Kamis, 31 Oktober 2013

Books I Read on October


Aku senang lihat progress bacaku bulan Oktober yang terbilang bagus! Berhasil baca lebih dari 10 buku dalam sebulan itu termasuk keajaiban buatku. Buku yang aku pinjam berbulan-bulan dari temen pun akhirnya terbaca juga lho. *ceritanya sombong* Berikut adalah buku yang aku baca bulan Oktober:
  1. Dramaturgi Dovima by Faris Rachman-Hussain
  2. The Transfer (Divergent, #0.1) by Veronica Roth
  3. Chicken with Plums by Marjane Satrapi
  4. A Dash of Magic (Bliss Bakery Trilogy, #2) by Kathryn Littlewood
  5. Weird Things Customers Say in Bookshops by Jen Campbell
  6. More Weird Things Customers Say in Bookshops by Jen Campbell
  7. Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa by Prisca Primasari
  8. Benabook by Benazio Putra
  9. Slammed (Slammed, #1) by Colleen Hoover
  10. Runaway Ran by Mia Arsjad
  11. My Life After Now by Jessica Verdi
  12. Montase by Windry Ramadhina
  13. Marriagable by Riri Sardjono
  14. The Sisterhood of the Traveling Pants (Sisterhood, #1) by Ann Brashares

...tapi, meskipun progress baca bulan ini meningkat, progress review masih gitu-gitu aja, nggak ada peningkatan sama sekali. Terbukti dari 14 buku cuman 6 buku yang sempat direview di blog. Ada sih yang udah direview juga, tapi di Goodreads. Entah kenapa sekarang aku lebih suka ngereview di Goodreads daripada di blog. -_-v Tapi biarlah, yang penting progress baca alias program-mengurangi-timbunan maju terus dan nggak macet di tengah jalan. :D

Happy Halloweeeeeen! Welcome November! Ah, nggak nyangka sebentar lagi udah mau pindah tahun. x)

Minggu, 27 Oktober 2013

[REVIEW] Slammed

"How did I not see this?" he says as he drops his hands and turns toward me. "You’re still in high school?”
...
“Me?" I reply. "How did the fact that you’re a teacher not come up? How are you a teacher? You’re only twenty-one.”

Title: Slammed
Series: Slammed #1
Author: Colleen Hoover
Publisher: Atria Books
Published: 2012
Number of Pages: 206
Format: E-book
ISBN: 978-147-6715-91-9
I rate it 5/5 stars

Layken Cohen and her family move to Ypsilanti, Michigan from her old house in Texas, six month after her dad passed away. He then meet Will Cooper, the 'hot' boy who lives across her house and always helps her and her family.

At first, Layken thinks that her life in Michigan would be awful, but after seeing Will, she is so sure Michigan will be amazing. Three days hanging out with Will is one of the reasons. Layken and Will like each other although they just have met several days ago, not several years ago.

But… will their love story still go on when Layken found out that Will is her teacher at her new school?

Jumat, 25 Oktober 2013

Friday's Recommendation #2

a bi-weekly meme by Ren's Little Corner

Ah.. hari Jumat adalah hari yang paling aku tunggu. Kenapa? Karena weekend dong.. Sabtu Minggu kan aku libur kuliah mhuahahaha. *sengaja nggak ngambil mata kuliah tambahan biar dapat libur banyak* x) Hari Jumat juga aku juluki sebagai hari penantian. Karena aku menanti sang penerbit mau menerjemahkan buku yang aku rekomendasikan kali ini di Friday's Recommendation, sebuah meme dwi-mingguan punya Mbak Ren @ Ren's Little Corner.

Okelah, langsung saja, cemaaaaans.. buku yang aku rekomendasikan untuk diterjemahkan kali ini adalah:

Emily's Quest (Emily of New Moon #3)
by L.M. Montgomery
Emily knows she's going to be a great writer. She also knows that she and her childhood sweetheart, Teddy Kent, will conquer the world together. But when Teddy leaves home to pursue his goal to become an artist at the School of Design in Montreal, Emily's world collapses. With Teddy gone, Emily agrees to marry a man she doesn't love... as she tries to banish all thoughts of Teddy. In her heart, Emily must search for what being a writer really means.

