Sabtu, 31 Januari 2015

Opini Januari: "Ekspektasi"

Sebenernya aku udah ada niat ikutan posbar opini, tapi tadi pagi apa daya aku malas, padahal malamnya udah semangat banget! Aku mikirnya kalau lagi nggak mood, rasanya yang ditulis malah hilang arah dan ujung-ujung malah nggak ada artinya. Jadi yoweslah, aku lewatkan saja posbar ini. Tapi sore ini, semangat nulis kembali! (Lihat kan, postingan ini pun akhirnya tercipta juga! *nyengir*) Ini semua karena laptop yang tadinya bolak-balik BSOD mendadak jadi sehat wal'afiat! Bener-bener keajaiban! *CIYUM LAPTOP* *BAHAGIA*

Mungkin ada yang belum tahu, jadi sini deh aku kasih tahu. Opini bareng ini merupakan salah satu pernak-pernik BBI di tahun 2015. Kalau tahun-tahun sebelumnya cuman ada event baca bareng tema tertentu di tiap bulan, tahun ini ditambah dengan opini bareng, yang bisa diposting kapan aja asalkan masih dalam bulan yang ditentukan. Tema opini bareng kali ini adalah "Ekspektasi".


Seringkali sebelum membaca buku, kita berekspektasi "oh, buku ini bakalan bagus nih kayaknya!" atau malah "aku ragu deh bakal suka sama buku ini". Terkadang ekspektasi bakalan suka, realitanya malah kita nggak suka sama buku itu. Tapi nggak jarang juga ekspektasi berbanding lurus sama realita. Kadang juga awalnya kita nganggap buku itu bakal biasa-biasa aja, tahunya suka, malah jadi favorit!

Kalau aku biasanya punya ekspektasi tinggi sama buku-buku yang:
  1. ditulis sama penulis favorit;
  2. lagi booming dan kebanyakan orang suka;
  3. dijadiin film; dan
  4. sampulnya cantik!

Untuk poin nomor satu, rata-rata aku belum pernah mengalami ekspektasi dan realita yang berbeda. Belum pernah sih dikecewain sama karyanya penulis favorit. Cuman ada satu hal yang bikin aku geregetan: si penulis nulis novel berseri tapi udah bertahun-tahun serial terakhirnya nggak kunjung terbit. Ini memang nggak ada hubungannya sama opini kali ini, tapi aku nggak tahan pengen teriak: "Mbak Esti, kapan novel terakhir Jingga terbit?" :'(

Poin kedua dan ketiga kayaknya hampir sama deh (lah terus napa kamu bedain, Lin?!). Dijadiin film kemudian bukunya booming dan kebanyakan orang suka sama buku itu. Tapi banyak juga sih buku-buku yang booming di dunia murni-pecinta-buku tanpa melalui proses film dulu, contohnya Hunger Games, Vampire Academy, Divergent, Gone Girl, Eleanor & Park, etc. Hunger Games bagus, meski banyak hal dalam prosesnya yang bikin aku jambak-jambak rambut karena sedih. :'( Vampire Academy baru baca dua buku, dan suka! :3 Sedangkan Divergent belum cukup mental untuk baca seri terakhir. :| Semoga aku nggak kecewa.. :|

Gone Girl belum baca, sedangkan Eleanor & Park udah baca tapi nggak begitu suka. Untuk buku booming lain yang nggak sesuai sama ekspektasi, sebutlah Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan. Aku dan teman-temanku memiliki ekspektasi yang cukup tinggi untuk buku ini karena suka banget sama Winter in Tokyo dan Autumn in Paris. Well.. bukunya memang nggak begitu mengecewakan, tapi aku juga nggak bisa dibilang suka sama buku yang satu ini.

Sampul yang cantik juga nggak jarang bikin kita memiliki ekspektasi tinggi, tapi kebanyakan buku jenis begini mengecewakan. Meskipun sering di-pehape-in sama sampul buku bagus, herannya masih juga nggak kapok-kapok untuk ngumpulin buku yang begitu (ini kasus aku sih).. :p

Gimana dengan buku yang tadinya dianggap biasa-biasa aja tapi malah suka?
Ihihih.. aku sering gini nih! Cuman beli-beli buku aja karena tertarik sama sinopsisnya, tapi masih nggak punya ekspektasi tinggi gitu. Contohnya Little Bee! Aku baca buku ini karena waktu itu aku beranggapan gini: "ini penulisnya lebai banget sih ngasih sinopsis beginian! Yaudah deh, beli! Awas aja kalau udah heboh di sinopsis tapi ceritanya biasa aja!" And I ended up LOVING that book so much! Terjemahannya kurang luwes sih ya, makanya nggak kukasih 5 bintang. Contoh lainnya The Thirteenth Tale, The Host, dan Girls in the Dark.


Pesan-pesan penutup postingan ini untuk teman-teman sekalian (dan untuk diri sendiri juga):
  1. Jangan berekspektasi terlalu tinggi mentang-mentang kata orang itu buku bagus. Selera orang bukan berarti seleramu juga.
  2. Jangan memandang rendah buku yang belum dibaca, ntar kualat. :p
  3. Jangan tergoda sama sampul cantik meski susah banget untuk nggak tergoda!
  4. Terakhir, mending nggak usah kebanyakan ekspektasi ini itu sebelum baca buku daripada ntar di-pehape-in buku. #apeu .-.

Well done! Semoga kita jumpa lagi di opini asbunnya si Linda bulan depan yak! ^^

6 komentar:

  1. The Host juga salah satu buku yg di luar ekspektasiku, apalagi hbs baca Twiligth Saga XD The Host jauh lbh bagus drpd Twilight menurutku :D Dan setuju sama semua pesan2 penutupnya hahaha :D Kayaknya udh bolak-balik kualat gara2 memandang rendah buku, dan juga sering di PHP-in buku yg overhyped XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Twilight Saga aku cuman minjem doang. Dibilang ga suka, nggak. Dibilang suka juga nggak. Makanya si The Host juga modal pinjeman. Tapih.. ternyataaaaa The Host baguuuus. *yaketipu* xD
      Buku pun bisa doa biar pembacanya kualat xD

      Hapus
  2. "Jangan memandang rendah buku yang belum dibaca, ntar kualat. :p" kealamin sama aku yang baca Dilan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaaah iyaaaa si Dilan tuh sialan juga. Awalnya aku mandang rendah tapi ujung2 malah suka sama Dilan! *nunggu lanjutannya* *padahal buku yg kmrn pinjeman doang* :')

      Hapus
  3. ini sama banget >> si penulis nulis novel berseri tapi udah bertahun-tahun serial terakhirnya nggak kunjung terbit.

    aku juga nungguin seri terakhirnya Jingga nih T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada info ya Sulis tentang serial Jingga? :(
      Aku penasaran banget ituuu.. mana endingnya nanggung! :(

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...