Sampai pagi ini, aku masih demon dan memiliki sihir yang sangat dahsyat. Berkat mantra pengikat, sihir itu raib. Aku tidak bisa mengakses kekuatanku. Selain itu, yang juga hilang adalah sahabatku, Jenna. Dan ayahku. Dan Archer, cowok yang kucintai. Dan Cal, tunanganku. (Ya, kehidupan asmaraku memang rumit.) —Sophie (page 9)
Judul: Spell Bound
Seri: Hex Hall #3
Penulis: Rachel Hawkins
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Ufuk Fiction
Tahun: 2013 (first published 2012)
Halaman: 396
ISBN: 978-602-7812-05-5
I rate it 4.5/5 stars
Dengan sedih aku mau bilang sejujurnya aku malas melanjutkan untuk membaca buku ketiga sekaligus buku terakhir seri Hex Hall ini. Kenapa? Okay, gapapa ya curhat bentar. Jadi, salah satu 'temen' yang ngotot minjem buku ini tiba-tiba ngetweet aku: “Tahu nggak sih kak, ternyata blablablabla.” Sengaja aku tulis blablabla di sini, aku kan baik.
Yep. Jadi dia tiba-tiba ngasih tahu ‘hal-yang-kalau-akhirnya-pun-aku-akan-tahu-tapi-pengin-tahu-dengan-baca-sendiri’ begitu. Aku langsung kesel. Itu buku belum aku baca lho.. dia seenak jidat ngasih bocoran begitu. Padahal dia udah tahu kalau aku belum baca. Arrrgggghh.. marah? Banget! Luarnya aja aku maafin dia (yaelah.. emangnya dia pernah bener-bener minta maaf hah?), dalemnya.. okay, kadar api neraka itu masih menggelegak. (?)
#StopCurcolPlease
Tapi ujung-ujungnya aku baca juga. Soalnya udah kangen sama leluconnya Sophie. Kangen sama aura menenangkannya Cal. Kangen sama rambut pink Jenna. Dan kangen sama keseksian Archer. :p