Buku pertama dan keduanya udah diterjemahin Qanita. Tapi buku ketiganya ini? Kalau nggak salah belum deh, soalnya aku nyari di toko buku online maupun toko buku besar seperti Gramedia dkk, nggak ada wujud Emily's Quest di sana. -_- Berhubung aku udah punya Emily of New Moon dan Emily Climbs, rasanya nanggung banget kalau buku ketiga ini ternyata belum diterjemahin. Pokoknya aku nggak mau baca sampai punya Emily's Quest versi terjemahan! *lah* ._.

Yang mau ikutan Friday's Recommendation, silahkan.. ini rules-nya: :)
  1. Tulis buku yang ingin kamu rekomendasikan. Kategori buku yang akan direkomendasikan bisa memilih dari kategori berikut: a) Buku yang ingin diterjemahkan di Indonesia, b) Buku yang sudah terbit di Indonesia, dan ingin kamu rekomendasikan ke pembaca.
  2. Jangan lupa menulis alasan kamu merekomendasikan buku itu ya.
  3. Jika kamu sudah pernah me-review buku yang ingin kamu rekomendasikan itu, taut balikkan ke link reviewmu.
  4. Pasang button Friday's Recommendation, jangan lupa di taut balikkan ke blog Ren's Little Corner.
  5. Masukkan link Friday's Recommendation di blogmu ke linky yang telah disediakan.
  6. Jangan lupa untuk blogwalking ke blog-blog lain.
  7. Waktu meme adalah bi-weekly. Diposting setiap hari Jum'at minggu ke-2 dan ke-4 tiap bulan.

Minggu, 20 Oktober 2013

[QUICK REVIEW] Embroideries: Bordir

Membicarakan orang di belakang punggung mereka berguna untuk melepaskan unek-unek. –Nenek Marjane

Judul: Embroideries
Penulis: Marjane Satrapi
Penerjemah: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2006 (first published 2003)
Halaman: 136
ISBN: 978-979-22-2007-0
I rate it 3/5 stars

Embroideries merupakan buku yang menceritakan tentang sekelumit kehidupan pribadi sejumlah wanita Iran. Di sini, kita akan menyaksikan sekelumit kisah tersebut melalui bincang-bincang antara beberapa wanita Iran yang berkumpul untuk minum teh dan saling bertukar cerita mengenai kisah mereka sendiri atau bahkan kisah wanita lain yang mereka ketahui.

Apa yang mereka katakan terhadap satu sama lain tak jauh-jauh dari persoalan tentang cinta, seks, pria, dan bagaimana mereka menyikapi tingkah suami mereka itu. Mereka juga berbagi cerita mengenai kawin paksa, operasi plastik, menjadi wanita simpanan, dan beberapa hal lain yang sering terjadi di rumah tangga.

Melalui Nenek Marjane, ibunya Marjane, Marjane sendiri, teman-teman serta para tetangga, mereka berbagi kisah sambil menikmati teh yang dibuat Marjane. Karena itulah yang sering mereka lakukan apabila berkumpul, dengan alasan melepaskan unek-unek, ngegosip. *ngakak*

Begitulah yang namanya hidup! Kadang kau yang menunggangi kuda, kadang kuda yang menunggangimu. –Nenek Marjane

Aku jarang membaca apalagi me-review sebuah novel grafis, dan mungkin ini adalah kali pertama aku benar-benar me-review-nya. Jadi agak sulit. Makanya review ini hanya berupa review singkat saja. *bilang aja malas*

Embroideries merupakan buku yang mengenalkanku terhadap tulisan Marjane Satrapi dan kesan yang kudapat dari buku ini cukup baik. Kemungkinan besar aku akan membaca bukunya lain. (Setelah membaca Embroideries, aku kebetulan punya Chicken with Plums dan langsung membacanya. Untuk review, sabar yak, kalau nggak lagi malas pasti aku buat. :D)

Meskipun gaya bahasa yang digunakan Marjane terkesan blak-blakan dan vulgar, aku menikmati setiap kata dan kisah wanita Iran yang beliau sampaikan melalui Embroideries. Terkadang, aku ikut tertawa menyaksikan kekonyolan kisah-kisah yang mereka sampaikan. Dan terkadang aku juga ikut prihatin atas apa yang salah satu dari mereka alami.

