Showing posts with label Prisca Primasari. Show all posts
Showing posts with label Prisca Primasari. Show all posts

Tuesday, 31 May 2016

[REVIEW] Purple Eyes

"Apakah bumi memang seburuk itu? Semuanya hobi sekali mati, akhir-akhir ini." —Hades (hal. 10)

Judul: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Desain Sampul: Chyntia Yanetha
Penerbit: Inari
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 144
ISBN: 978-602-74322-0-8
I rate it 4/5 stars

Hades—atau sering dikenal sebagai Dewa Kematian—merasa bosan. Belakangan ini, calon mantan-manusia yang sekarat lebih memilih untuk mati daripada kembali hidup ke dunia. Kebanyakan dari mereka adalah manusia yang mati dengan cara tak wajar: diambil levernya. Begitu pun dengan calon mantan-manusia yang datang hari itu. Pemuda rupawan bermata biru gelap cenderung ungu tersebut juga lebih memilih untuk mati—dan omong-omong, juga diambil levernya.

Entah apa yang sebenarnya terjadi di bumi. Lyre, asisten Hades, menganggap hal itu ganjal dan menyarankan Hades untuk turun ke bumi sebelum ada korban lagi. Namun, sebelum ada perintah, Hades tidak akan ke sana. Sampai sebulan kemudian turun perintah untuk Hades, lalu Hades turun ke bumi bersama dengan Lyre. Kali ini tujuan mereka adalah Trondheim, Norwegia, mengunjungi rumah salah satu korban.

Ivarr Amundsen, keluarga korban yang mereka kunjungi, mirip dengan pemuda rupawan yang baru-baru ini mengunjungi tempat Hades: sama-sama bermata biru gelap namun cenderung ungu. Namun, Ivarr seperti patung lilin, tidak pernah menunjukkan ekspresi apa pun. Mati rasa. Tujuan Hades—atau selama di bumi dipanggil Halstein—dan Lyre—atau kita panggil saja Solveig—adalah membuat Ivarr kembali merasa, sebelum akhirnya mengincar pelaku pembunuh sesungguhnya.

Berhasilkah mereka—atau tepatnya Solveig—membuat pemuda patung lilin itu kembali merasa? Dan apa tepatnya rencana Halstein untuk mengakhiri pembunuhan keji itu sampai melibatkan Ivarr?

Sunday, 13 October 2013

[REVIEW] Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa

Kau baru bertemu dengannya. Mungkinkah waktu sesingkat itu bisa membuat seseorang sebegitu berarti? (hal. 158)

Judul: Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 300
ISBN: 978-979-780-589-0
Harga: Rp45.000,-
I rate it 4.5/5 stars

Florence L'etoile tidak pernah becus memilih pria. Tiap kali dia kencan dengan seorang pria, mereka akan berakhir menyakiti Florence. Karena itulah, orangtuanya berniat mengadakan kencan buta untuk putri mereka satu-satunya. Florence yang tidak setuju diam-diam lari dari rumah, kabur ke Honfleur!

Dalam perjalanan ke Honfleur, di kereta ia bertemu dengan seorang pemuda bermata biru yang memperkenalkan dirinya sebagai Vinter Vernalae. Saat itu, barang-barang yang dibawa Florence berserakan di sebelahnya, dan kebetulan si pemuda yang duduk di depannya (yang sedari tadi sibuk dengan handphone) sepertinya baruuuu saja membelikan tas wanita. Florence yang polos iseng bertanya tentang tas itu dan perihal tasnya yang rusak, yang telah ia buang sesaat sebelum naik kereta. Tanpa Florence duga, pemuda itu memberikan tas cantik yang terlihat murah (karena hanya dibungkus oleh bungkusan biasa) tadi untuk Florence, padahal si pemuda bilang tas itu untuk hadiah.

Saturday, 7 April 2012

[REVIEW] Èclair, Pagi Terakhir di Rusia


Judul : Eclair, Pagi Terakhir di Rusia
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2011
Halaman : 236
ISBN : 978-979-780-472-5

Remember me when I am gone away
gone far away into the silent land
when you can no more hold me by the hand
nor I half turn to go, yet turning stay.

Remember me when no more day by day
you tell me of your future that you planned
only remember me; you understand
it will be late to counsel then or pray
yet if you should forget me for a while

And afterwards remember, do not grieve:
for if the darkness and corruption leave
a vestige of the thoughts that once had
better by far you should forget and smile
than that you should remember and be sad

-Remember, Christina Rossetti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...