Bagi kita, perasaan dan kepekaan kita adalah yang paling penting, kan? Itu adalah hal yang penting yang harus dilindungi lebih dari apa pun! Karena itu kita harus bisa membunuh diri kita sendiri, atau dibunuh oleh orang lain... (hal 16)
Judul: Girls in the Dark
Judul Asli: Ankoku Joshi
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun: 2014
Halaman: 279
ISBN: 978-602-7742-31-4
Harga: Rp52.000,-
I rate it 4/5 stars
Setiap menjelang liburan akhir semester, Klub Sastra SMA Santa Maria selalu mengadakan Pertemuan Yami-nabe, suatu pertemuan dimana setiap anggota akan duduk mengelilingi meja marmer dengan sebuah panci misterius di tengah-tengah mereka. Dengan catatan, mereka menikmati isi panci dalam kegelapan. Isi panci tersebut sebenarnya mereka masing-masing yang menentukan. Namun, bahan-bahan tersebut dirahasiakan. Hanya Panitia Panci sekaligus Ketua Klub Sastra yang baru, Sumikawa Sayuri, yang mempunyai hak memasukkan bahan-bahan yang mereka bawa. Menyeramkan, bukan, menikmati hidangan yang tidak kita ketahui dalam kegelapan?
Peraturan pertemuan kali ini sama seperti pertemuan yang sudah-sudah. Akan tetapi, ada yang berbeda dari pertemuan kali ini. Selagi menikmati hidangan panci misterius dalam kegelapan, secara bergiliran masing-masing anggota akan ke tempat dengan sebuah lilin di dekat perapian untuk membacakan naskah yang telah mereka tulis. Biasanya, tema naskah tersebut bebas. Namun tidak pada pertemuan kali ini. Ya, dalam pertemuan ini tema naskah mereka mengenai.. kematian Ketua Klub yang lama, Shiraishi Itsumi.