Dengan membaca buku ini, aku yakin, kisah-kisah yang disampaikan oleh para wanita di buku ini tidak hanya terjadi di Iran, namun bisa juga terjadi pada kehidupan wanita di belahan dunia mana pun. Dan setelah membaca buku ini, kok aku jadi geli sendiri yaa.. kasihan para pria, dijadiin objek utama acara gosip mereka. Mengenai kata 'bordir' di judul.. errr.. no comment. Silahkan baca sendiri sampai nemuin apa itu maksud 'bordir' di buku ini. Pasti kaget pas tahu apa yang dibordir. x)

Buku yang sederhana dan frontal ini aku rekomendasikan untuk yang suka gosip. :p

Sabtu, 19 Oktober 2013

[REVIEW] My Life After Now

"It gets a lot worse. That's the point. This healthy-feeling time now just feels like tease. Like I'm in this holding pattern, flying in smooth circles within sight of the airport, in super-comfortable first class. But I can't enjoy the in-flight movie or free chocolate chip cookies because I know that before the airport is able to make room for us, the plane is going to run out of fuel, and we're going to crash-land into a fiery, agonizing death." —Lucy Moore (page 148)

Title: My Life After Now
Author: Jessica Verdi
Publisher: Sourcebooks, Fire
Published: 2013
Number of Pages: 287
ISBN: 978-1-4022-7785-6
Price: $9.44 US | $11.24 SGD
I rate it 3.5/5 stars

Lucy Moore just had a mega-bad week ever in her life.

She lost her cast as Juliet at Shakespeare’s Romeo and Juliet on her drama club at school. Elyse St. James, her rival since years ago, was the one who got the role. Instead, Lucy got Mercutio as her cast. That’s her first problem. Her next problem is her beautiful boyfriend, Ty, did affair with Elyse, since they were Romeo and Juliet at the drama. Ty dumped her for Elyse. And the last is her biological mother, Lisa, came for the third time in her amazing-life-with-her-two-gay-dads. What else she expected them to give this time? Full financial support? Seriously, even ‘Mom’ or ‘Mother’ was never been an appropriate word to call her.

Going mad about everything, she then went to this club with her best friends, Max and Courtney, as her rebound to everything that’s not working her way. That’s when she met a stranger. That’s when she couldn’t remember what she was doing with this stranger. Maybe they had sex, but she didn’t even know whether she used protection or not. The exact thing of all: her life has changed after that time. She’s no longer a healthy girl.

She was diagnosed with HIV.

Jumat, 18 Oktober 2013

[REVIEW] Generasi 90an

Kebahagiaan itu sederhana, nostalgia salah satunya, dan di sini mesin waktunya.

Judul: Generasi 90an
Penulis: Marcella FP
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 144
ISBN: 978-979-91-0536-3
Harga: Rp75.000,-
I rate it 4/5 stars

Bagi yang lahir di tahun 1990an atau menjadi dewasa di tahun 1990an, pasti merasa dong ya.. generasi sekarang udah beda sama generasi yang lahir tumbuh di tahun 1990an.

Kalau dulu pas galau yang dinyanyiin ya Tenda Biru atau Sakit Gigi, kalau sekarang ya Someone Like You itu yang di-replay terus menerus. :p Atau kalau dulu lagi bosen dan nggak ada kerjaan, gamebot lah yang dijadiin penghilang stress (meskipun ujung-ujungnya stress juga kalau kalah), kalau sekarang ya tinggal mainin game di ipad (yang bikin mata nempel di gadget).

Ada banyak hal unik, asyik, alay, dan tak terlupakan yang pernah kita lakukan di masa 90an.. dan beberapa dari hal-hal itu sayangnya nggak bisa kita alami lagi sekarang. Yang bisa kita lakukan cuma mengingat kembali kenangan-kenangan itu bersama mereka yang pernah merasakan tahun 1990an.

Gimana caranya? Buku ini adalah salah satunya. Buku yang dibagi menjadi 5 bab ini—what we wear, what we watch, what we hear, what we read, what we play (ini aku nyebutinnya nggak secara berurutan)—adalah salah satu mesin waktu yang bisa membawa kita kembali ke tahun 1990an.

Kamis, 17 Oktober 2013

[REVIEW] Runaway Ran

“…Gue butuh kerja, segera! I really need the money. Desperately. Gue udah nggak tega kalau belanja pakai duit Bokap. Tapi gue juga nggak mau pensiun dari belanjaaa…” —Katrin (hal. 24)

Judul: Runaway Ran
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 368
ISBN: 978-979-22-60000-7
Harga: Rp58.000,-
I rate it 5/5 stars

Katrina adalah seorang cewek metropolitan yang hobi belanja online—baju, tas, sepatu, novel, komik. Berapa pun harga yang harus dia bayar, dia tidak ambil pusing, dia bisa menggunakan uang subsidi yang diberikan ayahnya yang notabene seorang direktur.

