Showing posts with label Windry Ramadhina. Show all posts
Showing posts with label Windry Ramadhina. Show all posts

Thursday, 7 November 2013

[REVIEW] Montase

Demi Tuhan, bagaimana mungkin gadis aneh seperti Haru Enomoto bisa tampak demikian menawan dalam rekamanku? —Rayyi (hal. 75)

Judul: Montase
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 368
ISBN: 978-979-780-605-7
Harga: Rp49.000,-
I rate it 4.5/5 stars

Pertemuan Rayyi dengan seorang gadis Jepang kepala angin bernama Haru Enomoto lewat lensa kameranya, benar-benar mengisi hari-hari Rayyi yang penuh tekanan oleh ayahnya yang merupakan seorang produser ternama di Indonesia. Diawali dengan rasa penasaran: sebagus apa sih film dokumenter Haru sampai-sampai bisa mengalahkan filmnya? yang langsung membuat Rayyi kaget karena film dokumenter tentang pemain gamelan yang mencoba bertahan hidup dalam kehidupan modern buatannya dikalahkan oleh film dokumenter Haru Enomoto yang hanya memperlihatkan bunga sakura. Dan dilanjutkan dengan Rayyi yang dipaksa oleh sahabatnya untuk menjadikan Haru sebagai objek untuk tugas film dokumenter selanjutnya.

Perlahan-lahan Rayyi mulai tertarik pada Haru. Ada magnet yang membuat Rayyi selalu ingin mengabadikan tiap gerak-gerik gadis liliput yang menggelikan itu. Hingga sahabat-sahabatnya bilang: Rayyi telah menemukan candunya. Haru adalah papaver somniferum-nya Rayyi!

Wednesday, 13 June 2012

[REVIEW] Memori

Judul : Memori
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : Mei 2012
Halaman : 312
ISBN : 978-979-780-562-3

Seperti kata mbak Windry, novel ini ditujukan untuk mereka yang merindukan rumah, tempat berbagi cinta, kenangan, dan tawa yang tak pernah pudar. Aku sendiri merasa cocok membaca buku ini. Karena aku memang selalu merindukan rumah. Yah.. meskipun aku tidak berada jauh dari rumah, melainkan selalu di rumah. Bukan itu yang aku maksud. Rumah disini memiliki arti ambigu. Home Sweet Home.

Aku menikmati membaca novel ini. Pelan-pelan. Agar tak cepat kuselesaikan. Kunikmati baris demi baris perlahan. Tapi sayang, membaca memang tidak pernah selama itu. Ada saja faktor yang membuat kita ingin cepat selesai membaca. Ending yang ditunggu-tunggu..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...