Jumat, 27 Januari 2017

[REVIEW] Sophie Quire and the Last Storyguard

Sophie loved books beyond reason. Indeed, she loved them more than she loved the world around her. It was the very thing that made her unique, until it made her dangerous. But we are getting ahead of ourselves, which is also dangerous. So light a lamp and find a comfortable chair, and I will tell you her story.
(no spoiler from the first book)

Judul: Sophie Quire and the Last Storyguard
Serial: Peter Nimble #2
Penulis: Jonathan Auxier
Penerbit: Amulet Books
Tahun: 2016
Halaman: 464 (e-book ver.)
ISBN: 978-141-9717-47-5
I rate it 5/5 stars

Sophie Quire dalam masalah besar. Tak lama lagi, Inquisitor Prigg akan membakar seluruh buku fiksi yang ada di kota kecil Bustleburgh. Hampir seluruh buku sudah dikumpulkan di gerobak di lapangan tempat Pyre Day berlangsung nanti, siap untuk dibakar! Yang tersisa hanyalah beberapa buku fiksi pribadi yang nanti akan langsung dilempar ke dalam api oleh para penduduk dan buku milik Quire & Quire, toko buku sekaligus rumah bagi Sophie dan ayahnya.

Kenapa Inquisitor Prigg ngotot ingin membakar seluruh buku di kota itu? Yah.. katanya fiksi tidak baik untuk generasi muda, mengisi pikiran generasi muda dengan khayalan-khayalan yang tidak ada gunanya, dan intinya dia ingin kota itu menjadi kota yang modern dan bersih dari hal-hal tidak masuk akal lainnya. Oh, anyway, ini dia pengumuman Pyre Day..

NO NONSENSE! 
All citizens are compelled to attend the annual Pyre Day ceremony on the twenty-seventh of this month, storybooks in hand. 

Join your fellow Bustleburghers as we cast off the shackles of childish superstition and boldly march toward a modern, sensible tomorrow!

Jadi, setiap tahun, tepatnya saat musim gugur, ada saja Hal-hal Tidak Masuk Akal yang dibakar. Mulai dari benda-benda yang pernah dimiliki manusia kerdil, benda-benda yang bisa bicara, tanaman-tanaman ajaib, dan hal lain yang memiliki kategori magis, sampai akhirnya.. buku cerita.

Minggu, 22 Januari 2017

[REVIEW] Peter Nimble and His Fantastic Eyes

Mungkin dalam hidupmu sendiri kau sudah tahu bahwa kegiatan mendongeng sangat besar dampaknya. Kisah yang disampaikan dengan baik dapat membuat para pendengarnya terbang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan mereka dan ketika kembali, mereka punya pandangan yang lebih baik tentang dunia ini. (hal. 245)

Judul: Peter Nimble and His Fantastic Eyes
Serial: Peter Nimble #1
Penulis: Jonathan Auxier
Penerjemah: Rosemary Kesauly
Penerbit: Gramedia
Tahun: 2014
Halaman: 432
ISBN: 978-602-03-0152-5
I rate it 4.5/5 stars

Peter Nimble tidak punya orangtua, paling tidak itulah yang diketahuinya. Saat ia masih bayi, ia ditemukan oleh pelaut sedang menangis dan terombang-ambing di dalam keranjang dengan gagak yang bertengger di atasnya. Sejak kecil pula, Peter Nimble buta. Menurut cerita, gagak yang bertengger di keranjangnya lah yang telah mematuk habis matanya.

Namun, Peter tidak punya kesulitan bertahan hidup. Ketidakmampuannya menjadi kelebihannya. Ia menjadi lebih peka daripada manusia kebanyakan, dan tangannya yang mungil juga lincah seringkali mengutil barang-barang kebutuhannya di pasar tanpa ketahuan. Bakat mencuri ini sayangnya diketahui oleh Mr. Seamus yang jahat. Ia membawa Peter kecil ke rumahnya dan mengajarinya semua trik mencuri. Peter pun menjadi pencuri terhebat di kota itu.. yah, paling tidak sampai ia berumur 10 tahun ketika ia bertemu dengan pedagang keliling misterius.

Dari pedagang keliling misterius itu, Peter mencuri sebuah kotak dengan banyak gembok. Seperti halnya pencuri, ia selalu dibuat penasaran dengan gembok, seberapa sering pun ia berusaha dan berhasil membuka satu gembok, Peter selalu penasaran dengan gembok yang lain. Seperti halnya kotak misterius dengan banyak gembok yang asing ini. Hari itu, alih-alih bekerja seperti yang diperintahkan Mr. Seamus, Peter hanya membawa kotak itu pulang ke rumah.

Seperti yang mungkin kalian duga, kotak itu berisi mata ajaib. Ralat, tiga pasang mata ajaib. Awalnya Peter tidak menyadarinya, tapi karena bantuan dari zebra misterius, Peter akhirnya tahu kotak itu berisi mata. Dengan hati-hati Peter memasang mata berwarna emas yang dipilihkan zebra itu untuknya, dan... dalam sekejap Peter menghilang dan muncul di sebuah kolam di dasar jurang.

Detik itu juga, kehidupan Peter yang sehari-harinya mencuri dari orang di kota pun berubah. Ia bertemu Sir Tode, ksatria bertubuh kucing dan berkaki kuda. Ia juga bertemu Profesor Cake dan pedagang keliling di tempat aneh itu. Dari sana, Profesor Cake memberi Peter dan Sir Tode tugas untuk menyelamatkan Kerajaan yang Lenyap berdasarkan surat botol yang ditemukan Profesor Cake bertahun-tahun lalu..

Ada banyak raja, tidak ada pangeran
Burung-burung gagak berkeliaran dan samudera menarik diri. 
Hanya orang asing yang akan membawa kelegaan, 
Namun kegelapan berkuasa, kecuali ia...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...