Sabtu, 15 Oktober 2011

Khokkiri : menguras emosi


Selamat malam manusia galau? *krik*
Kenapa saya panggil manusia galau? Karena yang baca blog ini pasti lagi kurang kerjaan. Trus yang punya pacar si pacar nggak ngajak jalan. Kasiaaaan.. hati-hati lho, jangan-jangan..
Ah sudahlah! Lupakan! Yang jelas saya tidak galau.
*sepertinya kata ‘galau’ di kalimat barusan wajib dicetak tebal, digarisbawahi, dan diberi tanda kutip*

Hari ini panas banget mameeeen. Kepala sama badan saya masih gatel-gatel, padahal udah mandi 100 kali. Apa jangan-jangan..
Ah sudahlah! Lupakan!

Langsung ke intinya saja ya. Di postingan yang satu ini saya akan meresensi novel. Yaa bukan meresensi dalam arti yang sesungguhnya sih. Saya cuman mau nulis doang. Jadi, maklumi saja resensi saya yang ini. Karena saya nggak pinter cerita, wajar kalau ceritanya malah ancur berantakan. Maaf ya mbak Lia.. *membungkukkan badan 90 derajat*

 

Judul Novel : Khokkiri, kusimpan seuntai kenangan abadi tentangmu..
Penulis : Lia Indra Andriana
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman : 308 halaman
Harga : (if I’m not mistaken) Rp44.500,-

Novel ini yah seperti biasa menceritakan tentang cinta-cintaan. Kisah bermula dari pertemuan Adriel (Jo Ji Ho) —seorang yang berasal dari Korea— dan Rebecca Linaryo (Becca). Mereka bekerja dalam satu perusahaan. Akan tetapi, Adriel yang menjabat sebagai atasan Becca berusia tiga tahun lebih muda dari Becca. Suatu hari, Adriel mengejek salah satu iklan rokok yang dibuat oleh salah satu pegawainya. Ia mengejek dalam bahasa Korea. Tapi, salah satu pegawainya, Becca, mengerti akan apa yang dimaksudkan Adriel dan dia berkata bahwa iklan itu adalah karyanya. Itulah pertemuan pertama mereka. Adriel langsung menyukai Becca saat itu dan ia menyamar sebagai seorang blogger yang bernama TOP. Dia melakukan ini terlebih untuk Becca.

Selain bekerja di kantornya, Becca selalu menggunakan waktu luangnya untuk menulis blog —tentang apa yang terjadi setiap hari di hidupnya. Dan saat itu, dia menceritakan bosnya yang telah mengejek iklan rokok itu. Padahal, setahu Becca, bosnya itu sendiri yang memilih karyanya. Tentu saja Becca kesal. Untungnya, setelah menulis blog, rasa kesal itu sedikit berkurang. Dan suatu hari dia begitu kaget karena ada seseorang yang selalu menanggapi setiap postingan di blognya, TOP.

Tokoh lain lagi, Lucie. Ia adalah seorang penerjemah. Dia menyukai kehidupan malam, Korea, dan hal lain yang berbau kebebasan. Dia tak banyak diceritakan di sini. Akan tetapi, perannya sebagai penengah sangat membantu konflik yang terjadi antar tokoh. Saya sendiri menyukai Lucie. Dia keren!

Satu pasangan lagi, seorang dokter gigi forensik yang bernama Richard dan seorang penerjemah bernama Idella Linaryo (Della). Kisah cinta mereka berawal dari adanya Asian Congress of Medical Dental Association di Korea. Sebenarnya yang menghadiri acara ini adalah Richard. Akan tetapi, karena Richard tidak bisa berbahasa Korea dan kebanyakan orang Korea tidak lancar berbahasa Inggris, maka Richard mengajak Della sebagai penerjemahnya.

Della sendiri merasa kesal. Selain tidak mendapatkan servis yang bagus —pesawat, dia juga sama sekali tidak dibutuhkan dalam acara itu. Akan tetapi, rasa kesal Della terganti dengan rasa kagum pada Richard yang langsung mengajaknya makan malam seusai acara itu. Sejak saat itulah hubungan mereka lebih dari sekadar rekan kerja. Bahkan, mereka bertunangan.

Lucie yang iri pada Della, karena Della-lah yang dipilih untuk menemani sang dokter, cemburu. Dia menggunakan segala cara untuk mendapatkan tiket gratis ke Korea. Lucie pun menyusul mereka. Akan tetapi, dia segera kembali ke Indonesia karena ia beranggapan bahwa orang Korea bodoh, tidak ada satu orangpun yang ia temui yang bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Seperti biasa, masalah demi masalah muncul. Saya salut sama mbak Lia karena bisa menggambarkan emosi tokoh dengan sangat baik. Saya sendiri bisa merasakan emosi tokoh dan membayangkan jika saya berada di posisi mereka, mungkin saya akan lebih gila dari mereka. Disaat konflik memuncak, *jujur* saya hampir nangis. Hehehe nggak sampe nangis sih.

Sampai pada akhirnya, sebuah kenyataan pahit harus mereka terima. Della dan Becca ternyata saudari kembar yang sangat mirip. Akan tetapi, salah satu dari mereka sudah meninggal karena kecelakaan yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Adriel dan Richard berada dalam kebingungan. Mereka sampai pergi ke Melbourne untuk menemui seorang psikolog. Psikolog itu adalah mantan pacar Richard yang sekarang sudah berkeluarga, Laura.

Mereka akhirnya mengetahui bahwa Della/Becca yang sekarang ini menderita penyakit yang memang sangat jarang ada, yaitu kepribadian ganda atau D.I.D. Ternyata, Becca, Della, Lucie, dan Lady Vampire berada dalam satu tubuh. Entah itu siapa. Mereka tidak mengetahui aslinya. Hanya mereka berempat kecuali Lady Vampire —yang hanya muncul dua kali— yang tahu.

Mau tahu kelanjutan kisah mereka? Beli novelnya dong. Masa saya harus cerita sampai akhir. Rugi di siapa coba? Hahaha nggak, nggak, kalo saya yang cerita, kurang seru. Mending kalian baca sendiri, hayati sendiri, rasakan apa yang mereka rasakan. Bersiaplah terjun ke novel yang penuh emosi!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...