Jumat, 10 Oktober 2014

[REVIEW] Life on the Refrigerator Door

Setelah KELAPARAN SETENGAH MATI SELAMA BERABAD-ABAD aku akhirnya membuat hidangan ayam dengan resep dari Internet. Kusimpan sisanya di kulkas. Aku tadi menunggumu tapi lalu aku sadar kau NGGAK BAKAL pulang, jadi kusimpan saja sisanya. Emma NGGAK PERNAH perlu memasak untuk ibunya. -Claire (hal. 19)

Judul: Life on the Refrigerator Door
Penulis: Alice Kuipers
Penerjemah: Rosi L. Simamora
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2008
Halaman: 240
ISBN: 978-979-22-4173-0
Harga: Rp27.000,-
I rate it 5/5 stars

Setelah ngidam buku ini dari SMA, akhirnya punya juga. Aku lupa sih kapan beli buku ini, tahun kemarin atau tahun ini yak? *ingatan Linda perlu di upgrade kayaknya biar nggak cepet lupa* Meski bukunya tipis, harganya murah (aku dapet secondhand MURAH tapi masih BAGUS lho HAHAHAHA), termasuk buku lama yang kasihan-deh-Linda-telat-bacanya, dan lagi... sinopsis di belakang buku sudah menggambarkan kemana buku ini akan membawa pembaca, I still read it, dan aku masih aja mewek saat menutup halaman terakhir Life on the Refrigerator Door. :'(

Seperti judulnya, buku ini mengisahkan kehidupan seorang anak perempuan bernama Claire dan Mom, ibunya Claire, di pintu kulkas. Claire sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah bertemu dengan ibunya sendiri, yang bekerja sebagai bidan (eh, bener nggak ya? Soalnya ini kubaca lebih dari dua bulan yang lalu dan sekarang ini aku nggak lagi pegang bukunya). *kemudian Linda dikeplak sama yang baca review ini*

Saat sarapan pagi, Mom kadang masih bekerja, tidak pulang karena pasien, terkadang Mom tidur di rumah tapi kelelahan dan tidak sempat menyiapkan sarapan sebelum Claire pergi sekolah. Saat Claire pulang sekolah, Mom lagi-lagi menangani pasien atau tidur karena lelah (lagi? Ya begitu-begitu aja siklusnya). Mereka tidak pernah benar-benar berbicara. Percakapan mereka hanya berupa kertas yang ditempelkan di pintu kulkas.

Permasalahannya dimana? Claire tak jarang kesal karena terus-menerus ditinggal Mom membantu kelahiran bayi-bayi lucu. Claire juga seringkali marah pada Mom. Tapi itu bukan yang terparah. Kenyataan mengubah kehidupan datar dan dingin mereka di pintu kulkas menjadi kehidupan yang hangat namun dekat dengan keterbatasan. Kanker payudara menyerang salah satu dari mereka berdua.

Apakah ada sesuatu yang kau inginkan?
Tuliskan saja. 
Merasa lebih baik.
(hal. 193)

Nggak seperti novel lainnya, halaman-halaman di novel ini berupa catatan-catatan yang ditempel di kulkas antara mereka berdua, dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Kadang Mom menuliskan daftar belanja karena Mom nggak sempat untuk belanja karena kebanyakan pasien. Kadang juga Claire minta ditambahin uang jajan. Kadang Claire curhat tentang love life-nya. Kadang Mom cerita tentang bayi yang lahir hari itu. Terkadang Claire ngambek. Ya banyak lah ya (kamu niat nge-review nggak sih, Lin?). Ini salah satu keunikan novel ini. Novel yang aku suka gaya penulisannya selain Goodnight Tweetheart-nya Teresa Medeiros.

Tokoh favorit? Nggak ada. Yang aku suka di buku ini bukan tokohnya, melainkan gaya penulisan dan pesan moralnya doang. Eh tapi ada satu hal lain yang juga aku suka: Mom yang manggil Claire dengan sebutan Claire Bear. :3 Menurutku kesannya lebih akrab dan hangat aja sih, eheheh. Kapan coba aku dipanggil pake panggilan sayang begitu.. :|

You probably already know how the story would end. I already knew too because that's what really written in the back of the book. But why did I still cry? Mungkin karena Kuipers tahu bagaimana mengacak-acak hati pembaca. Mungkin juga karena aku yang terlalu cengeng. Yang jelas, buku yang sederhana ini berhasil membuatku tambah sayang sama keluarga dan nggak mau menyia-nyiakan kebersamaan bareng mereka (tapi kamu kan sekarang lagi jauh banget dari mereka, Lin). :'(

Buku ini recommended untuk siapa saja, apalagi yang lagi berantem sama adek, kakak, mama, atau papa (biar merasa berdosa dan baikan sama mereka sebelum terlambat). Tapi jangan dibaca pas lagi jauh sama keluarga, nanti galaunya berlipat ganda. Bagi yang nggak nangis atau paling nggak sih berkaca-kaca pas baca buku ini, yaaaaa... errr.. yaudah. *lah*

Okay, goodnight!!!
(ucapan ini ditujukan bagi kamu-kamu yang nggak diucapin "goodnight") :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...