"Oke.. baiklah.. berhubung kita akan bersama-sama untuk waktu lama, barangkali kita bisa saling mengenal. ... Barangkali kalau kau bisa memberitahukan sedikit padaku, apa yang ingin kau lakukan, apa yang kau sukai, supaya aku bisa... memastikan semuanya sesuai dengan yang kauinginkan?"
"Ini yang kutahu tentangmu, Miss Clark. Kata ibuku, kau pandai bicara. Bisakah kita sepakat? Kau tidak usah banyak bicara kalau sedang di dekatku?"
(hal. 72-73)
Penulis: Jojo Moyes
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013 (first published 2012)
Halaman: 656
ISBN: 978-979-22-9577-1
I rate it 5/5 stars
Louisa Clark mau tak mau harus meninggalkan pekerjaan yang sangat disukainya di The Buttered Bun. Bukan karena dia tidak cukup baik dalam pekerjaannya, melainkan Frank harus menutup kedai kopi miliknya itu karena suatu hal. Lou pun harus rela bolak-balik datang ke Bursa Tenaga Kerja, menjalani pekerjaan yang sama sekali tidak cocok, sampai akhirnya ia ditawarkan menjadi perawat seorang penderita quadriplegia, Will Traynor.
Kecelakaan dua tahun lalu menyebabkan Will memiliki kelainan tulang belakang, yang menjadikan dirinya sebagai pasien quadriplegia: duduk di kursi roda, tidak bisa menggerakkan kaki dan sedikit sekali bisa menggerakkan tangannya, yang untungnya dia masih bisa merasakan sakit. Menjadi orang yang tidak lagi bisa melakukan apa-apa (bahkan mengganti posisi tidur pun tidak), ia depresi. Ditambah lagi dengan berita pernikahan mantan kekasih dengan sahabatnya, Alicia dan Rupert. Will berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaannya adalah dengan melakukan Dignitas.
Sanggupkah dalam kontrak enam bulan Lou merubah keputusan Will untuk mengakhiri hidupnya?
