Neraka bukan sumber kejahatan besar, menurut Crowley, sebagaimana Surga bukanlah mata air kebajikan; keduanya hanyalah dua pihak dalam permainan catur semesta ini. Pemeran utamanya, kelemahlembutan sejati dan kejahatan yang sungguh mematikan, berada tepat di dalam pikiran manusia. (page 115)
Judul: Good Omens
Penulis: Neil Gaiman & Terry Pratchett
Penerjemah: Lulu Wijaya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2010 (first published 1975)
Halaman: 520
ISBN: 978-979-22-5622-2
I rate it 3.5/5 stars
Pernah dengar kata ‘kiamat’? Sebagai manusia, kita pasti udah dengar kata mengerikan itu dong. Yang belum cuman ngalamin kiamat besarnya aja. Kiamat kecil mah udah sering. Lantas, memangnya ada ya hubungan buku ini dengan kiamat? Ada. Ada hubungannya.
Di sini, kita akan ‘bermain-main’ dengan hari kiamat. Jangan salah paham dulu. Ini artinya bukan mempermainkan hari kiamat, lho! Yah.. anggap aja ini parodynya hari kiamat. -,-
Adalah malaikat dan setan.. yang berteman sangat baik—sumpah, ini kalian nggak salah baca! Ada pula anak yang bernama Adam, kunci dari Armageddon (hari kiamat) beserta tiga temannya. Ada buku jadul The Nice and Accurate Prophecies of Agnes Nutter, Witch—memang sengaja diberi nama ‘nut/gila’ kah? — dan keturunannya, si Anathema. Ada Newton Pulsifer sang Petugas Penggajian dan Tamtama Pemburu Penyihir, Shadwell sang Sersan Pemburu Penyihir, dan Madam Tracy (bukan terasi, lho, ya) si Jezebel Penggoda (hanya setiap pagi, hari Kamis sesuai perjanjian). Jangan lupakan kehadiran geng Hell’s Angel—masing-masing diberi nama KEMATIAN, Perang, Kelaparan, dan Polusi.