Wayfarer adalah salah satu pesawat luar angkasa yang dimiliki oleh
Ashby, sang kapten yang merupakan
spesies Manusia. Pada masa itu, hitungan tahun berubah menjadi GC Standard, dan tinggal dan menjelajah di luar angkasa merupakan hal yang wajar. Sama seperti pesawat luar angkasa lain, Wayfarer juga menjelajah luar angkasa, keluar masuk berbagai lubang cacing atau
wormhole (perjalanan ini disebut
tunneling), dan berpetualang menemukan tempat-tempat baru. Kalau beruntung dalam proses
tunneling, mereka akan berhasil ke suatu tempat, kalau sial.. yah, mungkin akan terjebak dalam lubang cacing yang mengerikan untuk waktu yang agak lama. :p
Kru pesawat Wayfarer terdiri dari beberapa macam spesies, bukan hanya Manusia.
Sissix, sang pilot, adalah
spesies Aandrisk yang terkenal dengan kefrontalannya berhubungan dengan sejenis mereka di muka umum.
Dr. Chef, dokter sekaligus koki, adalah
spesies Grum yang terancam punah. Ada pula
Ohan, ahli navigasi (kru paling penting dan tidak semua pesawat bisa merekrut kru seperti Ohan), merupakan
spesies Sianat Pair yang terkenal dengan kemampuannya melihat waktu serta arah yang benar di luar angkasa. Ohan juga terkenal dengan pribadi pluralnya. Cara memanggil Ohan adalah dengan kata 'mereka' atau 'kalian', bukan 'dia' atau 'kamu'. Ohan pun memanggil dirinya sendiri dengan kata 'kami'. xD (Silahkan klik link yang udah aku taruh ke masing-masing spesies untuk tahu penggambaran ciri-ciri mereka, oke? Kalau aku jelaskan di sini, bakalan kepanjangan nih
review~)
Ashby bukan satu-satunya kru Manusia di antara beragam spesies tadi. Ada juga
Kizzy, teknisi mekanis yang cerewet dan suka sekali dengan hal-hal aneh dan
snack rasa udang ekstra pedas.
Jenks, teknisi komputer berbadan kerdil yang suka usil namun jauh dalam hati penuh romantisme.
Corbin, seorang algaeist yang mengurus bahan bakar Wayfarer, yang selalu marah-marah bahkan untuk hal yang sepele. Ada pula pendatang baru di Wayfarer, yaitu
Rosemary, juru tulis yang kalem, yang pintar berbicara bahasa spesies lain. Selain kru Manusia dan berbagai spesies lain, Wayfarer juga memiliki AI yang bener-bener hampir bisa berpikir seperti kru yang lain, bahkan mengerti perasaan para kru. Namanya Lovelace atau dia lebih suka dipanggil
Lovey. Lovey nggak berwujud robot berjalan, melainkan tertempel di seluruh dinding Wayfarer seperti kamera pengawas dengan sistem utama yang tertanam di pusat kontrol Wayfarer.