Showing posts with label J.R.R. Tolkien. Show all posts
Showing posts with label J.R.R. Tolkien. Show all posts

Tuesday, 31 December 2013

[REVIEW] The Fellowship of the Ring

Tiga cincin untuk raja-raja Peri di bawah langit,
     Tujuh untuk raja-raja Kurcaci di balairung batu mereka,
Sembilan untuk Insan Manusia yang ditakdirkan mati,
     Satu untuk Penguasa Kegelapan di takhtanya yang kelam,
Di Negeri Mordor di mana Bayang-bayang merajalela,
     Satu Cincin 'tuk menguasai mereka semua,
     Satu Cincin 'tuk menemukan mereka,
     Satu Cincin 'tuk membawa mereka semua
     dan dalam kegelapan mengikat mereka
Di Negeri Mordor di mana Bayang-bayang merajalela. (hal. 70)

Judul: The Fellowship of the Ring
Seri: The Lord of the Rings #1
Penulis: J.R.R. Tolkien
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012 (first published 1954)
Halaman: 512
ISBN: 978-979-22-8832-2
Harga: Rp55.000,-
I rate it 4.5/5 stars

Bilbo Baggins jenuh dengan kehidupan di Bag End. Ia ingin berlibur, berpetualang seperti yang dulu pernah ia lakukan bersama para kurcaci dan sang penyihir, Gandalf, serta membutuhkan kenyamanan dan ketenangan agar ia bisa menyelesaikan tulisannya. Maka, kali ini ia berniat untuk meninggalkan Bag End, mungkin untuk selamanya. Bilbo akan meninggalkan Bag End setelah merayakan ulang tahunnya yang kesebelas puluh satu (111, usia kehormatan untuk hobbit) dan ulang tahun Frodo Baggins yang ketiga puluh tiga (33, di usia itu, hobbit dianggap sedang menuju tahap dewasa). Kali ini ulang tahun mereka berdua diadakan besar-besaran. Lebih dari setengah penduduk Shire diundang, tapi yang datang pasti lebih dari setengahnya. Mereka yang masih memiliki ikatan persaudaraan dengan Bilbo Baggins juga turut diundang, bahkan keluarga Sackville-Baggins (mereka sudah lama mengincar Bag End dan harta-harta Bilbo yang katanya banyak). Omong-omong, Frodo ini keponakan tersayangnya Bilbo. Bahkan Bilbo mewariskan seluruh hartanya dan Bag End untuk Frodo.

Malam itu, saat perayaan ulang tahun Bilbo dan Frodo, tepatnya sesaat setelah Bilbo mengatakan kata sambutan, Bilbo berkata "selamat tinggal" ke para penduduk Shire dan tiba-tiba saja ia menghilang. Penduduk Shire mulai mengatai Bilbo macam-macam setelah hilangnya Bilbo, dan tentu saja, bergosip. Mereka tidak tahu dan tidak peduli kemana hilangnya Bilbo. Hanya Gandalf sang Penyihir dan Frodo yang tahu apa penyebab Bilbo menghilang. Cincin. Bilbo memakai Cincin itu.

Sebelum pergi, Bilbo hanya membawa beberapa barang berharga saja, termasuk Cincin itu. Namun, oleh Gandalf, yang sengaja menghampiri Bilbo sebelum pergi, ia berharap Cincin itu diberikan untuk Frodo saja. Bilbo sangat marah saat itu, Cincin yang ia temukan saat petualangan pertamanya merupakan Cincin yang sangat penting untuknya. Cincin yang bisa membuatnya menghilang. Bilbo telah menganggap Cincin itu sebagai bagian dari dirinya sendiri. Bilbo tidak tahu kalau Cincin itu punya kekuatan jahat. Ya, awalnya Bilbo marah, namun setelah beberapa saat perang mulut bersama Gandalf, akhirnya ditinggalkan juga Cincin itu... untuk Frodo.

Wednesday, 25 July 2012

[REVIEW] The Hobbit

Judul: The Hobbit atau Pergi dan Kembali
Judul Asli: The Hobbit or There and Back Again
Penulis: J.R.R Tolkien
Penerjemah: A. Adiwiyoto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2002 (first published on 1937)
Halaman: 352
ISBN: 978-686-767-2

Tunggu dulu! Baca review ini sambil mendengarkan musik instrumental jadul! Entah apa efeknya hahaha.

Ah, lupakan. Yang tadi hanya intermezzo!

Dan oh.. apa yang baru saja kubaca? The Hobbit, tentu saja. Bukan hanya sedikit terlambat, tapi sudah terlalu terlambat membaca buku jadul ini. But, better too late than never, right? Lagipula, rugi sekali kalau belum baca buku ini. Rasanya ada yang kurang. :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...