Sampai suatu hari, ayahnya mendadak pensiun. Katrin tidak bisa lagi belanja sesuka hatinya. Katrin yang masih kuliah S2 menjadi tidak enak kalau terus-menerus menggunakan uang ayahnya yang sekarang tidak bekerja lagi, namun ia juga tidak bisa mengabaikan baju-baju dan tas cantik menggiurkan di butik online langganannya. Maka dari itu, Katrin nekat mencari kerja part-time DEMI memenuhi kebutuhan belanjanya.

Rabu, 16 Oktober 2013

Wishful Wednesday #36

a weekly meme by Books to Share

Hai, setelah minggu lalu aku bolos Wishful Wednesday, sekarang aku kembali lagi. Semoga saja mulai minggu ini dan seterusnya nggak bolong-bolong 'mengkhayal' buku impian. By the way, selamat lebaran Idul Adha! Jangan bosan makan daging ya bulan ini. :p

Yang namanya wishlist-to-buy itu pasti bejibun, tinggal mikir mau dapat duit darimana atau mau dapat buku yang dijual dengan harga miring itu dimana atau bahkan kita buat prioritas. Sekarang, karena lagi nggak mau mikirin dua poin awal, aku memilih poin ketiga, yaitu prioritas. Nah, buku yang menjadi prioritasku kali ini adalah:
Senyum by Raina Telgemeier
Keluarga, Teman, Cowok… Gigi?! 
Raina hanya ingin menjadi anak kelas enam yang normal. Tetapi, pada suatu malam, dia tersandung dan jatuh sehingga dua gigi depannya rusak parah. 
Hidupnya pun berubah menjadi kisah panjang pasang copot kawat gigi, operasi, headgear yang memalukan, bahkan retainer dengan gigi palsu! Namun, masih banyak yang harus dihadapinya: gempa bumi, masalah cowok, dan teman-teman yang ternyata tidak semuanya baik. 
Kisah Raina menyadarkan kita tentang arti persahabatan sebenarnya, dan tentang panggilan jiwa.

Buku ini sudah lama menjamur di daftar wishlist-ku tapi belum juga aku beli, mungkin karena saking lamanya makanya lupa sama buku yang sampulnya simple namun menarik ini. Makanya, sekarang aku jadiin prioritas untuk dibeli. Dan pas baca sinopsisnya lagi pagi ini, aku mendapati hal yang sama antara Raina dan aku: tiba-tiba heboh ngurusin gigi (temen-temen kampus pasti pada tahu kenapa aku jadi heboh bolak-balik dokter bedah mulut dan dokter gigi), yang membuatku tambah setuju daftar priority-to-buy-ku kali ini adalah Senyum. Pokoknya harus punya! Disuruh beli mau (asalkan jangan ada buku-buku lain yang menggiurkan, biar belanjanya nggak kalap). Dikasih? Mau bangeeeet. :p

Tertarik ikutan Wishful Wednesday? Caranya mudah:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu. =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post Wishful Wednesday-nya Mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. =)

Minggu, 13 Oktober 2013

[REVIEW] Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa

Kau baru bertemu dengannya. Mungkinkah waktu sesingkat itu bisa membuat seseorang sebegitu berarti? (hal. 158)

Judul: Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 300
ISBN: 978-979-780-589-0
Harga: Rp45.000,-
I rate it 4.5/5 stars

Florence L'etoile tidak pernah becus memilih pria. Tiap kali dia kencan dengan seorang pria, mereka akan berakhir menyakiti Florence. Karena itulah, orangtuanya berniat mengadakan kencan buta untuk putri mereka satu-satunya. Florence yang tidak setuju diam-diam lari dari rumah, kabur ke Honfleur!

Dalam perjalanan ke Honfleur, di kereta ia bertemu dengan seorang pemuda bermata biru yang memperkenalkan dirinya sebagai Vinter Vernalae. Saat itu, barang-barang yang dibawa Florence berserakan di sebelahnya, dan kebetulan si pemuda yang duduk di depannya (yang sedari tadi sibuk dengan handphone) sepertinya baruuuu saja membelikan tas wanita. Florence yang polos iseng bertanya tentang tas itu dan perihal tasnya yang rusak, yang telah ia buang sesaat sebelum naik kereta. Tanpa Florence duga, pemuda itu memberikan tas cantik yang terlihat murah (karena hanya dibungkus oleh bungkusan biasa) tadi untuk Florence, padahal si pemuda bilang tas itu untuk hadiah.

