Tuesday, 31 May 2016

[REVIEW] Purple Eyes

"Apakah bumi memang seburuk itu? Semuanya hobi sekali mati, akhir-akhir ini." —Hades (hal. 10)

Judul: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Desain Sampul: Chyntia Yanetha
Penerbit: Inari
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 144
ISBN: 978-602-74322-0-8
I rate it 4/5 stars

Hades—atau sering dikenal sebagai Dewa Kematian—merasa bosan. Belakangan ini, calon mantan-manusia yang sekarat lebih memilih untuk mati daripada kembali hidup ke dunia. Kebanyakan dari mereka adalah manusia yang mati dengan cara tak wajar: diambil levernya. Begitu pun dengan calon mantan-manusia yang datang hari itu. Pemuda rupawan bermata biru gelap cenderung ungu tersebut juga lebih memilih untuk mati—dan omong-omong, juga diambil levernya.

Entah apa yang sebenarnya terjadi di bumi. Lyre, asisten Hades, menganggap hal itu ganjal dan menyarankan Hades untuk turun ke bumi sebelum ada korban lagi. Namun, sebelum ada perintah, Hades tidak akan ke sana. Sampai sebulan kemudian turun perintah untuk Hades, lalu Hades turun ke bumi bersama dengan Lyre. Kali ini tujuan mereka adalah Trondheim, Norwegia, mengunjungi rumah salah satu korban.

Ivarr Amundsen, keluarga korban yang mereka kunjungi, mirip dengan pemuda rupawan yang baru-baru ini mengunjungi tempat Hades: sama-sama bermata biru gelap namun cenderung ungu. Namun, Ivarr seperti patung lilin, tidak pernah menunjukkan ekspresi apa pun. Mati rasa. Tujuan Hades—atau selama di bumi dipanggil Halstein—dan Lyre—atau kita panggil saja Solveig—adalah membuat Ivarr kembali merasa, sebelum akhirnya mengincar pelaku pembunuh sesungguhnya.

Berhasilkah mereka—atau tepatnya Solveig—membuat pemuda patung lilin itu kembali merasa? Dan apa tepatnya rencana Halstein untuk mengakhiri pembunuhan keji itu sampai melibatkan Ivarr?

Friday, 29 April 2016

[REVIEW] James and the Giant Peach #PosBarApril #BBIChildrenBooks

"... Whoever they meet first, be it bug, insect, animal, or tree, that will be the one who gets the full power of their magic! So hold the bag tight! Don't tear the paper! Off you go! Hurry up! Don't wait! Now's the time! Hurry!"

Judul: James and the Giant Peach
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi: Quentin Blake
Penerbit: Penguin Group US
Tahun Terbit: 2007 (first published 1961)
Halaman: 116
ISBN: 978-0-14-192987-3
I rate it 4/5 stars

Tadinya, bocah bernama James Henry Trotter hidup bahagia. Sampai suatu hari orangtuanya dimakan oleh badak yang melarikan diri dari kebun binatang saat mereka sedang jalan-jalan di London.

Hidup James pun langsung berubah 180 derajat. Ia tinggal bersama dua bibinya yang kejam, Bibi Sponge yang gempal dan Bibi Spiker yang kurus ceking, jauh di atas bukit. Di sana, ia tak lagi bisa bermain dengan anak-anak seusianya. Di sana, ia mengerjakan berbagai pekerjaan yang seharusnya tak dikerjakan oleh anak sekecil itu. James selalu diperlakukan seperti budak oleh kedua bibinya yang jahat.

Hingga kemudian datanglah seorang tua entah darimana, menghampiri James yang baru saja jadi sasaran bibinya, menangis di balik semak. Orang tua itu memberikan James sekantong batuan kecil hijau berkilauan seperti kristal, batuan yang hidup. Itu bukanlah benda kecil biasa, melainkan benda kecil ajaib yang akan mengubah hidup James.

Tuesday, 26 April 2016

[Top Ten Tuesday] Bookworm Delights

a weekly meme by The Broke and the Bookish
(I forgot that it's no longer ".com" but ".co.id", sorry >.<)

This Tuesday's topic is pretty interesting for me: it's time for telling the world the happiest time between me and my beloved one books!

RAIN AND BOOK AND HOT BEVERAGE? PERFECT!
I usually read in perfect silence, no music, not even my sisters brother babbling about things—well, I have to spare times for mommy daddy talks tho, unless my books will be their victims. :" But the sound of the rain is an exception. Whenever I read, and the day was so gloomy it was about to rain, my heart began to sink into happiness as I was ready to welcome the rain with book and hot milk tea.

"SAY CHEEEEESE!"
Even if I'm not a good photographer, I always found photographing session with books is entertaining! Believe me I can spend hours taking photos then staring and editing the result of the photos although most of the photos won't be uploaded.

SNIFF SNIFF~
No bookworms are able to resist the smell of book, whether it's new or old, they have their own lovely smells. That moment when you enter the bookstore.. and that moment when you open your bookshelves.. oh I love the smell of book more than my perfume! Perfume makes me sneeze. .-.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...