy birthday, Harry Potter my dear boy!!! :*

Opini bareng bulan ini mengambil tema "Side-kick Characters", yang mana artinya bukan karakter yang jago melayangkan tendangan samping, melainkan berikut ini (mengutip dari merriam-webster):

Sidekick (n): a person who helps and spends a lot of time with someone who is usually more important, powerful, etc.

Jadi menurut pengertian di atas, sidekick characters bisa diartikan sebagai karakter yang sering bantu karakter utama menyelesaikan masalahnya. Kalau di bulan apa itu (lupa) kita ngebahas karakter utama, sekarang kita ngebahas karakter andalan si karakter utama ini.

........
........
........

Umm, enaknya bahas apaan yak? Aku belom ngintip postingan bbiers lain, jadi belom dapet pencerahan (baca: belom bisa nyontek dikit #laludijitak. Jadi kamu hobi nyontek, Lin? Iya, tapi nyontek pas ulangan harian di sekolah dulu pas jaman muda). :')

Okelah, setelah berlama-lama mikir yang diselingi dengan rekaman alay di kamar mumpung di rumah nggak ada orang, aku pun memutuskan untuk membahas dua hal: jenis-jenis sidekick characters yang pernah kenalan sama aku dan kesanku terhadap para sidekick. *yah.. kopiku udah habis :(*

Jenis-jenis Sidekick Characters (sejujurnya ini pembagian jenis yang abal-abal, jadi jangan meyakini hal ini sepenuhnya, belum tentu benar.. mungkin saja kalian disesatkan..)
Mengingat pengalaman-pengalamanku bersama para sidekick-c (disingkat gini aja yah), kebanyakan sidekick-c itu sifatnya sama: konyol, blak-blakan, tapi mereka asyique dan lebih pinter daripada karakter utama yang rata-rata menye-menye dan kadang minta diisi ulang cairan akal sehat. Contoh sidekick-c jenis pertama ini adalah Anye dari All You Can Eat-nya Christian Simamora, Kean dari After Rain-nya Anggun Prameswari, dan Edvin dari Bangkok: the Journal-nya Moemoe Rizal.

Selain jenis pertama yang banyak berkeliaran di buku fiksi, ada juga jenis sidekick-c yang pendiem dan polos-polos bloon tapi pinteeeer dan kereeeeen. Ini nih tipe-tipe yang diem-diem ngegemesin. Contoh sidekick-c jenis kedua ini adalah Luna Lovegood dan Neville Longbottom dari serial Harry Potter-nya J.K. Rowling.

Terakhir, ada juga sidekick-c yang pinter, baik, pokoknya nggak macem-macem lah orangnya. Yah.. memang jenis yang begini agak datar atau kaku dan jarang banget dipake sama penulis, tapi yang beginian lovable juga lho. Contohnya si psikiater pecinta air putih, Alfons, dari Katarsis-nya Anastasia Aemilia. :)

Kesan terhadap Sidekick Characters (entahlah bahasan yang kedua ini penting atau nggak, tapi ini lumayan untuk nambah poin yang dibahas *nyengir*)
Dibanding dengan karakter utama, sejujurnya aku lebih sering jatuh hati sama si sidekick. Alasannya simpel banget, karena sidekick-c ini membuat buku jadi lebih hidup dan rame, apalagi kalau sidekick-c-nya itu jenis pertama tadi.

Selain bikin buku jadi lebih hidup, sidekick-c ini udah kuanggap sebagai perantara untuk mengungkapkan apa yang pengin aku sampein ke karakter utama. Misalnya aja aku kesel banget karena karakter utamanya nggak kunjung bisa move on padahal dia udah berkali-kali didepak sama pacar yang sekarang berubah status jadi mantan. Aku bakal peluk ciyum si sidekick karena dia udah berhasil buat si karakter utama berubah jadi lebih pinter setelah ikhlas lahir batin nasehatin sampe mulut berbusa-busa. You're the best, sidekick characters! You're the best!

Sebelum postingan ini berubah haluan menjadi postingan move-on-dari-mantan, lebih baik aku sudahi saja dulu ya, teman-teman bloggers sekalian yang aku cintai. Semoga kita bisa berkoar-koar lagi di Rubrik Opini Bareng selanjutnya. Oh, anyway, who's your favorite sidekick characters? :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...