Sabtu, 12 Oktober 2013

[REVIEW] Dramaturgi Dovima

Perempuan itu kembali mengomel. Aku terenyak karena mengenal betul suaranya. Perempuan itu. Ibu...
     Si bocah perempuan terlihat ingin menangis, menggigit bibir bawah kuat-kuat untuk menahan perasaannya. Wajah bocah itu. Wajahku... (hal. 15)

Judul: Dramaturgi Dovima
Penulis: Faris Rachman-Hussain
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2013
Halaman: 232
ISBN: 978-979-22-9528-3
Harga: Rp40.000,-
I rate it 3/5 stars

Menjadi anak seorang reporter terkenal, Seruni Said, bukanlah hal yang membanggakan maupun menyenangkan bagi Dovima Said. Sejak kecil ia dididik dengan keras oleh ibunya. HARUS menuruti apa yang dikatakan ibunya. Seruni Said lah yang mengatur hidup Dovima. Hingga Dovima tumbuh menjadi seorang reporter yang cerdas seperti Seruni. Cerdas, namun keras.

Nah, aku rasa sampul buku ini begitu tepat menggambarkan pribadi Dovima dan Seruni yang nyaris sama. Dovima memiliki kekerasan hati Seruni. Dovima menjadi seorang jurnalis cerdas dan cekatan. Dovima boleh mempermainkan cinta sesuka hatinya seperti halnya yang dilakukan sang ibu yang kini telah menjadi single parent. Namun, dia juga berbeda dari Seruni. Hati Dovima keras karena disana ada luka yang disebabkan oleh ibunya sendiri, bukan egoisme.

Senin, 07 Oktober 2013

[REVIEW] A Dash of Magic

"Kalau kau menang, yang jelas tidak mungkin, aku akan berhenti menjual Bahan Sihir, dan aku akan mengembalikan Booke. ... Tapi, kalau aku menang—dan aku akan menang—kau harus bersumpah padaku bahwa tidak seorang pun dari anggota keluargamu yang aneh, kampungan, dan norak itu akan pernah mendekatiku atau pun Booke lagi." (hal. 23)

Judul: A Dash of Magic
Seri: The Bliss Bakery Trilogy #2
Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: Sujatrini Liza
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: 2013 (first published 2012)
Halaman: 312
ISBN: 978-979-433-811-7
Harga: Rp49.500,-
I rate it 5/5 stars

*NO SPOILER*
Aku suka makan. Sampai-sampai temanku bilang, "Jangan pernah bawa si Linda jalan kalau ujung-ujungnya dia kelaparan!" x) Tapi, aku nggak suka masak. Nggak sepenuhnya nggak suka masak. Kalau lagi mood doang baru mau masak.. dan sayangnya menunggu-aku-lagi-mood itu sama saja seperti menunggu meteor jatuh ke bumi. *merunduk malu karena bisanya cuma makan*

Berbeda dengan Rosemary Bliss, atau lebih akrab kita sapa Rose. Dia sukaaaa sekali memasak muffin dan kue-kue mungil lainnya, apalagi kalau itu berhubungan dengan Bliss Cookery Booke. Buku dengan 700 resep ajaib yang bisa membuat kue luar biasa menjadi LUAR BIASA (dengan huruf kapital). Sayangnya, setelah 'kecelakaan' yang terjadi pada Cookery Booke di buku satu, Rose dan keluarganya tidak pernah menyentuh Booke lagi. Sejak itu, mereka hanya membuat kue-kue biasa. Yang paling mengenaskan adalah penduduk Calamity Falls, tempat keluarga Bliss tinggal, mereka terlihat tidak bersemangat. Calamity Falls tidak lagi sehangat dulu..

Nah, disinilah Rose dan keluarganya sekarang, berjuang untuk mendapatkan kembali Cookery Booke mereka dengan cara memenangkan kompetisi pastry internasional di Paris, Gala des Gateaux Grands. Jika mereka menang, maka si penyihir jahat yang telah merampas Cookery Booke berjanji akan mengembalikan buku ajaib itu. Tapi, apabila keluarga Bliss kalah, mereka harus berjanji untuk tidak pernah mencari Cookery Booke lagi.

Rabu, 02 Oktober 2013

Wishful Wednesday #35

a weekly meme by Books to Share

Setelah bolos dua kali berturut-turut, akhirnya aku bisa kembali bermimpi tentang buku impian. Langsung saja ya, wishlist-ku kali ini adalah..

Sherlock Holmes 1-3 by Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah
Penelusuran Benang Merah merupakan buku pertama dalam seri Sherlock Holmes dan mengisahkan perkenalan Dr. Watson dengan sang detektif. Dr. Watson yang ketika itu belum mengetahui profesi Holmes, pada awalnya dibuat bingung oleh keeksentrikan pria itu serta kemampuannya yang unik. Holmes sangat pandai dalam ilmu deduksi dan mampu menebak keadaan seseorang hanya dalam sekali pandang. Tamu-tamu yang mengunjungi di rumah sewaan mereka di Baker Street, berasal dari berbagai kelas sosial mulai dari bangsawan sampai portir. Holmes mahir bermain bola, tapi lebih sering menggeseknya secara sembarang. Ia bisa tampak sangat bersemangat, namun di lain waktu termenung-menung dengan pandangan kosong seperti orang kecanduan narkotika.
     Dr. Watson baru memahami teman barunya itu ketika ia mengetahui profesi Holmes dan mendapat kesempatan untuk menyaksikan sang detektif bekerja, menelusuri benang merah pembunuhan yang terjadi di jantung kota London. 
The Sign of Four: Empat Pemburu Harta
Mary Morstan mendatangi Sherlock Holmes untuk meminta bantuannya memecahkan sebuah misteri. Sepuluh tahun yang lalu, ayah Mary, Kapten Arthur Morstan, kembali ke London dengan mengambil cuti dari resimennya di India. Katanya, di sana ia dan seorang temannya, Thaddeus Sholto, mendapatkan harta karun yang sangat besar jumlahnya. Tapi ketika Mary tiba di hotel tempat ayahnya tinggal, sang ayah sudah lenyap tanpa jejak. Sherlock Holmes menyambut misteri ini sebagai tantangan menarik. Lebih menarik daripada kokain yang telah membuatnya ketagihan bila sedang tak ada kegiatan. Dan kali ini pun Dr. Watson menyertainya, terutama karena ia sangat tertarik pada Mary Morstan yang di matanya begitu memesona. 
Petualangan Sherlock Holmes
Melalui tokoh-tokoh kliennya yang datang minta pertolongan kepada konsultan detektif pertama di dunia ini, pembaca diajak mengunjungi kamar sewaan di Baker Street No. 221B yang termasyur itu, di mana Holmes yang eksentrik dan Dr. Watson yang istimewa pernah tinggal. Lalu, pembaca akan juga dibawa untuk menikmati daerah pedesaan di Inggris bersama ahli pengambil kesimpulan ini, ketika ia menguakkan sebuah misteri, memecahkan teka-teki, dan menangkap para pelaku kejahatan-atau kadang-kadang melepaskan mereka begitu saja.
     Mulai dari Skandal di Bohemia di mana Holmes berjumpa dengan wanita yang sangat dikaguminya, sampai pengalamannya yang mendebarkan dalam Petualangan di Copper Beeches, cara-cara penyelesaian masalah yang dilakukannya sangat di luar dugaan, sedangkan alur ceritanya sendiri benar-benar sangat memukau.

Maruk yak? Biarin. Malah tadinya pengin masukin 9 bukunya sekaligus dalam satu wishlist. :p Rasanya sebagai kutu buku belum afdol kalau belum punya Sherlock Holmes. Aku kenalan sama Sherlock Holmes di film-nya doang. Pengin kenalan lebih dalam lagi sama Holmes dan Watson! Makanya, doain aku biar bisa cepet punya buku-buku tadi (dan semoga nggak jadi timbunan doang). Kalau perlu doain aku dapat rejeki banyak biar bisa beli satu set sekalian. Tapi kalau ada yang mau ngasih juga aku terima dengan senang hati sih huahahaha. xD

Tertarik ikutan Wishful Wednesday? Caranya mudah:
  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu. =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post Wishful Wednesday-nya Mbak Astrid). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu. =)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...